Diterbitkan 29 Sep 2023

Yuk, Mengenal Pasca Panen Honey dan Natural pada Kopi!

Agri Edu
Pasca Panen Honey dan Natural

Proses tanam yang baik menghasilkan panen yang baik pula. Setelah buah masak, hal yang perlu dilakukan setelahnya yaitu Namun, perjalanan untuk mendapatkan buah terbaik tidak berhenti pada proses panen, salah satunya panen kopi – Begini Cara Panen Kopi Arabika yang Tepat.

Panen kopi yang benar akan menghasilkan kopi yang berkualitas pula. Lalu, apakah berhenti disitu saja? Tentu tidak. Ada proses pasca panen yang harus dilalui oleh kopi sebelum diolah ke pabrik. Metode pasca panen salah satu yang terkenal yaitu pengolahan kopi dengan metode natural dan honey.

Sekilas Tentang Pasca Panen Kopi

Pasca panen kopi merupakan serangkaian proses yang harus dilalui kopi setelah selesai proses panen dan sebelum diolah oleh pabrik. Dalam proses pasca panen, tidak semua bagian kopi akan digunakan saat diolah. Sebelum mengolahnya, penting untuk mengetahui beberapa bagian buah kopi seperti pericarp dan biji kopi. Pericarp terdiri dari beberapa lapisan antara lain kulit luar (outer rind), daging kulit (pulp), lapisan getah (mucilage), dan kulit tanduk (parchment). Biasanya saat memulai pengolahan pasca panen kopi, bagian pericarp harus dibersihkan. Dilain sisi, ada beberapa pengolahan kopi yang membutuhkan bagian dari pericarp. Jangan salah, ada bagian pericarp yang bisa membuat rasa kopi menjadi enak, lho. Baca selengkapnya pada pembahasan di bawah ini.

Pasca Panen Kopi: Metode Natural

Proses pasca panen kopi secara natural yaitu proses pengeringan kopi langsung dengan buahnya dan menjadi proses pengolahan kopi paling sederhana. Metode natural dilakukan dengan cara buah kopi yang sudah dipetik langsung dikeringkan menggunakan panas matahari. Proses pengeringan ini juga memerlukan pengawasan karena biji kopi perlu dibolak-balik agar kering merata dan menghindari tumbuhnya jamur serta pembusukan buah kopi. 

Pengeringan dengan proses natural memakan waktu sekitar 5-6 minggu, tergantung iklim dan cuaca pada saat pengeringan. Dengan pengeringan secara manual, maka fermentasi buah kopi akan lebih natural dan alami. Kopi yang dihasilkan umumnya meninggalkan rasa buah-buahan pada kopi seperti blueberry, strawberry, dan buah-buahan lainnya. Selain itu, kopi yang diproses secara natural akan memiliki kadar keasaman yang rendah dan rasa yang eksotis.

Metode Pasca Panen Kopi: Metode Honey

Pasca panen kopi dengan metode honey pengeringan kopi yang harus melalui proses pengupasan dan pengeringan bersamaan dengan mucilage (lapisan getah) yang masih menyelimuti biji kopi. Dinamakan honey process karena mucilage masih menyerap udara sehingga membuat biji kopi lengket seperti madu.

Proses ini dinilai lebih sulit untuk dilakukan. Kunci dari teknik pengupasan ini adalah mucilage yang masih menempel pada biji kopi. Mucilage ini yang membuat rasa kopi yang seimbang antara manis dan asamnya. Dari sortiran metode honey process menghasilkan 3 jenis honey-processed coffee, antara lain:

  • Yellow honey yang diperoleh ketika mucilage hanya tersisa 25% saja. Proses pengeringan dilakukan di temapt yang tidak terlalu teduh agar proses pengeringan lebih cepat. Untuk menghasilkan yellow honey coffee diperlukan waktu selama 8 hari.
  • Red honey mengandung 50% lapisan mucilage saja. Proses pengeringannya dilakukan saat cuaca mendung atau di tempat yang teduh. Kopi jenis ini memakan waktu pengeringan selama 12 hari.
  • Black honey menjadi proses yang paling beresiko dan paling lama diantara dua jenis kopi lainnya. Pada kopi ini, lapisan mucilage yang digunakan yaitu 100%. Proses pengeringannya memakan 30 hari dan diletakkan di bawah shelter untuk hasil yang maksimal. Hasilnya, kopi ini memiliki rasa yang paling kompleks dibandingkan dengan kopi-kopi lainnya. 

Adakah Metode Pengolahan Kopi Lainnya?

Tentu saja ada! Semakin berkembangnya zaman dan mudahnya akses ilmu pengetahuan, para botanis sudah mengembangkan cara pengolahan kopi lainnya, seperti:

  1. Proses pengolahan hybrid yaitu pengolahan kopi yang memadukan proses basah dan proses kering. Proses basah sendiri menggunakan air untuk mengolah kopi, sedangkan proses kering tidak menggunakan air. 
  2. Proses eksperimental yaitu proses pengolahan kopi yang memadukan keseluruhan tahapan proses secara umum, seperti proses anaerob dan lactic.
  3. Proses senja yaitu pemrosesan kopi yang terfokus dengan hasil panen dan pengolahannya diawali dengan fermentasi menggunakan metode lactic.
  4. Proses pucuk yaitu metode pemrosesan kopi yang menggunakan dua kali teknik fermentasi. Metode fermentasi yang digunakan yaitu metode lactic.
  5. Proses kamala yaitu proses pengolahan kopi yang menggunakan beberapa teknik fermentasi yang berbeda. Untuk permulaan menggunakan proses teroir-spesifik dan pengeringan kopi menggunakan proses natural. Singkatnya proses kamala menggunakan proses kering yang menggunakan fermentasi metode lactic.

Cara panen kopi bisa dibilang susah-susah gampang. Namun jika kamu mau belajar, maka pemanenan buah satu ini akan terasa mudah. Tertarik dengan informasi seputar kopi lainnya? Baca berbagai artikel menarik hanya di website Gokomodo, ya! 

whatsapp
twitter
facebook
linkedin