Agri Edu

5 Kesalahan Bertani Yang Sering Dilakukan Pemula

Diterbitkan 31 Agt 2026, 14:16

Memulai kegiatan bertani memang membutuhkan pengetahuan dan ketelitian. Bukan hanya soal menanam benih dan menunggu tanaman tumbuh, tetapi juga memahami kebutuhan tanaman sejak awal hingga masa panen. Bagi pemula, kurangnya pengalaman terkadang membuat beberapa kesalahan dalam bertani sulit dihindari.

Kesalahan yang dilakukan mungkin terlihat sederhana, tetapi jika terus dibiarkan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman hingga hasil panen. Mulai dari memilih benih, mengatur jarak tanam, memberikan pupuk, hingga mengendalikan hama dan penyakit, semuanya perlu dilakukan dengan tepat.

Lantas, apa saja kesalahan dalam bertani yang sering dilakukan oleh pemula? Simak penjelasannya berikut ini!

Tidak Memahami Kondisi Tanah

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan pemula adalah langsung menanam tanpa mengetahui kondisi tanah yang akan digunakan. Padahal, kondisi tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

Setiap tanaman memiliki kebutuhan tanah yang berbeda. Tingkat kesuburan, pH tanah, kandungan unsur hara, hingga kondisi drainase perlu diperhatikan sebelum mulai menanam. Tanah yang kurang subur atau memiliki pH yang tidak sesuai dapat membuat tanaman kesulitan menyerap unsur hara secara optimal.

Karena itu, sebelum melakukan penanaman, penting untuk mengetahui kondisi lahan terlebih dahulu. Dengan begitu, petani dapat menentukan perlakuan yang sesuai, termasuk melakukan pengolahan tanah dan memberikan unsur hara tambahan apabila dibutuhkan.

Memilih Benih Tanpa Memperhatikan Kualitas

Benih merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan budidaya. Namun, pemula terkadang memilih benih hanya berdasarkan harga atau kemudahan mendapatkannya. Padahal, kualitas benih dapat mempengaruhi proses perkecambahan, pertumbuhan awal, hingga potensi hasil tanaman. Benih yang berkualitas dan sesuai dengan kondisi lingkungan akan lebih membantu tanaman tumbuh dengan baik. Sebelum membeli benih, perhatikan jenis tanaman, varietas, kualitas benih, serta kesesuaiannya dengan kondisi lahan dan lingkungan. Jangan lupa untuk memastikan benih berasal dari sumber yang terpercaya.

Menanam Terlalu Rapat

Tanaman membutuhkan ruang yang cukup untuk mendapatkan cahaya matahari, air, dan unsur hara. Karena itu, mengatur jarak tanam menjadi bagian penting dalam budidaya. Menanam terlalu rapat dapat membuat tanaman saling berebut mendapatkan kebutuhan untuk tumbuh. Kondisi tersebut juga dapat membuat sirkulasi udara di sekitar tanaman menjadi kurang baik sehingga lingkungan menjadi lebih mudah lembab.

Jarak tanam sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman dan kebutuhan pertumbuhannya. Dengan jarak yang tepat, tanaman memiliki ruang yang cukup untuk berkembang dan mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan.

Memberikan Pupuk Secara Berlebihan

Pupuk memang dibutuhkan tanaman untuk membantu memenuhi kebutuhan unsur hara. Namun, memberikan pupuk terlalu banyak bukan berarti tanaman akan tumbuh semakin cepat atau semakin subur.

Pemupukan yang tidak sesuai dosis dapat menyebabkan ketidakseimbangan unsur hara dan berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman. Sebaliknya, pemberian pupuk yang terlalu sedikit juga dapat membuat kebutuhan nutrisi tanaman tidak terpenuhi.

Oleh karena itu, pemupukan perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman, kondisi tanah, jenis pupuk, serta fase pertumbuhan tanaman. Perhatikan dosis dan cara aplikasi yang tercantum pada label produk agar pemupukan dapat dilakukan secara lebih tepat.

Tidak Memperhatikan Kebutuhan Air

Air menjadi salah satu kebutuhan utama tanaman. Sayangnya, pemula sering menganggap semakin banyak air diberikan maka tanaman akan semakin cepat tumbuh. Padahal, tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang sesuai. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman mengalami kekeringan dan pertumbuhan terganggu. Sementara itu, pemberian air yang berlebihan dapat membuat tanah terlalu basah dan mengganggu kondisi perakaran. Kebutuhan air setiap tanaman juga berbeda. Oleh sebab itu, penyiraman perlu disesuaikan dengan jenis tanaman, kondisi tanah, cuaca, dan fase pertumbuhannya.

Bertani Butuh Ketelitian, Bukan Sekedar Pengalaman

Bertani bukan hanya tentang seberapa banyak tanaman yang berhasil ditanam, tetapi juga bagaimana setiap kebutuhan tanaman dapat dipenuhi dengan tepat. Kesalahan kecil dalam pemilihan benih, pemupukan, penyiraman, maupun perawatan dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan dan hasil panen.

Bagi pemula, tidak perlu takut untuk belajar dari kesalahan. Yang terpenting adalah memahami penyebabnya dan melakukan evaluasi agar proses budidaya berikutnya dapat berjalan lebih baik. Dengan pengetahuan yang cukup, pengamatan yang rutin, serta penggunaan sarana pertanian yang tepat, kegiatan bertani dapat dilakukan dengan lebih terarah dan efisien. 

Bagi kamu yang baru mulai bertani dan ingin mempelajari cara budidaya tanaman dengan lebih lengkap, coba deh baca “Pemula Harus Belajar Cara Budidaya Tanaman Sayuran Berikut Ini. Dijamin Anti Gagal” di blog Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin