Agri Edu

Jadi Unsur Hara Penting untuk Tanah, Begini Cara Aplikasi Dolomit untuk Lahan Musim Panas

Diterbitkan 15 Mei 2026, 21:57
Dolomit untuk Lahan Musim Panas

Kondisi tanah sangat penting bagi pertumbuhan tanaman sebab menjadi salah satu sumber penyerapan unsur hara. Salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tanah yakni derajat keasaman atau pH tanah. 

Tapi jangan khawatir! Ada dolomit yang dapat dimanfaatkan untuk menaikkan pH tanah terlalu asam sehingga dapat menetralisir keasaman. Jika kamu ingin segera mengaplikasikan dolomit untuk lahan musim panas, simak petunjuk lengkap berikut ini.

Cara Aplikasi Dolomit untuk Lahan Musim Panas

Mengaplikasikan dolomit pada tanah harus dilakukan secara tepat guna meningkatkan efektivitasnya. Berikut beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan agar aplikasinya berjalan sesuai rencana.

Waktu Aplikasi

Serbuk dolomit sebenarnya tidak dapat bekerja secara efektif jika diaplikasikan pada tanah yang kering kerontang. Meski demikian, bukan berarti dolomit tidak dapat diaplikasikan untuk lahan saat musim panas. 

Oleh karena itu, sebaiknya aliri lahan dengan air terlebih dahulu sampai cukup lembab sebab air berfungsi penting sebagai pelarut alami dan pengantar nutrisi. Kondisi tanah yang macak-macak atau sedikit berair sangat mendukung penyerapan dolomit.

Tingkat Kehalusan

Sumber: Andalas Dolomit Sejahtera

Banyaknya pilihan dolomit di pasaran seringkali membuat petani bingung untuk memilih produk yang paling tepat. Sebagai petunjuk, pilih dolomit yang memiliki butiran atau mesh yang paling halus sebab semakin halus maka semakin cepat reaksinya.

Kapur dolomit standar yang dapat ditemui yakni mesh 100 yang sangat mudah menyatu dengan partikel tanah. Sebaliknya, jika kapur dolomit berbentuk kerikil akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk hancur sehingga akan lebih lama terserap oleh tanah.

Dosis yang Dianjurkan

Sebelum mengaplikasikan dolomit, pastikan untuk melakukan uji tanah terlebih dahulu agar mengetahui dosis tepat yang dibutuhkan. Jika dolomit yang diaplikasikan terlalu sedikit, maka derajat keasaman tanah tidak akan banyak berubah.

Sebaliknya, jika terlalu banyak maka juga akan memberikan dampak buruk bagi tanaman hingga menyebabkan kematian. Apalagi gejala kelebihan pupuk ini tidak mudah dikenali di awal waktu sehingga perlu dilakukan pemantauan berkala.

Cara Aplikasi

Mengingat dolomit membutuhkan perlakuan khusus untuk dapat dengan mudah diserap tanah, maka cara aplikasi juga sangat penting. Dolomit tidak dapat ditabur begitu saja, apalagi jika tanah masih banyak ditumbuhi rumput.

Kapur dolomit juga tidak dapat langsung digunakan untuk menanam bibit sehingga perlu dibiarkan tercampur rata hingga kondisi tanah normal. Oleh karena itu, aplikasi dolomit harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum masa tanam agar lebih efektif.

Ciri-ciri Dolomit Telah Diserap oleh Tanah

Bagaimana kita tahu jika dolomit telah benar-benar menyatu dengan tanah? Dalam hal ini, kita bisa melihat beberapa ciri-ciri yang tampak, diantaranya:

Tekstur Tanah menjadi Gembur

Ciri yang paling mudah dikenali saat dolomit telah diserap oleh tanah yakni tanah menjadi gembur dan sangat remah. Berbeda dengan kondisi sebelum diaplikasikan dolomit yang awalnya lebih liat, lengket, dan keras.

Hilangnya Bau Busuk

Disadari atau tidak, tanah yang asam cenderung mengeluarkan bau khas yang menyengat sebab adanya timbunan gas beracun. Jika pH tanah mulai netral setelah diaplikasikan dolomit, otomatis bau tersebut akan otomatis hilang dan lahan akan lebih segar.

Muncul Akar Putih Baru

Untuk membuktikan efektivitas yang satu ini mungkin kamu perlu menggali tanah di dekat pangkal batang tanaman untuk melihat pertumbuhan akar baru. Tanaman yang terbebas dari tanah asam dan tumbuh dengan baik maka akan muncul serabut akar putih baru.

Gulma Asam Perlahan Mati

Meski jarang dibahas, ada beberapa jenis gulma yang menjadi indikator tanah yang asam seperti pakis-pakisan. Jika tanah yang asam sudah mulai netral, maka gulma-gulma tersebut akan otomatis menguning hingga mati perlahan.

Pemberian dolomit untuk lahan musim panas tentu membutuhkan perhatian ekstra agar hasilnya tetap optimal. Semoga artikel ini dapat membantumu dan menambah wawasan seputar dunia pertanian. Dapatkan informasi menarik lainnya di website Gokomodo, seperti Punya Limbah Rumah Tangga Menumpuk? Ikuti Cara Membuat Kompos Berikut

whatsapp
twitter
facebook
linkedin