Bingung Memilih Bibit Sawit Berkualitas? Yuk Ketahui Cara dan Cirinya!

Agri Edu
Bagikan

Saat ini, banyak sekali pohon sawit yang tumbuh di berbagi daerah di Indonesia. Selain memiliki berbagai manfaat, iklim tropis di Indonesia sangat baik untuk pertumbuhan pohon sawit sehingga tidak sedikit orang yang tertarik untuk menanam sawit. Namun, menanam sawit tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Pemilihan bibit sawit yang tepat menjadi salah satu penentu sawit yang ditanam bisa menghasilkan buah yang baik. Oleh karena itu, sebelum memulai menanam sawit, yuk berkenalan dengan benih sawit dan cara memilih benih sawit yang tepat.

Sejatinya, pohon sawit terdiri dari banyak jenis dan memiliki beragam bentuk daun, warna pohon, tinggi, dan bentuk pohon. Hal yang paling penting diperhatikan untuk menanam tanaman tropis seperti sawit adalah keadaan tanah yang memiliki kelembaban dan cahaya matahari yang cukup. Ada beberapa pertanyaan untuk mempermudah menentukan lokasi penanaman sawit, seperti:

a. Berapa derajat sinar matahari yang akan mengenai sawit tersebut?
b. Apakah sawit akan terkena cahaya matahari pada pagi hari atau siang hari?
c. Bagaimana sistem drainasenya?
d. Berapa banyak angin yang berhembus di area tersebut? Dari manakah angin tersebut berasal?
e. Berapa lahan yang tersedia untuk menanam pohon sawit?
f. Apakah wilayah dingin akan mempengaruhi area penanaman pohon sawit?

Jika kamu bisa menjawab semua pertanyaan di atas, kamu akan lebih mudah untuk menentukan lokasi yang tepat untukĀ  menanam sawit.

Selanjutnya, pemilihan bibit adalah hal yang tidak kalah penting karena bibit yang berkualitas akan menghasilkan pohon yang berkualitas pula. Berikut penjelasan bagaimana cara memilih bibit pohon sawit yang berkualitas.

  • Memastikan bentuk benih sesuai dengan standar benih sawit yang baik

Ciri khas benih yang baik untuk ditanam antara lain memiliki biji yang proporsional (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil), memiliki bentuk bulat atau lonjong, biji tidak terdapat cekungan, calon batang berukuran pendek serta radikula akar yang panjang, dan yang terakhir memiliki tempurung yang licin dan tidak berserat.

  • Memahami kesehatan fisik dari benih yang akan ditanam

Kondisi benih yang baik untuk ditanam yaitu bentuk akar yang tidak keluar dari polybag, tidak ada tanda-tanda serangga atau hama, tidak berwarna kuning kecoklatan atau daun yang terbelah, dan bagian akar sawit yang masih utuh. Apabila salah satu hal tersebut ditemukan dalam benih sawit, maka akan sulit menumbuhkan dan mengembalikan kondisi benih menjadi benih yang sehat.

  • Memastikan legalitas benih sawit

Benih sawit yang legal berasal dari varietas yang unggul dan pastinya sudah melewati proses seleksi ketat dari pemerintah sehingga kualitas genetik dan perkecambahan benih terjamin. Sebaliknya, benih ilegal tidak bisa terjamin kualitas, perkecambahan, dan genetiknya sehingga sulit untuk membudidayakan benih tersebut.

Nah, setelah kamu tahu cara memilih serta mengetahui ciri-ciri bibit yang baik, kamu sudah bisa untuk mulai menanam sawit nih. Apabila kamu masih ragu untuk mencari benih sawit yang sudah legal, baik dan berkualitas, serahkan saja kepada Gokomodo, solusi pengadaan dan kebutuhan agrikulturmu. Selamat berkebun sawit, ya!

Bagikan Artikel ini
Share