Diterbitkan 28 Jul 2023

3 Metode Pemangkasan Kakao yang Perlu Dipelajari

Tips / Tutorial
pemangkasan kakao

Pemangkasan tanaman kakao dilakukan untuk menjaga produktivitas kebun kakao. Dengan pemangkasan yang dilakukan secara rutin, bisa menghindarkan tanaman kakao dari serangan hama, meningkatkan produksi, serta mempertahankan umur ekonomis tanaman.

Meskipun terlihat mudah, pemangkasan kakao membutuhkan penanganan secara berkala untuk menciptakan kondisi ekosistem lahan yang baik. Ekosistem lahan yang baik diharapkan menjadikan hasil panen semakin baik. Tidak heran jika Indonesia termasuk negara penghasil kakao terbesar di dunia – Inilah Negara Penghasil Kakao Terbesar di Dunia

Secara umum, tanaman kakao dipangkas pada bagian cabang, ranting, dan daun yang tidak diperlukan lagi untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pemangkasan dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas. Adapun 3 jenis pemangkasan tanaman kakao beserta metodenya, yaitu:

Pemangkasan bentuk

Tujuan pemangkasan bentuk ialah membentuk kerangka tanaman dan menciptakan bentuk pertumbuhan tanaman kakao. Pemangkasan tanaman kakao dilakukan pada bagian cabang primer yang tumbuh kokoh dan arah tumbuhnya teratur. Biasanya pemangkasan bentuk dilakukan 1-2 tahun setelah tanam. Cara melakukan pemangkasan bentuk meliputi:

  1. Memotong cabang yang tumbuh meninggi hingga menyisakan ketinggian tanaman kakao setinggi 4-5 meter.
  2. Memotong cabang primer dan menyisakan tiga cabang sehat, kokoh, dan arah tumbuh yang simetris sebesar 45 derajat. Agar membentuk sudut 45 derajat, cabang utama bisa diikat dengan tali.
  3. Lakukan pemangkasan pada cabang primer dengan ketinggian lebih dari 150 cm dan pada jorket yang tumbuh kurang dari 120 cm.

Pemangkasan pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman kakao dapat dilakukan dengan pemangkasan. Pemangkasan untuk pemeliharaan merupakan lanjutan dari pemangkasan bentuk. Jika pemangkasan bentuk hanya memangkas cabang primer, untuk pemeliharaan dilakukan pemangkasan cabang sekunder agar tidak saling menaungi. Cara pemangkasan pemeliharaan yaitu:

  1. Memotong cabang-cabang sekunder yang tumbuhnya terlalu dekat dengan jorket sepanjang 40-60 cm dan diameter kurang dari 2,5 cm.
  2. Mengatur cabang  sekurnder agar jaraknya tidak terlalu rapat.
  3. Pemangkasan sebaiknya dilakukan disela-sela pemangkasan produksi dengan frekuensi 2-3 bulan.

Pemangkasan produksi

Pemangkasan ini dilakukan pada tanaman yang telah berproduksi sekitar usia 3-4 tahun. Cara pemangkasan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tanaman kakao membentuk bunga dan buah. Berbeda dari jenis pemangkasan sebelumnya, pemangkasan produksi memangkas tunas air, cabang balik, cabang gantung, cabang mati, cabang yang terkena serangan OPT, cabang cacing, cabang bersinggungan, cabang cambuk, cabang bertingkat, cabang bersilangan, dan cabang yang saling tindih. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemangkasan produksi antara lain:

  1. Pemangkasan sebaiknya dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan atau akhir musim kemarau dan pertengahan musim hujan sampai akhir musim hujan. Sebaiknya hindari pemangkasan pada musim kemarau.
  2. Sebisa mungkin gunakan gunting atau alat pemangkas yang tajam
  3. Jangan melakukan pemangkasan berat saat tanaman mulai berbunga atau berbuah pentil lebat, tajuk tanaman terbuka, dan ketika intensitas cahaya matahari melebihi 30%
  4. Tidak disarankan pemangkasan sambil memanjat pohon. 
  5. Pohon pelindung sebaiknya dipangkas terlebih dahulu sebelum melakukan pemangkasan produksi.
  6. Jangan memangkas cabang yang memiliki diameter lebih dari 3 cm. 

Meskipun terlihat sulit, ingat prinsip pemangkasan yaitu memangkas ringan tetapi rutin dilakukan. Temukan cara perawatan dan penanaman kakao lebih lengkap di website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin