Diterbitkan 8 Dec 2023

Revolusi Hijau, Sebuah Evolusi Pertanian di Indonesia

Agri Edu
Revolusi hijau

Revolusi hijau merupakan sebuah upaya modernisasi sistem dan budaya pertanian sebagai alternatif bagi kemajuan teknologi pertanian. Revolusi hijau memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil pangan dengan menerapkan teknologi modern. Melalui revolusi ini, petani dikenalkan dengan penggunaan pupuk buatan, pestisida, bibit unggul, peralatan pertanian modern dan sistem budidaya pertanian yang baru. 

Sejarah munculnya revolusi hijau

Gagasan revolusi hijau berawal dari hasil penelitian yang dikerjakan oleh Thomas Robert Malthus. Lewat tulisannya, Malthus mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan produksi pangan menyebabkan munculnya kemiskinan dan kemelaratan. Penelitiannya tersebut menarik perhatian beberapa lembaga, sehingga lembaga seperti Ford Foundation dan Rockefeller Foundation melakukan penelitian lebih mendalam untuk mencari tahu issue tersebut.

Selain Malthus, pada tahun 1968 Norman Barloug seorang agronomis juga berupaya untuk mengantas kemiskinan, kemelaratan, dan kelaparan penduduk dunia dengan upaya meningkatkan produksi pangan. Malthus mengerahkan kemampuan melalui pengembangan varietas unggul HYV (Haigh Yielding Variety) pada tumbuhan utama pangan seperti padi, gandum, jagung.

Revolusi hijau di Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya hasil pertanian dan perkebunan seperti komoditas padi, jagung, kedelai, ubi, teh dan kopi. Penerapan revolusi hijau di Indonesia akan berpengaruh besar pada produktivitas hasil pertanian. Untuk mencukupi kebutuhan penduduk Indonesia dapat dilakukan dengan beberapa penelitian dan percobaan bibit unggul. 

Penerapan Revolusi Hijau di Indonesia terjadi pada masa Orde Baru. Pada tahun 1970 hingga 1980, pemerintahan Orde Baru melakukan investasi besar-besaran terhadap sektor pertanian. Pemerintah Orde Baru membangun dan mengembangkan program-program modernisasi pertanian yang bertujuan untuk menigkatkan produksi pertanian Indonesia.

Proses revolusi pertanian di Indonesia yaitu menerapkan sistem irigasi untuk penyedia air, penggunaan pupuk secara optimal, penggunaan pestisida berdasarkan tingkat serangan hama, dan penggunaan bahan tanam berkualitas seperti varietas unggul.

Upaya Indonesia Mendorong Revolusi Hijau

empat usaha pokok yang dapat dilakukan untuk peningkatan produksi pertanian yang dikutip dari buku Petani dan Penguasa (1999) karya Noer Fauzi, berikut poin-poinnya: 

  1. Intensifikasi pertanian merupakan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tani dengan cara meningkatkan produktivitas kerja. Cara yang dilakukan dengan memilih bibit unggul, mengolah tanah, irigasi, pemupukan dan memberantas hama. Cara pertama ini disebut juga dengan Panca Usaha Tani.
  2. Ekstensifikasi pertanian, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tani dengan cara menambah faktor produksi pertanian. atau memperluas lahan tani dengan membuka lahan baru.
  3. Diversifikasi pertanian, pemerintah melakukan upaya diversifikasi pertanian untuk peningkatan produksi pertanian dengan cara penganekaragaman jenis tanaman. upaya membuat suatu lahan berisi beragam jenis tanaman lewat sistem tumpang sari.
  4. Rehabilitasi pertanian, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi tani dengan cara memulihkan lahan dan sumber daya pertanian yang sudah kritis atau membahayakan kondisi lingkungan

Dampak revolusi hijau

Fokus revolusi hijau adalah meningkatkan pemenuhan pangan pokok khususnya serealia untuk kebutuhan karbohidrat. Di masa pemerintahan Soeharto, Indonesia sempat menjadi negara swasembada pangan besar dunia di tahun 1980-an.

Berikut ini dampak positif yang dengan perkembangan revolusi pada pertanian:

  1. Kesejahteraan petani meningkat
  2. Ekonomi pedesaan menguat
  3. Ketahanan pangan nasional meningkat
  4. Kesadaran masyarakat pedesaan terhadap pentingnya adaptasi teknologi terbuka

Selain manfaat dari revolusi hijau, ada dampak negatif yang terjadi yaitu:

  1. Petani ketergantungan dengan pupuk kimia dan pestisida yang tidak ramah lingkungan
  2. Kemunculan kapitalisme di sektor pertanian
  3. Teknologi modern belum merata sehingga ada kesenjangan

Diperlukan adanya pembangunan pada lingkungan pertanian berkelanjutan sebagai upaya untuk melengkapi keberhasilan bidang pertanian. Bentuk upaya pertanian berkelanjutan, kamu bisa membaca artikel di bawah ini – Pertanian Berkelanjutan: Pengertian, Indikator, dan Jenisnya.

whatsapp
twitter
facebook
linkedin