Header GokoUp dan GokoZone
Agri Edu

3 Hama Padi Ini Perlu Dibasmi Kalau Tidak Ingin Hasil Panen Turun Drastis

Diterbitkan 22 Jan 2026, 14:01

Hama sebagai makhluk hidup memang diciptakan untuk mengganggu produksi tanaman pangan, salah satunya padi. Padi merupakan tanaman yang menghasilkan beras–makanan pokok di Indonesia. Hama yang tumbuh dibawah batas wajar terkadang masih bermanfaat untuk menjaga keseimbangan ekosistem di lahan persawahan. Lalu, hama padi apa saja yang harus diwaspadai karena pertumbuhan yang pesat bisa merugikan petani? Simak penjelasannya berikut ini, ya. 

Sumber: Paul Hoekman on Pexels

Jenis Hama Padi dan Pengendaliannya

Tidak bisa dipungkiri dengan adanya hama yang menyerang tanaman padi bisa menurunkan hasil panen yang berdampak pada ketahanan pangan di Indonesia. Untuk itu, perlu mengenali apa saja jenis hama yang menyerang padi serta cara pengendaliannya. Yuk,baca penjelasan ini sampai selesai, ya!

Wereng

Siapa yang tidak kenal dengan wereng? Wereng memang hama khas tanaman padi yang meresahkan para petani. Wereng merugikan tanaman padi dengan cara menghisap cairan tanaman. Ciri fisik wereng yang bisa diperhatikan seperti warna tubuh kecoklatan dengan panjang 2-4,4 mm. Ketika sudah dewasa, wereng memiliki dua bentuk, yaitu wereng bersayap pendek dan bersayap panjang. Wereng coklat memiliki kecenderungan monofag, yang artinya hanya menginfeksi tanaman padi dan padi liar. 

Middle GokoUp dan GokoZone

Biasanya wereng mulai menyerang padi saat tanaman padi berusia 15 hari setelah tanam. Wereng dapat berkembang dengan pesat di daerah beriklim sedang dan terpengaruh dari varietas padi yang ditanam. Apabila didapati wereng sejumlah 10-15 ekor per rumpun, maka sudah bisa dikatakan serangan berat.

Tenang saja, wereng bisa dicegah dan dikendalikan sebelum populasinya padat. Ada beberapa pencegahan yang bisa dilakukan, seperti menggunakan benih padi varietas tahan wereng batang coklat, menerapkan sistem rotasi tanaman dan tanam padi serentak, hindari pemberian pupuk tinggi nitrogen dalam jumlah banyak, dan lakukan sanitasi lahan berkala.

Pengendalian wereng dalam jumlah yang wajar cukup dengan menggunakan pestisida alami dari bawang putih, biji daun sirsak, dan serai, atau bisa juga menggunakan predator alami. Apabila cara tersebut tidak memungkinkan, coba beri insektisida dengan bahan aktif imidakloprid atau insektisida kontak lainnya. 

Penggerek batang padi

Penggerek batang padi juga dikenal dengan kemampuannya yang merugikan petani. Parahnya lagi, hama penggerek batang padi menyerang di semua fase pertumbuhan tanaman padi yang berarti mulai fase persemaian hingga panen. Gejala serangannya terbagi menjadi dua, yaitu sundep dan beluk. Sundep terjadi sebelum padi berbunga yang ditandai dengan daun padi muda yang menguning, tergulung, dan mengering lalu mati. Sedangkan beluk terjadi setelah malai keluar, yang ditandai dengan bunga atau bulir padi yang baru muncul berwarna putih, berguguran, dan bulir nya kosong. 

Kabar baiknya, penggerek batang padi bisa dicegah sebelum populasi semakin padat dan dikendalikan ketika terlalu banyak populasinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hama penggerek batang padi, seperti:

  1. Menggunakan kultur teknis berupa tanam serempak, rotasi tanaman, sanitasi lahan, hingga panen bersih.
  2. Pengendalian mekanis dan fisik, berupa pengumpulan telur penggerek yang ditemukan di persemaian, menggunakan lampu perangkap untuk menangkap penggerek batang padi dewasa, dan lakukan pemantauan. 
  3. Pengendalian hayati dengan menggunakan musuh alami, misalnya menggunakan parasitoid Trichogramma japonicum, capung, burung, dan laba-laba.
  4. Pengendalian kimiawi yang dilakukan apabila populasi penggerek padi sudah melebihi batas wajar dan sulit dikendalikan dengan cara yang lain. Pengendalian penggerek batang padi secara kimiawi menggunakan insektisida dengan bahan aktif Fiproline atau menggunakan biopestisida dengan bakteri endofitik.

Tikus

Siapa sih yang tidak resah saat melihat tikus berseliweran? Tikus di sawah pun masih bisa membuat petani jengkel bahkan bisa mengancam menurunnya hasil panen lho. Diantara hama utama yang lain, tikus menjadi hama yang paling sulit dikendalikan karena perkembangbiakannya cepat dan kerusakan yang dihasilkan bisa parah dalam waktu yang singkat. Tikus bisa menyerang mulai dari fase tanam hingga menjelang panen. 

Pengendalian tikus dilakukan secara berkelanjutan, jika tidak maka seluruh lahan persawahan bisa berubah menjadi habitat tikus serta padi menjadi makanan utamanya. Ada beberapa metode yang biasanya dilakukan untuk mengendalikan tikus, seperti manual, mekanik, elektri, dan kimiawi. Pengendalian manual dilakukan dengan cara sanitasi saluran air, sanitasi lahan, memasang orang-orangan sawah, dan menggunakan burung hantu – Pemerintah Berikan 1.000 Burung Hantu Demi Tingkatkan Produksi Pertanian, Apa Saja Fungsi Burung Hantu?. Pengendalian mekanis biasanya menggunakan alat semprot api yang diarahkan pada lubang tikus. Sedangkan pengendalian elektrik merupakan pengendalian yang memanfaatkan sengatan listrik, ultrasonic, dan penggunaan cahaya secara berkala. Jika memang sulit dikendalikan, bisa menggunakan rodentisida yang diletakkan di sudut-sudut habitat tikus maupun di tempat yang biasanya dilalui oleh tikus. 
Mengetahui hama utama yang menyerang tanaman padi bisa membantu para petani untuk mencari tahu bagaimana cara terbaik untuk pengendalian dan pencegahannya. Sebagai bagian dari pengendalian hama terpadu, GokoMart menyediakan berbagai saprodi pertanian yang bisa dibeli untuk mencegah hama padi sekaligus mengendalikannya–mulai dari saprodi organik hingga kimia. Penasaran apa saja yang bisa kamu beli di GokoMart? Coba deh mampir ke blog Gokomodo dulu, yuk!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin
Footer Gokoup Dan GokoZone
Sehari Jadi Petani Episode 2