Anti Bingung Saat Panen Padi Karena Ada Banyak Mesin Panen Padi dan Cara Mendapatkan Aksesnya Juga!

Panen menjadi tahap penting yang menandai akhir dari rangkaian proses penanaman di lahan sawah. Setelah melalui masa tanam, pemupukan, hingga perawatan selama beberapa bulan, tanaman padi yang mulai menguning menandakan bahwa waktunya panen telah tiba. Pada fase ini, petani biasanya mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan agar proses panen dapat berjalan dengan lancar.
Proses panen padi dapat dilakukan dengan cara yang berbeda, mulai dari metode tradisional hingga menggunakan alat pertanian yang lebih modern. Perkembangan teknologi di sektor pertanian turut membawa perubahan dalam cara budidaya tanaman, termasuk pada tahap panen. Salah satu alat yang cukup dikenal dalam kegiatan ini yaitu mesin panen padi. Nah, apa saja jenis mesin padi yang ada di Indonesia dan yang paling sering digunakan oleh para petani? Yuk, simak sampai selesai, ya!

Jenis Mesin Panen Padi di Indonesia
Pemerintah di Indonesia sudah mempunyai mesin panen padi yang modern, sehingga memudahkan pekerjaan petani. Ada beberapa jenis mesin padi yang biasa digunakan oleh petani. Apa sajakah jenis mesin padinya?
Reaper
Tipe tarik (Reaper) merupakan bentuk modern atau inovasi dari sabit. Reaper memiliki berat yang ringan dan praktis, sehingga mudah digunakan. Selain memotong padi, reaper bisa digunakan untuk mengumpulkan padi dalam dua tarikan pemotongan dengan tambahan rangka pengumpuk. Dengan inovasi ini, reaper mampu meningkatkan kinerjanya sebanyak 2x dibandingkan dengan menggunakan sabit.
Binder
Ini bukan binder buku yang isinya kertas lucu, ya. Binder merupakan mesin panen padi yang bekerja dengan cara memotong dan mengingat hasil potongan padi. Binder memiliki bagian potong untuk 1-4 alur tanam. Padi yang sudah dipotong menggunakan binder akan langsung diikat sebanyak 1-2 kg untuk kemudian disimpan di tempat penyimpanan. Selain memotong dan mengikat padi, binder juga memudahkan mengangkat padi yang sudah diikat.
Combine harvester
Dari semua jenis mesin panen padi, inilah yang paling canggih. Combine harvester bekerja dengan menyalurkan malai padi yang telah dipotong pada mesin perontok. Butir padi yang sudah rontok ditampung pada karung atau tangki penampung sementara.
Sebenarnya, combine harvester memiliki dua jenis, yaitu tipe dorang dan kemudian. Ukuran keduanya pun berbeda antara 60 cm – 1.5 meter dengan tenaga mesin antara 7-30 HP. Selain digunakan untuk panen padi, combine harvester juga bisa digunakan untuk memanen tanaman biji-bijian yang bernilai, seperti gandum.
Pentingnya Mesin Panen Padi
Mesin panen padi merupakan bentuk modernisasi pada sektor pertanian. Selain wujud dari modernisasi, ternyata memang sangat penting juga menggunakan mesin panen padi. Yuk, kita cari tahu bersama-sama pentingnya menggunakan mesin padi saat panen!
Efisiensi tenaga kerja
Tahukah kamu semakin sedikit peminat generasi muda sebagai petani? Generasi muda yang sekarang hidup dalam era modernisasi akan kesulitan apabila harus bercocok tanam dengan cara yang tradisional. Karena semakin sedikit jumlah tenaga yang bisa melakukan panen, inilah pentingnya menggunakan mesin panen padi. Dengan mesin panen padi, cukup dengan operator dan pengendali mesin padi sudah bisa memanen lahan padi yang sangat luas. Sangat efektif kan?
Kualitas gabah yang dihasilkan lebih baik
Memangnya benar gabah yang dipanen secara manual kualitasnya tidak lebih baik dibandingkan dengan gabah yang diperoleh dengan mesin panen padi? Kualitas gabah lebih baik bisa didapatkan apabila menggunakan mesin combine harvester, karena gabah yang dihasilkan sudah melewati berbagai tahapan pembersihan, sehingga hasil akhirnya lebih bersih dibandingkan dengan gabah lain. Bahkan gabahnya juga bisa langsung dikonsumsi, lho.
Mengurangi kehilangan hasil panen
Sayang sekali kalau hasil panen melimpah harus berkurang karena cara panen yang tidak tepat. Biasanya, panen secara konvensional rentan membuat bulir padi berceceran. Hal seperti itu berpotensi mengurangi hasil panen. Berbeda jika menggunakan mesin panen padi yang sudah ada wadahnya, sehingga kecil kemungkinan bulir padi tercecer saat panen.
Cara Mendapatkan Mesin Panen Padi
Harga mesin panen padi tentu tidaklah murah dan akan membebani biaya produksi apabila setiap pemilik sawah harus membeli mesin panen padi. Untuk itu, pemerintah memberikan fasilitas persewaan mesin panen padi yang bisa digunakan petani secara bergantian. Mesin panen padi yang disewakan pun tidak kaleng-kaleng, yaitu combine harvester. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, memang sudah jelas kalau combine harvester merupakan mesin panen padi paling canggih saat ini. Lalu, bagaimana cara menyewa atau meminjam combine harvester pada pemerintah?
Untung saja cara meminjam combine harvester cukup mudah, yaitu dengan mengajukan surat permohonan peminjaman combine harvester kepada pemerintah kecamatan terdekat melalui Gapoktan. Setelah disetujui, biasanya peminjaman combine harvester disertai dengan pendampingan operator. Biaya operasional dan biaya lain-lain yang keluar selama periode pemakaian combine harvester ditanggung oleh petani peminjam. Jadi, pastikan sudah ada budget lebih sebelum panen dimulai, ya!
Nah, itulah beberapa informasi tentang mesin panen padi yang ada di Indonesia, termasuk bagaimana kamu bisa meminjamnya dari pemerintah terdekat. Hal-hal lain yang perlu kamu tau seputar panen padi, kamu bisa baca artikel Punya Lahan Sawah? Ketahui Panen Padi Yang Optimal dan artikel lainnya di blog Gokomodo, ya!



