Cuaca Makin Tidak Menentu Jadi Penyebab Munculnya Busuk Akar Tanaman. Yuk, Cari Tahu Cara Mengatasi Busuk Akar Tanaman Di Sini!

Sekarang ini Indonesia memasuki musim pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan maupun sebaliknya. Justru disaat seperti inilah yang membuat lingkungan tidak stabil dan ideal untuk pertumbuhan tanaman. Dengan berubahnya musim, maka berubah pula suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan keadaan lingkungan secara menyeluruh. Terlebih lagi di Indonesia terkenal dengan tingginya tingkat kelembapan yang bisa memicu pertumbuhan jamur dan menyebabkan penyakit baru. Diantara banyaknya penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur, penyakit busuk akar tanaman menjadi penyakit yang sering ditemukan. Sudah tahu apa itu penyakit busuk akar tanaman?

Mengenal Busuk Akar Tanaman
Busuk akar tanaman merupakan salah satu penyakit pada tanaman yang menyerang bagian akar hingga menyebakan akar tidak dapat bekerja secara optimal dalam menyerap air dan unsur hara dari tanah. Akibatnya, tanaman mengalami gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan daun menguning, tampak layu meskipun media tanam masih basah, hingga menyebabkan kematian tanaman apabila tidak dikendalikan.
Penyakit ini umumnya disebabkan oleh jamur dan bakteri patogen, seperti Pythium, Phytophthora, Rhizoctonia, dan Fusarium yang mudah berkembang pada kondisi lingkungan terlalu lembap. Selain lingkungan yang lembab, drainase tanah yang buruk, media tanam terlalu padat, dan penyiraman berlebihan turut memicu munculnya busuk akar karena akar kekurangan oksigen. Lalu, bagaimana cara mengetahui tanaman yang terkena penyakit, padahal akar tidak terlihat?
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi penyakit busuk akar pada tanaman, diantaranya:
- Perubahan warna pada akar
Akar sehat biasanya berwarna putih atau cokelat menyesuaikan dengan warna batang dan jenis tanaman. Saat tanaman terkena penyakit, maka akar akan diselimuti oleh miselium atau lapisan jamur yang berwarna putih. Lama kelamaan miselium ini akan berubah menjadi merah tua.
- Perubahan pada daun
Kok bisa ya jamur yang menyerang akar, tetapi juga membuat perubahan pada daun? Ternyata ada hubungannya dengan nutrisi yang diserap dan dialirkan dari akar ke seluruh bagian tanaman, lho. Tanaman yang sudah terkena penyakit lebih sulit menyerap air dan nutrisi dari dalam tanah, sehingga tanaman kekurangan air dan nutrisi penting untuk pertumbuhan. Nah, kekurangan nutrisi ini paling cepat diketahui apabila ada perubahan pada tanaman. Biasanya daun akan berubah warna, menjadi layu, dan mudah rontok.
- Adanya buah jamur pada batang
Busuk akar yang dibiarkan akan menyebar ke bagian tanaman yang lain, salah satunya batang. Jamur yang menginfeksi akar akan menjalar ke pangkal batang hingga mengeluarkan tubuh buah berbentuk kipas berwarna coklat tua dengan tepi berwarna putih. Jika ada jamur di pangkal batang, sudah bisa dipastikan serangan busuk akar tanaman memang sudah berat.
- Akar berair dan membusuk
Jamur penyebab busuk akar tanaman akan membuat akar lebih lembek karena banyak air dan lebih mudah rusak. Dengan serangan seperti itu, otomatis akar tidak cukup kuat untuk menopang tanaman.
Cara Mengatasi Busuk Akar Tanaman
Busuk akar tanaman termasuk penyakit yang sangat mudah dan cepat menginfeksi tanaman lainnya. Penularannya melalui kontak fisik antara akar yang terkena busuk akar dengan akar yang sehat. Kabar baiknya, penyakit busuk akar tanaman bisa diatasi dengan berbagai cara berikut ini.
Penggantian media tanam
Jika tanaman mulai menunjukkan gejala, tanaman masih memiliki peluang untuk diselamatkan dengan penanganan yang tepat. Tanaman dapat dikeluarkan dari pot untuk memeriksa kondisi akar, kemudian bagian akar yang membusuk dipotong menggunakan alat steril agar infeksi tidak menyebar. Bekas potongan akar sebaiknya diberi bubuk kayu manis atau belerang untuk membantu mencegah serangan jamur lanjutan. Setelah itu, tanaman perlu dipindahkan ke media tanam baru yang lebih kering dan memiliki drainase baik karena media lama berpotensi masih mengandung jamur penyebab penyakit. Sebelum ditanam kembali, akar yang masih sehat disarankan diangin-anginkan terlebih dahulu di tempat teduh selama beberapa jam agar kelembapannya berkurang dan tanaman lebih mudah beradaptasi di media tanam baru.
Isolasi tanaman
Apabila jamur yang menginfeksi cukup berat, tanaman tersebut perlu diisolasi dari tanaman sehat lainnya. Saat isolasi, sisa akar yang sudah dipangkas harus dilarutkan ke dalam larutan fungisida atau hidrogen peroksida selama beberapa menit untuk membunuh spora jamur.
Perawatan yang tepat
Setelah melalui proses yang panjang untuk menghilangkan jamur pada akar, selanjutnya perlu dirawat dengan bijak terlebih saat musim hujan. Pada saat musim hujan inilah jamur rentan tumbuh kembali. Untuk itu, perhatikan kondisi media tanam, kebutuhan air, erasi media tanam, dan terkena cahaya matahari sepanjang hari.
Sekarang, kamu tidak perlu khawatir lagi saat musim hujan dan bayang-bayang penyakit diatas karena sudah baca artikel ini. Selain cara mengatasi busuk akar tanaman di atas, kamu juga bisa memberikan fungisida apabila jamur busuk akar tanaman tumbuh secara intensif – Inilah Bahan dan Merk Fungisida yang Mantap Digunakan Saat Musim Hujan. Yuk, simak artikel lainnya tentang rekomendasi saprodi pertanian dan tips pertanian lainnya hanya di blog Gokomodo, ya!



