Diterbitkan 14 Dec 2023

Bagaimana Perkembangan Pembangunan Pertanian di Indonesia Saat ini

Agri Edu
pembangunan pertanian

Indonesia dikenal baik sebagai negara agraris karena memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan beragam. Sebagian besar penduduk di negara ini juga menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, sehingga pembangunan pertanian harus dilakukan dengan rencana yang matang. 

Pembangunan pertanian di Indonesia tentunya menjadi pekerjaan rumah yang harus benar-benar dikerjakan. Mengingat sektor ini telah menyumbang sebagian besar devisa negara di setiap tahunnya. Guna mendukung hal ini, perlu rencana pembangunan yang lebih strategis, salah satunya dengan mengetahui apa saja tantangan pembangunan yang ada.

Tantangan Pembangunan Pertanian di Indonesia

Ada beberapa tantangan yang penting diketahui sebelum merumuskan rencana pembangunan pertanian di Indonesia. Berikut adalah beberapa penjelasannya:

  1. Bencana alam, merupakan tantangan yang mengakibatkan kemampuan dan ketersediaan pangan menjadi sering terganggu. Saat terjadi gempa bumi, gunung meletus, atau tsunami, wilayah pertanian yang terdampak kemungkinan besar akan hancur total dan harus memulai dari penanaman awal.
  2. Perubahan iklim, merupakan tantangan yang seringkali menyebabkan gagal panen di sektor pertanian. Jika perubahan iklim terus terjadi, kelangkaan atau krisis pangan tentu akan menyertai.
  3. Kondisi perekonomian global, merupakan tantangan yang dapat berupa krisis ekonomi maupun pelemahan nilai tukar mata uang. Jika nilai tukar rupiah melemah, maka harga produk dan biaya produksi akan menjadi lebih mahal. Selain itu, krisis ekonomi juga akan berdampak pada pelemahan ekspor suatu negara.
  4. Peningkatan jumlah penduduk, merupakan tantangan yang kini mulai dirasakan oleh Indonesia. Tingginya jumlah penduduk yang ada bahkan diperkirakan melebihi kapasitas lahan yang tersedia, sehingga beberapa bahan pokok harus diimpor dari negara lain.
  5. Gejolak harga pangan global, merupakan tantangan yang berkaitan dengan fluktuasi harga pangan. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan iklim, sehingga harga pangan menjadi mahal secara global.
  6. Aspek distribusi, merupakan tantangan yang sangat wajar dialami Indonesia. Hal ini karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang mana membutuhkan akses dan sarana transportasi yang lebih efisien untuk mendistribusikan produk pertanian dari satu pulau ke pulau lainnya.
  7. Laju urbanisasi yang tinggi, merupakan tantangan yang membuat sektor pertanian kurang diminati oleh sebagian besar generasi muda. Hal ini karena mereka cenderung meninggalkan pedesaan dan mulai mencari keberuntungan di kota.

Kebijakan Pangan di Era Orde Baru

Sumber: IStock

Sebelum membahas rencana strategis untuk pembangunan pertanian di masa depan, perlu diketahui beberapa kebijakan yang ternyata sudah pernah diterapkan di Indonesia pada era Orde Baru. Bahkan pada saat itu, Indonesia memiliki catatan emas sebagai sebagai negara pengimpor beras dan sudah mampu berswasembada pangan. Keberhasilan di atas tentunya didasari oleh penerapan beberapa program, antara lain:

  • Program BIMAS melalui Panca Usaha Tani, yaitu penggunaan air, penggunaan bibit unggul, penggunaan pupuk dan pestisida yang rasional, cara bercocok tanam yang tepat dan lembaga koperasi yang kuat.
  • Program KOLOGNAS, yaitu pembentukan suatu badan yang bertugas untuk menangani masalah distribusi bahan kebutuhan pokok yang juga diberikan wewenang tambahan untuk menyalurkan dana kredit pertanian kepada peserta BIMAS melalui Gubernur dan Bupati.
  • Program Intensifikasi Massal (INMAS) dan kebijakan Rumusan Tani, yaitu sebuah program pengendalian harga beras agar dapat sama dengan harga pupuk yang beredar di pasaran.

Rencana Strategis Pembangunan Pertanian di Indonesia

Kebijakan pertanian dan pangan di era Reformasi telah bergeser dari era Orde Baru, dimana konsep swasembada pangan di era sebelumnya dipahami berbasis pada produksi menjadi konsep berbasis konsumsi. Dengan demikian, kebijakan pangan tidak hanya menjadikan beras sebagai satu-satunya alternatif bahan makanan pokok dan mulai menggunakan jenis makanan pokok lainnya, seperti sagu, jagung, dan ubi jalar.

Adapun beberapa rencana strategis yang dapat diterapkan dalam pembangunan pertanian di Indonesia, antara lain:

  • Meningkatkan swasembada padi, jagung, dan kedelai 
  • Meningkatkan produksi daging dan gula
  • Meningkatkan diversifikasi pangan
  • Meningkatkan nilai tambah, daya saing, ekspor dan substitusi impor.
  • Menyediakan bahan baku bioindustri dan bioenergi.
  • Meningkatkan kesejahteraan petani

Itulah informasi mengenai pembangunan pertanian di Indonesia beserta tantangan yang dihadapi. Baca juga Revolusi Hijau, Sebuah Evolusi Pertanian di Indonesia di website Gokomodo untuk informasi menarik seputar pertanian lainnya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin