Agri Edu

Viral di Kalangan Petani! Cara Mengatasi Daun Sawit Kuning dengan Perawatan Tepat

Diterbitkan 17 Apr 2026, 09:28
Mengatasi Daun Sawit Kuning

Dalam budidaya kelapa sawit, kondisi tanaman yang sehat menjadi faktor penting untuk mendukung produktivitas dan hasil panen yang optimal. Salah satu fenomena yang cukup sering ditemukan di area perkebunan adalah perubahan warna daun sawit menjadi kekuningan. Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai fase pertumbuhan tanaman, baik saat tanaman masih muda maupun ketika sudah memasuki masa produksi. Perubahan warna daun biasanya muncul secara bertahap dan sering menjadi perhatian petani karena daun memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan tanaman.

Selain memengaruhi tampilan tanaman, daun sawit yang menguning juga dapat menjadi tanda bahwa kondisi pertumbuhan tanaman sedang mengalami perubahan tertentu. Oleh karena itu, pemantauan kondisi daun dan perkembangan tanaman secara rutin sangat penting dilakukan agar setiap perubahan dapat diketahui lebih awal. Dengan perhatian dan perawatan yang tepat, kondisi tanaman sawit dapat tetap terjaga sehingga pertumbuhan dan produktivitas kebun berjalan lebih optimal dalam jangka panjang.Nah, kali ini Gokomodo akan memberikan penjelasan tentang penyebab dan mengatasi daun sawit kuning.

Penyebab Daun Sawit Kuning

Kesehatan tanaman sawit bisa diketahui dari perubahan warna daun. Tanaman sawit yang sehat, daunnya berwarna hijau. Tetapi, jika ditemukan adanya masalah, pasti daunnya juga akan berubah warna menjadi kuning. Sebenarnya, apa saja sih penyebab daun sawit kuning? 

Serangan jamur

Salah satu penyebab daun kelapa sawit menguning yang paling umum adalah serangan jamur patogen Ganoderma boninense yang menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi pada tanaman sawit. Infeksi ini biasanya ditandai dengan munculnya bercak kuning pada daun yang menyebar hingga bagian tengah daun. Jika tidak segera ditangani, warna daun dapat berubah menjadi kehitaman seperti terbakar sinar matahari dan kondisi tanaman semakin rapuh. Tanaman sawit dengan daya tahan rendah lebih rentan terserang penyakit ini, terutama pada usia 2 hingga 4 bulan setelah tanam.

Kekurangan nutrisi

Pada manusia, rambut yang kekurangan nutrisi biasanya akan rontok atau berubah warna menjadi kecoklatan dan kering. Hal yang sama juga bisa terjadi pada tanaman sawit. Apabila tanaman sawit kekurangan unsur hara yang berujung pada kekurangan bahan organik atau biasa disebut dengan molekul kation. 

Molekul kation ini berfungsi mengikat nutrisi dari dalam tanah, sehingga tanaman sawit bisa mendapatkan nutrisi untuk pertumbuhannya. Dengan bantuan molekul kation ini, unsur hara makro dan mikro pada tanah bisa diserap dengan baik melalui akar dan diedarkan ke seluruh bagian tanaman. 

Tanah masam

Sudah familiar dengan istilah tanah masam? Tanah masam merupakan kondisi tanah dimana kadar pH nya terlalu rendah, sehingga tanah bersifat masam. Tanah pH tanah yang optimal biasanya berkisar antara 5,5-6,5 dan kondisi tersebut memang sulit dicapai.

Residu penggunaan bahan kimia

Selain kapur dolomit, tanaman sawit juga memerlukan nutrisi dan perlindungan  yang menggunakan bahan anorganik, seperti pupuk anorganik dan pestisida anorganik. Meskipun penggunaanya dibatasi apabila serangan hama dan penyakitt sangat berat, tetap saja masih menimbulkan sisa-sisa bahan kimia yang menempel di tanah maupun tanaman. Hal ini bisa menyebabkan daun sawit bewarna kuning. 

Kekurangan air

Meskipun tanaman sawit bisa tumbuh di lahan gambut dan minim air, tetap saja tidak boleh kekurangan air. Salah satu tanda tanaman sawit kekurangan air yaitu daun yang berubah warna menjadi kuning dan daun mengering. 

Cara Mengatasi Daun Sawit Kuning

Setelah mengetahui berbagai penyebab daun sawit kuning, tentu saja akan lebih mudah mencari tahu cara mengatasinya. Nah, ada beberapa cara mengatasi daun sawit kuning yang bisa dilakukan dengan mudah. 

  • Jika daun kunng disebabkan oleh serangan jamur, ada dua cara mengatasinya, yaitu dengan menggnakan fungisida untuk jamur Ganoderma boninense dan melakukan pengecekan rutin pada bagian daun sawit mulai tanaman berusia 2-4 bulan setelah tanam. Pada usia tersebut, daun sawit memang rentan terkena infeksi jamur. 
  • Apabila daun kuning disebabkan karena kekurangan unsur hara, maka diperlukan pupuk tambahan yang setidaknya mengandung 5-7 macam unsur hara makro dan mikro, dengan komposisi unsur hara makro lebih banyak. Untuk hasil yang lebih baik, gunakan pupuk yang dikhususkan untuk kelapa sawit.
  • Daun sawit kuning yang disebabkan oleh pH tanah yang terlalu masam, perlu diberi kapur dolomit atau kapur pertanian di dekat akar. Penjelasan tentang kapur dolomit atau kapur pertanain bisa kamu baca di artikel Apa Sih Hubungannya Pupuk Dolomit dan Perkebunan Kelapa Sawit? Yuk, Simak Disini ya!
  • Jika warna kuning pada daun disebabkan karena residu bahan kimia yang ada di permukaan tanah, pastikan untuk lebih menggemburkan tanah dan mengecek kesuburan tanah secara berkala. Selain itu, mencampurkan penggunaan pupuk kimia dan organik membantu mengurangi residu bahan kimia pada tanah. 
  • Saat kekurangan air, tidak hanya daun sawit saja yang menguning. Pasti beberapa bagian tanaman yang lain juga menunjukkan gejala kekurangan air, seperti batang mengering dan rapuh, daun berguguran, dan tanah terlihat pecah-pecah. Pastikan tanaamn sawit mendapatkan cukup air dengan cara menyiraminya secara teratur saat musim kemarau.

Itulah beberapa penyebab daun sawit kuning dan cara mengatasinya. Setelah ini kamu tidak perlu kebingungan apabila mendapati daun sawit berubah menjadi kuning. Pastikan kamu menggunakan produk perawatan kelapa sawit bernutrisi yang bisa kamu dapatkan di GokoMart terdekat. Jangan lewatkan artikel lain tentang kelapa sawit di blog Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin