Jangan Terbawa Perasaan! Ini Cara Elegan Hadapi Rekan Kerja yang Kurang Menyenangkan

Tips / Tutorial
Bagikan

Sebagai pekerja, kita pasti selalu mengharapkan lingkungan kerja yang nyaman, sehat, dan menyenangkan. Hampir seluruh dari para pekerja pasti akan lebih termotivasi saat bekerja dengan orang-orang yang ia sukai, tidak hanya saat bekerja, namun juga saat bersosialisasi di luar pekerjaan. 

Sayangnya, di tempat kerja, kita tidak dapat memilih dengan siapa kita akan bekerja. Bekerja secara profesional membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan ragam kepribadian dan cara kerja. Tentu, sepanjang perjalanan karir kita, tidak mungkin kita selalu dipertemukan dengan orang-orang yang cocok dan satu frekuensi dengan kita. Ada kalanya kita bertemu dengan orang yang tidak kita sukai, baik secara kepribadian atau kinerjanya. Lalu, saat hal itu, terjadi apa yang harus kita lakukan? Eits, jangan langsung baper atau terbawa perasaan, mari lakukan lima cara ini untuk hadapi rekan kerja yang kurang menyenangkan!

  1. Identifikasi Permasalahan dan Penyebabnya

Saat kamu risih dengan teman kantormu, kamu perlu mengetahui sikap atau tindakan apa dari dirinya yang membuatmu tidak nyaman. Jika kamu sudah menemukannya, kamu perlu mengetahui, apakah sifat ini bisa kamu tolerir atau tidak. Misalnya, kamu tidak menyukainya karena dia rekan yang cuek, hal tersebut tergolong sikap yang dapat kamu ditolerir dengan cara tidak langsung mengambil hati. Jadi, jangan langsung baper atau tersinggung, meskipun terlihat cuek, bukan berarti mereka tidak suka pada kita. Ada kemungkinan bahwa ia sedang mengalami masalah lain saat itu sehingga ia bersikap cuek padamu. 

Namun, jika permasalahannya serius, misalnya kamu memiliki rekan kerja yang suka berbohong atau menjelek-jelekkanmu di depan rekan kerja yang lain. Hal ini mungkin perlu kamu tindaklanjuti secara serius karena dapat berdampak pada citramu di kantor. Luangkan waktu untuk memikirkan keadaan yang menyebabkan perilaku tidak menyenangkan dari rekanmu.

Mempertimbangkan situasi dari sudut pandang rekan kerjamu juga dapat membantu kamu menentukan apakah kamu perlu mengambil tindakan lebih lanjut. Jika tidak bisa diselesaikan secara personal, kamu bisa berbicara kepada atasanmu. Mengidentifikasi permasalahan dan penyebabnya dapat membantu kamu menentukan tindakan yang proporsional untuk mengatasinya.

  1. Ajak Bicara

Terdengar klise, namun saat terjadi masalah, komunikasi adalah rute paling efektif untuk memulai langkah dalam memecahkan masalah tersebut, termasuk jika rekanmu melakukan hal-hal yang tidak kamu sukai. Karena seringkali, seseorang tidak sadar bahwa kata-kata atau tindakannya telah membuat seseorang tersinggung, sehingga mengkomunikasikannya akan membantu membuat mereka berubah agar menjadi pribadi yang lebih peka dan menghormati sesama rekan kerja mereka.

Dengan tenang, ungkapkan kekhawatiran kamu tentang perilakunya yang tidak kamu sukai dan jelaskan bagaimana itu berdampak negatif terhadap dirimu. Jangan terlalu keras, lakukan pembicaraan dengan santai dan diplomatis agar tidak menyakiti hatinya dan berujung pertengkaran. Misalnya, “Wah, aku juga suka mendengarkan lagu itu sebelum tidur. Tapi sebenarnya aku tipe orang yang sulit mendengarkan lagu sambil bekerja sehingga itu sedikit mengganggu. Maukah kamu mematikan lagunya atau mendengarkannya dengan earphone dulu?” Jangan lupa, kamu juga perlu memilih waktu yang tepat agar komunikasi kalian dapat berjalan lancar. 

  1. Bertanya pada Rekan Kerjamu yang Lain

Untuk memastikan objektivitas permasalahan, kamu dapat bertanya kepada rekan kerjamu yang lain. “Apakah kamu merasakan hal yang sama?”, “Apakah dia biasanya memang begitu?” Jika perilaku toksiknya dapat ditolerir dan dia memang begitu kepada setiap orang, berarti yang bisa kamu lakukan adalah fokus mengontrol dirimu sendiri agar tetap positif dan tidak terbawa sifat buruknya. 

Namun, jika perilaku tidak menyenangkan tersebut hanya dilakukannya kepada dirimu, sebaiknya kamu memikirkan tindakan apa yang kira-kira memicunya bersikap demikian dan meminta saran kepada rekan kerja yang lain terkait solusi permasalahan kalian.

  1. Menjaga Jarak

Jika kamu sudah berusaha untuk berbicara baik-baik dengan rekan kerjamu, namun ia tidak peduli terhadap situasimu. Saatnya kamu perlu mencoba bersikap tegas dengan menjaga jarak agar tidak menjadi korban oleh perilaku tidak menyenangkan oleh rekanmu.

Menjaga jarak bukan berarti membuat rekan kerjamu menjadi musuh. Hal ini lebih kepada mengurangi interaksi dengannya. Jadi, kamu berbicara seperlunya atau berinteraksi hanya saat kamu benar-benar membutuhkannya. Eits, tetap lakukan dengan profesional, ya.

  1. Minta Bantuan kepada Atasan

Jika kamu sudah mencoba segala cara termasuk menjaga jarak, namun tidak dapat menghentikan perilaku buruknya kepadamu, mungkin ini saat yang tepat untuk mendokumentasikannya dan berbicara kepada atasanmu. 

Hal ini penting dilakukan jika rekan kerjamu ini ternyata akan sering bekerja sama denganmu, sementara perilaku tersebut mempengaruhi performa kerjamu, perilaku itu tidak boleh ditoleransi, kamu bisa mencari solusi yang tepat bersama atasan atau tim HRD di kantormu. Tim HRD bertanggung jawab dalam mengelola permasalahan internal dan membantu dalam menemukan solusi yang tepat dan baik untuk kedua belah pihak. Ingat, saat menceritakan permasalahan ini, kamu harus tetap jujur dan objektif, ya! Jangan dilebih-lebihkan.

Nah, sudah tahu kan cara menghadapi kebiasaan rekan kerja yang kurang menyenangkan? Jangan buru-buru resign, tetap tenang dan bekerja secara profesional. Menghadapi rekan kerja yang kurang menyenangkan memang dapat membuat kamu lelah secara emosional. Namun, jika sudah menerapkan langkah-langkah di atas, berarti kamu sudah berusaha yang terbaik untuk membuatnya berubah. Semoga setelah ini, kamu mendapatkan lingkungan kerja yang lebih nyaman, tanpa kebiasaan rekan kerja yang kurang menyenangkan, ya!

Bagikan Artikel ini
Share