Diterbitkan 8 Dec 2022

Pembangunan Sawit Berkelanjutan Butuh Dukungan Semua Pihak Terkait

Agri Edu

Pembangunan perkebunan sawit harus terus dijalankan mengingat manfaatnya yang sangat besar bagi perekonomian bangsa. Tidak hanya sangat menguntungkan secara ekonomi, keberhasilan pembangunan perkebunan sawit juga memiliki kontribusi yang besar dalam mengatasi permasalahan pembangunan ekonomi dan wilayah, seperti masalah kemiskinan, pengangguran, dan pembangunan daerah.

Sawit menjadi satu dari tiga komoditas unggulan ekspor yang menyumbang sekitar 52% minyak sawit kepada pasar dunia. Industri sawit juga menghasilkan sekitar 40% dari total minyak nabati dunia. Dengan dukungan dari semua pihak terkait, pembangunan industri sawit tentunya akan semakin berkembang pesat.

Lebih dari itu, industri ini juga melibatkan banyak pelaku usaha dengan berbagai latar kelompok ekonomi. Perkembangan perkebunan sawit yang hingga kini mencapai luas 16,38 juta hektare ini juga telah mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 17 juta kepala keluarga, petani, serta karyawan yang bekerja dalam sektor on farm dan off farm.

Pembangunan Perkebunan Sawit Berkelanjutan

Melihat prospek industri sawit di masa depan, pembangunan perkebunan sawit berkelanjutan harus segera diterapkan. Peran serta pemerintah dalam penerapan prinsip dan kriteria Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dalam industri ini juga sangat dibutuhkan. Penerapan ISPO ini harus benar-benar menjadi landasan pengembangan kelapa sawit yang diterapkan di lapangan. Hal ini sebagai respon atas kebijakan ekspor minyak sawit ke Eropa yang mana memiliki syarat tidak adanya kriteria deforestasi dan hilangnya biodiversity dalam bahan baku bio-fuel yang akan diekspor.

Pembangunan perkebunan sawit berkelanjutan ini diterapkan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang disertai penerapan keseimbangan faktor-faktor ekonomi, ekologi, dan sosial. Seperti dalam aspek ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa negara. Hal ini tentu saja akan membuat pertumbuhan dan perkembangan pembangunan wilayah semakin merata.

Di sisi lain, pembangunan perkebunan kelapa sawit dari aspek ekologi juga akan memberikan manfaat, seperti mengurangi degradasi atau erosi lahan, mengoptimalkan lahan-lahan kritis atau terlantar, memberikan kontribusi terhadap pengurangan ozon, serta menjadi penyeimbang ekosistem. Sementara dari aspek sosial, pembangunan ini akan memberikan kontribusi dalam menciptakan pemerataan pembangunan, membuka lapangan kerja, mengurangi angka kemiskinan, dan memberikan akses pengelolaan lahan.

Upaya Pembangunan Perkebunan Sawit Berkelanjutan dari Hulu sampai Hilir

Lebih jauh, pengembangan perkebunan sawit berkelanjutan juga dapat disertai program penelitian dan pengembangan dari hulu ke hilir. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah industri sawit sehingga tidak hanya berfokus pada bahan baku saja. Selain itu, pengetahuan akan budidaya, pengolahan hasil, industri, pasar, dan nilai produk perkebunan serta potensi pengembangan usaha juga akan semakin meningkat.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk membangun perkebunan sawit berkelanjutan antara lain, meningkatkan produksi dan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dengan klon–klon unggul, memperkuat sistem kelembagaan di antara petani, menerapkan Good Agriculture Practices (GAP) sesuai kaidah pembangunan perkebunan berkelanjutan, meningkatkan dukungan infrastruktur dan integrasi kelapa sawit dengan ternak, serta mengembangkan nilai tambah kelapa sawit melalui pembangunan industri dalam negeri, seperti industri minyak goreng, bio-fuel atau oleokimia.

Guna mendorong pembangunan sawit berkelanjutan, beberapa upaya yang telah diterapkan Pemerintah, antara lain melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) 2019-2024, Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), dan Program Strategis Nasional tentang Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peran serta seluruh pihak terkait, mulai dari Pemerintah, perusahaan, hingga petani dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan sangatlah penting. Dengan demikian, harapan akan kemajuan perekonomian bangsa Indonesia akan semakin mudah diwujudkan. 

Tertarik dengan informasi seputar perkebunan kelapa sawit di Indonesia? Kunjungi website Gokomodo untuk artikel menarik lainnya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin