Diterbitkan 26 Feb 2024

Alamak! Terancam Makan Omongan Pedas Tetangga Karena Ada Penyakit Busuk Buah Cabai!

Agri Edu
busuk buah cabai

Kamu tahu persamaan cabai dan omongan tetangga? Ya, keduanya memang terasa pedas. Tetapi orang lebih suka dengan pedasnya cabai dibandingkan omongan tetangga. Nah, karena banyak sekali penggemar cabai, maka buah cabai harus dilestarikan dari penyakit busuk agar tetap bisa menikmati sesasi pedasnya.

Busuk buah cabai tentu sangat merugikan bagi petani dan konsumen. Bayangkan saja cabai yang membutuhkan waktu berbulan-bulan agar dapat panen lalu terserang penyakit busuk yang menyebabkan kerugian hampir 90%. Buah cabai yang busuk juga dapat menurunkan hasil panen yang berujung kenaikan harga cabai. Tentu saja naiknya harga buah cabai merugikan konsumen. Lalu apa saja yang menyebabkan busuknya buah cabai? 

Busuk Buah Cabai Karena Bakteri

Sumber: Epic Gardening

Busuk buah cabai karena bakteri memang jarang diketahui oleh sebagian orang. Busuk bakteri pada cabai disebabkan oleh infeksi bakteri Erwinia caritovora. Biasanya bakteri ini menyerang pada buah cabai muda maupun cabai yang sudah matang. Berbeda dengan infeksi pada tanaman cabai pada umumnya, infeksi bakteri banyak ditemukan dari tangkai dan kelopak buah. Meskipun tidak menutup kemungkinan infeksi bakteri juga ditemukan di bagian tanaman lainnya. 

Bakteri yang sudah mengifeksi biasanya akan menyerang bagian dalam buah cabai dan merusak jaringan daging buah. Infeksi bakteri biasanya dimulai dari bagian ujung buah dan merambat ke atas hingga menyebabkan seluruh buah membusuk. Buah yang sudah membusuk akan mengeluarkan cairan keruh yang tetap disimpan pada buah. Jadi, cabai yang sudah terserang bakteri ini tetap menggantung dan berisi cairan keruh. 

Cairan keruh lama kelamaan akan menetes perlahan hingga habis. Jika sudah tidak ada cairan tersisa, kulit buah cabai akan mengering dan berubah warna menjadi transparan. Biasanya tanaman yang sudah mati dan kusut akan jatuh, tetapi tidak berlaku pada buah cabai. Bahkan setelah buahnya mengeringpun buah cabai tetap menggantung di pohonnya. 

Busuk Buah Cabai Karena Jamur

Sumber: DPPP Bangka Selatan

Buah cabai yang busuk dapat disebabkan oleh infeksi jamur. Jamur yang sering menyebabkan busuk yaitu jamur Colletotrichum spp. atau Colectotrichum capsici. Penyakit busuk buah cabai yang disebabkan oleh jamur dikenal dengan sebutan antraknosa. Kerugian yang dihasilkan akibat penyakit antraknosa mencapai 90% saat musim hujan.

Jika buah cabai sudah terinfeksi jamur ini, maka akan timbul bintik hitam kecil melingkar pada kulit buah cabai. Bintik-bintik ini bisa menyebar ke arah sumbu panjang, hingga mengubah bintik-bintik jamur berbentul oval atau elips. Jika dibiarkan, bintik-bintik tersebut akan menyebar dan berubah warna menjadi abu kehitaman maupun abu kehijauan. 

Kalau infeksi karena jamur, sudah pasti lingkungan disekitar lahan sedang lembab. Biasanya jamur ini sering muncul ketika suhu lembab atau saat musim hujan dan buah cabai mulai matang. 

Penyebab Busuk Buah Cabai karena Kekurangan Kalsium

Sumber: AUSVEG

Manusia yang kekurangan kalsium akan berdampak pada kemampuan tulang untuk menyangga badan. Ternyata hal serupa juga dapat terjaadi pada tanaman cabai. Biasanya kekurangan kalsium pada tanaman cabai disebabkan karena pemupukan yang berlebihan, sehingga mengganggu penyerapan kalsium dari dalam tanah. Kekurangan kalsium pada cabai menghambat tanaman untuk menghasilkan kulit yang sehat pada buahnya. Fungsi kalsium pada buah cabai yaitu membentuk dinding sel pada buahnya, termasuk pembentukan kulit buah yang sehat pula. Jika kekurangan kalsium, bagian bawah buah cabai akan mulai membusuk sebagai tanda runtuhnya kulit buah. 

Setelah tahu penyebab cabai busuk, sebisa mungkin dapat menghindarkan tanaman cabai dari berbagai penyebab busuk cabai. Jika busuk cabai disebabkan karena terlalu banyak pupuk, sebaiknya Sebelum Pupuk Digunakan, Ketahui Prinsip dan Manfaat Pemupukan Berimbang. Perkaya diri dengan pengetahuan dan tingkatkan literasi digital untuk pertanian dengan membaca artikel di blog Gokomodo!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin