Diterbitkan 26 Sep 2023

Pengolahan Daun Tembakau Hingga Menjadi Produk

Agri Edu
Pengolahan daun tembakau

Sebagai warga Indonesia, tentu sudah tidak asing lagi dengan tembakau. Tanaman dengan bahasa latin Nicotana Tabacum sudah dikenal masyarakat sebagai bahan baku utama pembuatan rokok. Rokok menjadi ‘pahlawan’ pendapatan negara sebab Indonesia memilki jumlah perokok sebanyak 112 juta pada tahun 2021 dan diperkirakan akan meningkat pada tahun 2030.

Bahkan, penggunaan rokok elektrikpun sudah menjadi gaya hidup sama halnya dengan pemakaian rokok konvensional. Baik rokok elektrik maupun rokok konvensional keduanya menggunakan daun tembakau sebagai bahan baku utama. Penasaran bagaimana cara pengolahan daun tembakau hingga menjadi rokok?

Pemilihan Daun Tembakau

Sumber: investasi-perizinan.ntbprov.go.id

Saat mulai memanen daun tembakau, tentunya sudah ada beberapa kriteria pemilihan daun tembakau agar saat diolah menghasilkan rokok yang berkualitas. Hal yang paling mempengaruhi ‘rasa’ rokok yaitu kematangan daun tembakau. Berikut kriteria daun tembakau yang dipilih untuk diolah menjadi rokok

Ciri daun dengan tingkat masak yang pas

Tingkat kemasakan sempurna pada daun tembakau menandakan kondisinya pada tingkatan yang optimal. Saat masak sempurna, daun tembakau memilki kandungan pati yang tinggi sehingga menghasilkan kerosok dengan kandungan gula yang tinggi. Penentuan tingkat masak daun dapat dilihat dengan mengamati perubahan warnanya. Kemasakan daun sempurna berwarna hijau kekuningan, merata, dan terkesan sudah tidak segar lagi disebabkan oleh kandungan klorofil rendah serta kadar pati yang tinggi. 

Posisi daun tembakau saat masak sempurna

Daun tembakau yang terletak paling atas memliki kandungan nikotin yang paling tinggi. Sebaliknya, semakin daun terletak di bagian bawah batang menandakan kandungan nikotinnya masih rendah. Kandungan pati yang tinggi sering dijumpai pada daun bagian tengah batang dan semakin ke atas mengalami penurunan kadar. Kandungan klorofil terbanyak dapat diumpai pada daun tembakau bagian atas batang. 

Selain memilih daun yang berkualitas, proses panen hingga pengolahan daun tembakau menjadi rokok juga tidak kalah penting. 

Panen daun tembakau

Masa panen daun tembakau yaitu 40-50 hari yang dilakukan bertahap 5-7 kali pemetikan dan waktu pemetikan daun diseling 3-7 hari. Jumlah daun yang biasanya dipetik berkisar 2-5 lembar pada setiap pemetikan. Waktu yang paling tepat untuk melakukan panen yaitu pukul 08.00-11.00 atau 14.30-16.30. Cara memetik daun tembakau harus benar seperti memutar bagian pangkal daun ke kiri atau ke kanan seluar 180 derajat. Tidak semua daun tembakau dapat dipetik, hanya 2-3 lembar daun tembakau bagian bawah dan 4-6 lembar daun tembakau bagian atas. 

Setelah proses pemetikan daun selesai, daun tembakau dimasukkan ke dalam keranjang dengan posisi pangkal daun di bawah dan disimpan pada tempat yang teduh. Jangan lupa untuk menggulungnya dengan karung agar tidak memar/sobek saat diangkut ke gudang.

Pengolahan daun tembakau

sumber: www.pexels.com/photo

Setelah daun tembakau selesai dipanen, tembakau kemudian diolah oleh petani terlebih dahulu sebelum dijadikan rokok. Proses pengolahannya meliputi

  • Pengikatan daun tembakau. Sebelum diikat, daun tembakau disusun perhelai kemudian diikat menggunakan tali rafia pada bagian tengah daun tembakau.
  • Pemeraman, yaitu menumpuk daun yang sudah diikat pada area pemeraman. Pemeraman diatur menjadi satu lapis daun tembakau agar tidak rusak karena tertindih. Proses pemeraman memakan waktu 2-3 hari.
  • Sortir daun tembakau berdasarkan warna kuning-oranye, kuning lemon, kuning muda, dan cokelat kehitaman. 
  • Perajangan dalam bahasa Indonesia artinya pemotongan. Proses ini menggunakan mesin pemotong listrik. Daun yang dipotong yaitu daun yang berwarna kuning kecokelatan. Setelah dipotong kemudian daun tembakau disusun secara merata di atas widig (anyaman bambu) berukuran 2,4 x 1,1 meter.
  • Setelah diletakkan pada widig, proses selanjutnya yaitu pengeringan daun tembakau. Pengeringan dilakukan pada tempat yang luas dan terkena sinar matahari. Tidak lupa untuk membalik widig agar tembakau kering sempurna.
  • Jika sudah mulai kering, tembakau yang selesai dijemur didiamkan sebentar hingga lemas lalu bisa digulung menggunakan keranjang dari anyaman bambu. Tembakau kering yang sudah dibungkus rapi kemudian dibawa ke pabrik untuk diolah menjadi rokok.

Selain diberikan ke pabrik untuk dijadikan rokok konvensional, sekarang ini banyak ditemui penjual yang menjual tembakau kering langsung ke konsumen. Biasanya peminat tembakau kering adalah orang-orang yang suka membuat rokoknya sendiri atau dikenal dengan sebutan linting dewe (tingwe) yang memilki arti linting sendiri. Rokok tingwe dibuat dengan cara menata daun tembakau dan cengkeh pada kertas rokok kemudian digulung menggunakan tangan atau alat khusus. Selain memberi kenikmatan tersendiri, ternyata daun tembakau yang digunakan untuk membuat rokok tingwe tidak dikenakan CHT (Cukai Hasil Tembakau).

Kandungan dan Manfaat Daun Tembakau

Daun tembakau terkenal dengan kandungan nikotin yang tinggi. Namun ternyata banyak masih ditemukan kandungan lain dalam daun tembakau seperti saponin, flavonoid, alkaloid, minyak terbang, dan polifenol. Manfaat daun tebu tidak sebatas digunakan untuk rokok saja, tetapi dimanfaarkan karena mampu:

  1. Menghasilkan protein anti kanker
  2. Mengobati gigitan lintah karena mengandung neurotoxin.
  3. Mengobati diabetes dan membentuk anti bodi.
  4. Anti radang karena mengandung cytokine
  5. Membantu pengobatan HIV/AIDS
  6. Memeliharan kesehatan ternak dan tanaman
  7. Dijadikan sebagai biofuel

Meskipun daun tembakau hanya dikenal membawa bahaya bagi tubuh karena mengandung nikotin yang tinggi, ternyata masih ditemukan beberapa manfaatnya salah satunya adalah pembuatan pestisida nabati. Jangan lewatkan artikel tentang perkebunan tembakau seperti Apa Saja yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Perkebunan Tembakau di Indonesia? dan sejenisnya hanya di website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin