Diterbitkan 8 Jun 2023

Mengapa Pupuk Satu Harga Menjadi Suatu Keharusan?

News
pupuk satu harga

Pupuk sudah menjadi bahasan utama dalam dunia pertanian Indonesia. Krisis pangan jadi ancaman utama apabila kebutuhan pupuk tidak terpenuhi sebagai supply utama tanaman pertanian Indonesia. Hal inilah yang mendasari agar pupuk satu harga menjadi penting untuk diterapkan pada pupuk subsidi.

Pupuk yang disubsidi negara acapkali juga diselewengkan. Padahal, hanya 40 persen pupuk subsisi yang tersedia dari total kebutuhan pupuk subsidi untuk petani sebesar 25 juta ton. Kementerian Pertanian mengatakan, petani kita membutuhkan 25 juta ton pupuk bersubsidi setiap tahun. Namun yang bisa disediakan pemeritah hanya  9,5 juta ton setahun atau sekitar 40 persen.

Banyak upaya yang dilakukan untuk penyaluran pupuk subsidi dengan yang tidak disubsidi. Syarat petani yang berhak memperoleh pupuk bersubsidi petani harus masuk dalam kelompok tani. Petani miskin yang seharusnya paling berhak mendapat subsidi pupuk justru kalah bersaing dengan mereka yang bukan petani. Pegawai bank, guru, karyawan swasta, atau pebisnis bisa saja masuk dalam kelompok tani karena mereka mengerti cara membuat kelompok tani.

Pupuk satu harga diharapkan jadi solusi pertanian

Permasalahan banyak sekali yang muncul di lingkup pertanian. Dengan permasalahan yang tampaknya tidak berujung, kebijakan yang tepat adalah pupuk satu harga. Jika pupuk satu harga, tidak mungkin ada penyelewengan di rantai produksi, distribusi hingga sampai ke petani.

Sebagai solusinya Kementan bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan perangkat desa. Dana tunai kepada petani akan meminimalisasi kecurangan di semua tingkatan dan lintas wilayah. Petani yang menerima dana tunai bebas memilih kapan membeli pupuk dan jenis pupuk yang akan dibelinya.

Permasalahan yang sering terjadi adalah waktu kebutuhan petani dan ketersediaan pupuk tidak sesuai. Petani butuh pupuk tetapi pupuk tidak tersedia. Pupuk tersedia, tetapi musim tanam petani sudah selesai. Kalau dana tunai diberikan ke petani, petani itu bebas menentukan waktu dan jenis pupuk yang akan dibeli. Penerima dana tunai apabila dilakukan dengan baik maka dana itu memicu kreativitas petani kita.

Begitulah alasannya mengapa pemerintah membuat program pupuk satu harga. Jika kamu tertarik untuk membaca artikel lainnya, kamu bisa membaca : Simak Tips Pemberian Pupuk Saat Curah Hujan Tinggi Yuk kunjungi website Gokomodo dan dapatkan ilmu yang bermanfaat.

whatsapp
twitter
facebook
linkedin