Diterbitkan 31 Jul 2023

Penaung Tanaman Kakao: Manfaat dan Resiko

Agri Edu
penaung tanaman kakao

Siapa yang tidak mengenal tanaman satu ini? Kakao adalah pohon budidaya di perkebunan yang berasal dari Amerika Selatan, tetapi sekarang ditanam di berbagai kawasan tropika. Dari biji tumbuhan ini dihasilkan produk olahan yang dikenal sebagai cokelat. Kakao juga merupakan salah satu komoditas perkebunan yang dapat berbuah sepanjang tahun. Tanaman ini perlu daerah dengan kelembapan udara tinggi, suhu udara tinggi, dan penyinaran matahari teduh.

Penyinaran matahari teduh merupakan sinar matahari yang masuk sekitar 60-80% dari cahaya langsung. Oleh karena itu dalam budidayanya, tanaman kakao memerlukan naungan. Tanaman penaung kakao perlu pengaturan dan pemilihan tanaman naungan yang tepat, agar budidaya berhasil danmempunyai produktivitas tinggi.

Fungsi penaung tanaman kakao

a. Berfungsi menaungi, meredam suhu maksimum dan suhu minimum yang dapat merusak kakao.

b. Pemecah/pematah angin. Daun kakao mudah rontok, terutama daun yang lebih muda. Untuk itu diperlukan adanya tanaman naungan.

c. Mencegah terjadinya erosi pada lahan, terutama lahan yang miring.

d. Menambah pendapatan sampingan. Tanaman penaung yang ditanam dapat dipilih dengan tanaman yang mempunyai nilai jual seperti pisang, kelapa, dan lainnya.

Manfaat tanaman penaung kakao

Budidaya tanaman kakao memerlukan naungan yang dapat mengurangi cahaya yang masuk. Tanaman penaung yang biasanya digunakan adalah Moghania macrophylla sebagai penaung sementara dan, Lamtoro atau Glirisidia sebagai penaung tetap.

Kamu juga bisa memanfaatkan tanaman penaung yang mempunyai nilai ekonomis seperti pisang, kelapa, dan sengon atau jati sebagai tanaman tepi. Namun pemanfaatan tanaman bernilai ekonomis tersebut adalah pengaturan tata tanam agar persaingan antara tanaman kakao dengan tanaman penaung tersebut diusahakan seminimal mungkin, dan dapat memberikan naungan yang cukup untuk tanaman kakao.

Risiko adanya penaung tanaman kakao

Memiliki tanaman penaung, berarti dilakukan perawatan agar tidak menimbulkan masalah seperti hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman utama. Tanaman penaung juga meningkatkan kelembapan sehingga meningkatnya serangan penyakit. Penyakit umum yang menyerang disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora yang dapat menyebabkan busuk pada tanaman kakao.

Tanaman penaung yang rimbun juga akan meningkatkan serangan hama, contohnya hama penggerek buah kakao (PBK-Conopomorpha cramerella). Kakao yang tumbuh rimbun akan disukai oleh hama ini, karena sinar matahari terhalang untuk masuk sehingga kondisi tersebut menjadi tempat nyaman hama.

Resiko yang terakhir adalah apabila tanaman penaung tidak diatur dengan baik akan menimbulkan masalah. Tanaman naungan yang terlalu rapat dengan tanaman pokok akan mempunyai potensi terjadinya persaingan dalam memperoleh unsur hara, air, dan sinar matahari. Hal ini dapat dicegah dengan cara melakukan pengaturan jarak tanam antar sesama tanaman penaung dengan tanaman pokok.

Itulah manfaat dan resiko dari penggunaan penaung pada tanaman kakao. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kamu yang ingin berbudidaya tanaman kakao saat ini. Kamu bisa membaca artikel satu ini untuk melengkapi wawasan kamu – Menjaga Kualitas Saat Proses Panen dan Pasca Panen Cokelat. Pantau terus artikel menarik lainnya di website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin
Blog terbaru
Pengetahuan agrikultur, tips, dan sumber daya dari tim kami.