Jangan Anggap Remeh Hama Pohon Mangga Ini, Kalau Kamu Ingin Panen Mangga Melimpah!

Budidaya pohon mangga sering dianggap relatif sederhana karena tanaman ini mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Meski demikian, proses perawatannya tetap membutuhkan perhatian yang cukup, terutama ketika tanaman mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan pada daun, batang, maupun buahnya. Gangguan tersebut sering kali muncul secara perlahan dan tidak selalu disadari pada tahap awal. Ketika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan mengurangi hasil panen yang diharapkan. Karena itu, pemahaman mengenai berbagai ancaman yang dapat menyerang pohon mangga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tanaman sekaligus memastikan produktivitasnya tetap terjaga. Salah satu penyebab gangguan yang merugikan tersebut bisa berasal dari hama. Nah, dari artikel ini kita akan mempelajari berbagai jenis hama pohon mangga beserta cirinya berikut ini!

Jenis Hama Pohon Mangga
Pohon mangga merupakan pohon yang jarang sekali bisa dipanen. Untuk itu, dalam proses budidayanya, perlu diwaspadai hama yang menyerang pohon mangga. Apa saja jenis hama pohon mangga?
Lalat buah
Lalat buah menjadi salah satu hama yang paling sering menyerang tanaman mangga, terutama saat buah mulai berkembang. Biasanya meletakkan telur di dalam buah yang masih muda. Setelah menetas, larva akan memakan daging buah dari dalam sehingga buah mangga menjadi busuk, berulat, dan mudah rontok sebelum matang. Serangan lalat buah sering kali sulit terlihat dari luar, tetapi dampaknya sangat merugikan karena dapat menurunkan kualitas dan jumlah hasil panen secara signifikan.
Wereng mangga
Selama ini kita hanya tahu ada wereng yang menyerang tanaman padi saja. Ternyata ada wereng mangga sebagai hama yang kerap mengganggu pertumbuhan tanaman mangga. Wereng mangga berukuran kecil yang berbentuk baji, biasanya berwarna coklat atau emas. Biasanya, wereng mangga menyerang dengan cara mengisap cairan pada daun, bunga, dan tunas muda. Akibatnya, bagian tanaman yang terserang bisa menguning, layu, bahkan rontok. Serangan wereng juga dapat menyebabkan bunga mangga gagal berkembang menjadi buah. Selain itu, cairan manis yang dihasilkan wereng sering memicu pertumbuhan jamur berwarna hitam yang membuat permukaan daun tampak kehitaman.
Penggerek batang
Penggerek batang mangga (Batocera rufomaculata) merupakan hama utama tanaman mangga yang berupa larva kumbang. Sesuai dengan namanya, penggerek batang mangga menyerang bagian batang atau cabang pohon mangga dengan cara membuat lubang dan terowongan di dalam batang yang dijadikan sebagai habitatnya. Selain bagian batang, penggerek batang mangga juga bisa ditemukan di bagian akar. Akibatnya, aliran nutrisi dalam tanaman mangga terganggu, yang mengakibatkan cabang menjadi kering dan pertumbuhan pohon tidak optimal. Jika serangan penggerek batang tidak segera ditangani, kerusakan bisa semakin meluas dan bahkan menyebabkan kematian pohon mangga. Serangan penggerek batang mangga juga bisa ditandai dengan lubang pada batang yang mengeluarkan kotoran seperti serbuk gergaji, kulit kayu terkelupas, dan cabang mangga mengering, hingga menyebabkan pohon mati.
Kutu putih
Kutu putih sering ditemukan pada daun, batang muda, atau bagian bawah daun mangga. Hama ini terlihat seperti gumpalan putih menyerupai kapas yang menempel pada permukaan tanaman. Kutu putih mengisap cairan tanaman sehingga pertumbuhan pohon mangga menjadi terhambat. Selain itu, hama ini juga menghasilkan cairan lengket yang dapat mengundang semut serta memicu munculnya jamur pada permukaan daun.
Ulat daun
Ulat daun merupakan hama yang menyerang bagian daun mangga dengan cara memakannya. Serangan ulat biasanya ditandai dengan daun yang berlubang atau bahkan habis dimakan hingga tersisa tulangnya saja. Jika jumlah ulat cukup banyak, kerusakan daun dapat mengganggu proses fotosintesis tanaman. Dampaknya, pertumbuhan pohon menjadi tidak optimal dan produksi buah mangga dapat menurun.
Thrips
Thrips adalah hama berukuran sangat kecil yang sering menyerang daun muda dan bunga mangga. Hama ini merusak jaringan tanaman dengan cara mengisap cairan pada permukaan daun atau bunga. Serangan thrips biasanya menyebabkan daun menjadi keriting, kering, atau berubah warna. Pada tanaman mangga yang sedang berbunga, thrips juga dapat mengganggu perkembangan bunga sehingga potensi pembentukan buah menjadi berkurang.
Jika kamu mengetahui tanda awal serangan hama di atas, segera lakukan pencegahan sebelum populasi hama semakin banyak. Saat serangan masih sedikit, kamu bisa menggunakan pengendalian dengan cara fisik maupun menggunakan agen hayati predator alami dari hama tersebut. Apabila populasi hama meningkat, bisa menggunakan pestisida dengan bahan organik dan pertimbangkan menggunakan pestisida kimia apabila populasi sudah padat dan sulit dikendalikan dengan cara yang lain. Yuk cari tahu jenis hama pohon mangga lainnya sekaligus cara pengendaliannya dengan membaca artikel Waspada Hama Pohon Mangga! Pastikan untuk Segera Melakukan Pengendalian yang Tepat dan artikel lainnya di blog Gokomodo, ya!



