Diterbitkan 4 Oct 2023

Apa Saja Fungsi Pupuk Dolomit bagi Tanaman?

Agri Edu
Pupuk dolomit

Pemupukan tidak hanya memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pemberian pupuk pada tanaman juga berfungsi untuk menetralkan pH atau tingkat keasaman tanah. Dalam hal ini, kamu bisa menggunakan pupuk yang dikenal sebagai pupuk dolomit.

Pupuk dolomit merupakan kapur yang mengandung unsur hara berupa Kalsium oksida (CaO) dan Magnesium oksida (MgO) dengan kadar cukup tinggi. Pupuk ini sangat baik diaplikasikan pada tanah untuk menetralkan pH dengan menyuplai kekurangan Kalsium dan Magnesium. Dengan begitu, produksi tanaman akan semakin optimal.

Apa itu Pupuk Dolomit?

Pupuk dolomit merupakan kapur yang dibentuk dengan cara menghaluskan batuan kapur dengan kandungan Magnesium tanpa proses pemanasan. Kapur dolomit ini bisa dihasilkan dari pabrik ZA yang menggunakan bahan baku, antara lain Phosphor gypsum, Amoniak (NH3), dan Karbon dioksida (CO2).

Secara umum, kapur dolomit memiliki bentuk halus (powder/tepung halus) yang bersifat homogen. Kapur ini memiliki warna putih kecoklatan dengan nilai penetralan sekitar 109%. Adapun fungsinya adalah untuk meningkatkan pH tanah dan menetralkan kadar keasaman, dengan mekanisme reaksi: CaCO, +H,O + CO, Ca²+ 2HCO.

Fungsi Pupuk Dolomit

Hingga saat ini, beberapa petani rupanya masih belum mengetahui apa saja fungsi dari kapur dolomit. Padahal, selain digunakan untuk menetralkan pH tanah, dolomit juga memiliki banyak fungsi lainnya. Aplikasi pupuk ini tentunya sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Selain meningkatkan pH tanah, dolomit juga dapat membantu membersihkan tanah dari senyawa beracun ataupun dari kelebihan logam berat seperti Aluminium dan Mangan. Pupuk dolomit akan membantu memperbaiki kesuburan tanah, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama maupun penyakit. 

Sumber: Kompas

Untuk mendapatkan seluruh manfaat tersebut, ada baiknya kamu melakukan pengukuran terhadap keasaman tanah terlebih dahulu. Pengukuran keasaman tanah ini bisa kamu lakukan dengan menggunakan kertas lakmus, soil tester atau pH tester.  

Setelah mengetahui nilainya, berikan pupuk dolomit secara bertahap. Hal ini untuk menghindari kenaikan derajat keasaman yang mendadak dari sangat asam menjadi netral yang dapat membuat tanaman tersiksa. Gunakan interval waktu setiap 3 minggu dan setelah hujan, atau menyesuaikan jenis tanaman yang akan ditanam nantinya.

Cara Penggunaan Pupuk Dolomit

Ada beberapa cara aplikasi pupuk dolomit yang bisa kamu coba. 

  • Bila digunakan untuk memperbaiki tanah yang rusak, aplikasi pupuk dolomit dilepaskan dengan disebar atau ditabur merata pada permukaan tanah yang akan diolah atau sebelum ditanam.
  • Bila digunakan sebagai dasar tanaman, dolomit ditaburkan di dasar lubang tanam, lalu dicampur merata dengan pupuk dan tanah. Setelah itu, timbun sedikit dengan tanah dan biarkan kurang lebih 1-2 minggu baru proses penanaman.
  • Kombinasi dolomit dan ZA mampu memasok hara Magnesium, Sulfat, dan Nitrogen pada tanaman tanpa mengasamkan tanah. Cara nya, kombinasi pupuk disebar merata di sejajar baris tanaman atau di sekeliling batang tanaman.
  • Bila dolomit digunakan untuk menetralisirkan tanah masam atau menaikkan pH, tabur secara merata 7-10 hari sebelum diberi lainnya.

Pupuk Dolomit yang Berlebihan

Dolomit memang memiliki banyak manfaat. Akan tetapi, pemberian dolomit yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang kurang baik bagi tanaman. Berikut adalah penjelasan singkatnya.

Pertama, pemberian dolomit akan membuat tanaman kekurangan unsur hara seperti Besi, Mangan, Tembaga, dan Zinc yang dibutuhkan pada proses fisiologi tanaman. Hal ini karena unsur-unsur tersebut terikat dengan unsur yang terkandung dalam dolomit sehingga akar tidak bisa menyerap unsur hara tersebut secara optimal. 

Kedua, ketersediaan fosfat akan berkurang karena terbentuknya kompleks Kalsium fosfat yang tidak larut. Ketiga, tanaman akan sulit menyerap Fosfor sehingga metabolismenya akan terganggu. Selain itu, pengambilan dan penggunaan unsur hara Boron juga akan ikut terhambat. Terakhir, perubahan pH tanah yang terjadi secara signifikan akan membuat aktivitas mikroorganisme dalam tanah terganggu. Pada akhirnya, ketersediaan unsur hara akan menjadi tidak seimbang.

Itu dia fungsi pupuk dolomit sekaligus cara penggunaannya. Apabila kamu tertarik dengan informasi ini, baca juga artikel Cara Kapur Dolomit untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan di website Gokomodo untuk menambah wawasan. Selamat membaca! 

whatsapp
twitter
facebook
linkedin