Mulai Produktif dengan Tanam Singkong di Lahan! Dijamin Gak Akan Rugi!

Orang Indonesia tentu sudah tidak asing dengan singkong. Apalagi sekarang menjadi trend real food karena banyak sekali penjual umbi-umbian rebus, termasuk singkong di dalamnya. Apakah makan singkong memberikan manfaat bagi tubuh? Yuk, cari tahu manfaatnya sekaligus cara budidayanya di artikel ini, ya!

Manfaat Tanam Singkong
Sebagai salah satu super food, singkong memiliki beragam manfaat positif untuk kesehatan tubuh. Apa saja ya manfaat tanaman singkong?
Sumber energi
Ada alasan tersendiri mengapa singkong menjadi makanan pokok di Indonesia, tidak lain karena kalori pada singkong cukup besar sebagai sumber energi. Kalori pada 100 gram singkong sebanyak 110-150 kalori. Ternyata jumlah kalori tersebut lebih tinggi dibandingkan jenis umbi lainnya. Nah, sudah cocok untuk mengganti nasi dengan singkong sebagai pangan pokok.
Menjaga berat badan ideal
Sebagai salah satu makanan pokok, singkong memiliki kandungan karbohidrat yang kompleks. Karbohidrat kompleks sangat bagus dikonsumsi untuk orang yang sedang menurunkan dan menjaga berat badan. Karbohidrat kompleks lebih lama dicerna oleh tubuh, sehingga membuat kenyang lebih lama.
Selain itu, singkong mengandung serat yang membuat kenyang lebih lama dan melancarkan sistem pencernaan. Selain itu, singkong memiliki indeks glikemik rendah yang berarti kecil kemungkinan menyebabkan kadar gula dalam darah naik.
Sumber antioksidan
Tidak hanya karbohidrat kompleks saja yang ada dalam singkong. Ada juga kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Singkong mengandung vitamin C, vitamin A, dan beta karoten, yang bekerja sebagai sumber antioksidan yang baik untuk tubuh. Antioksidan ini berperan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas, mencegah penyakit jantung, hingga mengatasi kerutan pada kulit.
Cara Menanam Singkong
Setelah tahu manfaat singkong yang baik untuk tubuh, rasanya rugi kalau tidak segera menanam singkong sendiri di rumah. Lalu, bagaimana cara menanam singkong dengan mudah?
Pemilihan bibit
Bibit yang berkualitas akan menghasilkan singkong yang berkualitas juga. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bibit berkualitas, seperti:
- Bibit berasal dari indukan yang berusia 10-12 bulan.
- Pertumbuhan indukan harus normal, sehat, dan seragam.
- Batangnya berkayu dan memiliki diameter 2,5 cm dengan bentuk lurus sempurna.
- Belum tumbuh tunas baru.
Agar cepat tumbuh dan berbuah, bibit yang digunakan merupakan hasil stek tanaman induk. Stek yang harus dipilih yaitu batang bawah hingga tengah.
Pengolahan media tanam
Media tanam perlu diolah agar bisa menjadi habitat sekaligus tempat optimal untuk pertumbuhan tanaman singkong. Hal yang perlu dilakukan saat mengolah media tanam diantaranya menghitung pH tanah, menganalisa tanah untuk mengetahui unsur hara dan bahan organik, menetapkan waktu tanam, dan menghitung luas lahan yang akan ditanami singkong.
Mengolah media tanam termasuk melakukan sanitasi dari berbagai macam jenis gulma dan sisa-sisa tanaman budidaya sebelumnya. Sanitasi diperlukan agar tanaman singkong yang baru ditanam memiliki akar yang berkembang serta terhindar dari penyakit yang menyerang tanaman budidaya sebelumnya.
Pembentukan bedengan
Bedengan sangat penting untuk melancarkan aliran air di lahan. Tanpa adanya bedengan, air mudah terbendung dan menyebabkan penyakit tanaman yang tidak diinginkan. Selain melancarkan air, bedengan juga memudahkan untuk melakukan sanitasi dan monitoring lahan.
Mulai tanam singkong
Setelah lahan sudah diolah dan sudah bersih dari sisa tanaman, bisa dilanjutkan dengan proses tanam. Agar singkong tumbuh dengan baik, saat proses tanam harus menyesuaikan musim. Waktu tanam yang baik yaitu saat musim hujan atau dilakukan saat penanaman padi. Ada beberapa alternatif jarak tanam jika menggunakan metode monokultur, diantaranya 100 x 100 cm, 100 x 60 cm, atau 100 x 40 cm. Bisa juga dengan sistem tumpangsari dengan alternatif jarak tanam 150 x 100 cm atau 300 x 150 cm.
Sebelum diletakkan di tanah, stek terlebih dahulu diruncingkan ujung bawah. Jika sudah diruncingkan, tanam sedalam 5-10 cm di bawah tanah atau ⅓ bagian stek. Apabila kondisi tanahnya kering dan keras, stek bisa ditanam dangkal saja.
Pemeliharaan
Pemeliharaan yang bisa dilakukan seperti penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemangkasan, pengairan dan penyiraman, serta pemupukan. Dari semua pemeliharaan yang dilakukan, pemupukan paling krusial diantara yang lain.
Sebaiknya, pupuk yang diberikan terdiri dari N, P, K dengan dosis 133-200 kg, pupuk TSP dengan dosis 60-100 kg, dan KCl sebanyak 120-200 kg. Pupuk tersebut diberikan pada saat tanam dengan dosis N:P:K= 1/3 : 1 : 1/3 (pemupukan dasar) dan pada saat tanaman berumur 2-3 bulan yaitu sisanya dengan dosis N:P:K= 2/3 : 0 : 2/3.
Selain pemupukan, penyiraman juga diperlukan tanaman singkong terlebih jika sudah memasuki musim kemarau dengan cara menggenangkan air, sehingga air bisa meresap dengan sendirinya hingga ke dalam tanah. Penyiraman bisa dilakukan dari awal tanam hingga berusia 4-5 bulan.
Panen
Ada tanda-tanda umbi sudah siap panen, diantaranya pertumbuhan daun bawah mulai berkurang, warna daun mulai menguning, dan banyak daun yang rontok. Selain ciri-ciri tersebut mulai nampak, singkong sebenarnya sudah mulai bisa dipanen ketika usianya 6-8 bulan setelah tanam.
Nah, itulah bagaimana tahapan budidaya singkong di lahan. Ternyata cukup lama ya menumbuhkan singkong? Kalau kamu tertarik ingin mencoba budidaya singkong di pekarangan rumah, kamu bisa beli pupuk dan peralatan budidaya lainnya di GokoMart terdekat, ya. Selain singkong, ada juga jenis tanaman lain yang bisa kamu budidayakan di rumah, seperti Ragu dengan Kualitas Melon di Toko Buah? Sudah Saatnya Budidaya Melon di Rumah untuk Hasilkan Melon Lebih Berkualitas. Yuk, mampir ke blog Gokomodo, Siapa tahu kamu dapat insight baru!
Punya Pohon Mangga di Rumah? Coba Aplikasikan Pupuk Mangga Sesuai Dosis Berikut






