Banyak Ragam Makhluk Hidup di Sawah, Salah Satunya Hama Padi yang Unik Berikut Ini!

Banyak hamparan sawah di Indonesia sebagai tanda nasi menjadi makanan pokok sebagian bear penduduknya. Perlu waktu kurang lebih 3-5 bulan untuk budidaya padi mulai dari menanam hingga panen, belum lagi waktu yang digunakan untuk mengolah bulir padi menjadi butiran beras yang bisa dimakan. Sangat disayangkan kalau selama proses budidaya padi dan setelahnya tidak dilakukan dengan maksimal, sehingga bisa menurunkan kualitas dan kuantitas beras yang dihasilkan. Realitanya memang akan ada hambatan saat budidaya padi, salah satunya dengan adanya hama padi.
Hama Padi yang Unik di Indonesia
Hama padi merupakan hewan maupun serangga yang bisa menghambat pertumbuhan padi, beberapa diantaranya malah membawa kerugian total. Ada banyak jenis hama padi yang biasa ditemukan di sawah. Namun kali ini Gokomodo akan membahas beberapa jenis hama padi yang tergolong unik bahkan masih terdengar asing ditelinga. Simak sampai selesai, ya!
Keong Mas
Keong mas bukan hanya dongeng semata. Ternyata keong mas termasuk salah satu hama padi yang unik. Tidak tanggung-tanggung, keong mas termasuk jenis hama utama padi saat pertumbuhan awal. Keong mas merusak padi dengan cara memarut dan memakan jaringan tanaman terutama pada bagian batang dan daun muda dan memakan bibit padi yang baru saja ditanam. Karena yang diserang oleh keong mas termasuk bagian yang vital untuk pertumbuhan vegetatif, maka salah satu resiko yang sangat mungkin terjadi yaitu pertumbuhan padi terhambat hingga kematian padi.
Walang Sangit
Hewan walang sangit menjadi hama utama untuk beberapa jenis tanaman, termasuk padi. Walang sangit juga termasuk salah satu hama padi yang unik karena mengeluarkan aroma khas seperti bau terbakar (sangit) saat dalam keadaan bahaya. Biasanya walang sangit menyerang bulir padi saat hampir memasuki fase matang susu. Jika walang sangit sudah menyerang biasanya menimbulkan bekas bintik hitam dan bulir padi menjadi kosong. Selain menyerang bulir padi, walang sangit juga menghisap cairan tangkai bunga saat fase pengisian dan pemasakan bulir sehingga menyebabkan pengisian bulir padi tidak sempurna. Kerugian akibat serangan walang sangit diperkirakan 50% untuk kasus biasa dan hampir 100% untuk serangan yang berat.
Hama Putih Palsu
Apa sih sebenarnya hama putih palsu? Hama putih palsu (HPP) dikenal juga dengan sebutan hama pelipat daun padi. Serangan awal HPP ditandai dengan adanya ngengat segitiga berwarna kuning coklat yang terdapat tiga buah pita hitam dengan garis lengkap/terputus pada sayap depan. Ngengat tersebut akan bertelur dan telurnya akan menetaskan larva. Larva inilah yang memakan jaringan hijau pada daun padi dan meninggalkan bercak putih pada permukaan daunnya. Parahnya lagi HPP bisa menyerang padi baik saat fase vegetatif maupun generatif. Kerugian yang ditimbulkan lebih besar dari 50%.
Burung Pipit
Sumber: Pilar Pertanian
Siapa sangka burung pipit yang lucu yang ternyata termasuk hama padi? Burung pada dasarnya suka makan biji-bijian dan bulir badi berisi beras yang bentuknya tidak berbeda jauh dengan biji. Biasanya burung pipit akan mengganggu padi saat memasuki masa panen atau tanaman padi yang sudah berusia 70-80 hari setelah tanam ketika semua bulir padi terisi. Kerugian padi karena serangan burung pipit mencapai 30-50%
Ganjur
Jenis ham asatu ini masih terdengar asing, ya? Ganjur (Orseolia oryzae) termasuk dalam hama utama yang menyerang padi. Dampak dari serangan ganjur berupa daun muda menggulung menyerupai daun bawang dan kerusakan pada tunas baru sehingga mengganggu pertumbuhan padi. Serangan awal ganjur terlihat pada pucuk tanaman yang kering dan mudah dicabut. Tidak hanya tanaman yang sudah ditanam saja, anakan atau bibit padi juga bisa terserang ganjur tidak bisa menghasilkan malai.
Ulat Tentara
Jangan bayangkan ulat tentara seperti tentara, ya. Ulat tentara adalah nama lain ulat grayak yang jadi hama utama padi. Ulat tentara menyerang padi dengan cara memakan daun dan batangnya hingga meninggalkan tulang daunnya saja. Akibatnya, daun padi bisa meranggas sehingga pertumbuhan padi terhambat, tanaman padi rusak, dan penurunan hasil panen. Untuk itu, perlu waspada apabila terdapat bekas gerekan ulat pada permuaan atas daun atau disekitar pucuk tanaman.
Mayoritas hama padi unik di atas termasuk hama utama, yang berarti jika tidak dikendalikan dengan benar akan menyebabkan kerugian yang sangat besar. Mengenali gejal aserangan awal bisa mencegah hama semakin berkembang dan melanjutkan dengan pengendalian hama terpadu berupa pengendalian fisik dan mekanis terlebih dahulu. Jika dengan dua metode pengendalian tersebut belum berhasil, maka bisa dilanjutkan dengan pemberian pestisida sebegai bentuk pengendalian secara kimiawi. Rekomendasi pestisida untuk mengendalikan hama padi bisa dibaca melalui artikel Jangan Bingung! Inilah 3 Obat Ulat Padi Paling Ampuh Saat Ini dan artikel lainnya di blog Gokomodo. Jangan lupa beli pestisida khusus padi di GokoMart terdekat dan nikmati promo bulanannya!