Diterbitkan 22 Sep 2023

Begini Cara Panen Kopi Arabika yang Tepat

Tips / Tutorial
panen kopi arabika

Kopi arabika menjadi salah satu komoditas perkebunan yang memiliki banyak peminat karena memiliki profil rasa dan aroma yang sangat kompleks. Tanaman kopi jenis ini biasanya tumbuh di dataran tinggi, dan terbilang lebih manja jika dibandingkan dengan tanaman kopi robusta.

Kopi arabika memiliki varietas tanaman yang pendek menyerupai semak dan yang tinggi menyerupai pohon. Tanaman satu ini juga menyukai iklim yang sejuk dengan adanya  tanaman lindung. Keberadaan pelindung ini sangat penting untuk menghalau sinar matahari agar tidak langsung mengenai bagian tanaman kopi. 

Fakta Rasa Kopi Arabika

Sebelum membahas mengenai cara panen kopi arabika, perlu kamu ketahui bahwa kopi jenis ini memiliki variasi rasa yang berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan oleh ketinggian penanaman kopi, sehingga pohon kopi arabika yang ditanam di ketinggian sekitar 1.000 mdpl akan sangat berbeda dengan pohon kopi arabika yang ditanam di ketinggian 1.500 mdpl.

Perbedaan tersebut meliputi kualitas buah ceri kopi dan ukuran biji kopi yang dipanen. Diketahui, semakin tinggi pohon kopi ditanam, maka akan semakin baik pertumbuhannya. Sebab, ketinggian tanam merupakan indikator banyaknya kadar senyawa rasa yang ada di dalam buah kopi. 

sumber: IStock

Selain itu, semakin tinggi kebun kopi, maka biji kopi yang dihasilkan pun akan berpeluang memiliki profil rasa acidity, aromatic dan flavourful. Sementara pada pohon kopi yang ditanam dengan ketinggian lebih rendah, maka kandungan senyawa rasanya juga akan rendah.

Cara Panen Kopi Arabika

Panen merupakan suatu proses pemetikan atau pemungutan buah kopi yang telah tepat matang atau buah yang sudah berwarna merah penuh. Sebelum masuk masa panen, kopi arabika membutuhkan waktu sekitar 8 sampai 11 bulan untuk proses pembentukan buahnya.

Teknik panen buah kopi umumnya dilakukan secara manual dengan cara memetik buah secara langsung. Dalam pemanenan, dianjurkan untuk memetik buah-buah kopi yang sudah matang saja agar memperoleh kualitas biji kopi yang terbaik. Untuk menentukan buah yang matang, kamu perlu melihat kekerasan dan komponen senyawa gula yang ada dalam daging buah.

Buah kopi matang memiliki kulit buah yang 

memerah tua, dengan daging buah yang lunak dan berlendir. Selain itu, buah kopi yang matang juga mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga memiliki rasa yang manis.

Kematangan buah sendiri ditandai dengan perubahan warna kulit buah. Mulai dari berwarna hijau tua ketika masih muda, berwarna kuning ketika setengah masak, berwarna merah ketika masak penuh, hingga berwarna kehitam-hitaman setelah masak 

penuh terlampaui (over ripe). 

Adapun metode panen kopi arabika terbaik yang bisa kamu lakukan adalah sebagai berikut.

  • Gunakan cara panen buah selektif merah.
  • Pilih buah kopi yang sudah masak dan terlampau masak untuk dipetik. Buah kopi yang memiliki warna kuning-kemerahan, merah rata, dan hitam harus dipetik semuanya tanpa ada yang tertinggal.  
  • Apabila ada buah yang masih hijau/mentah yang tidak sengaja terpetik, buah harus tetap dibawa, namun harus diolah secara terpisah.
  • Petik buah kopi yang sudah matang merah secara teratur, dengan interval putaran 7 sampai 14 hari, terutama pada saat musim panen puncak.
  • Gunakan dua tempat penampung buah kopi saat pemetikan, fungsinya satu tempat untuk buah kopi merah sehat dan satu tempat lainnya untuk buah kopi kurang sehat atau masih muda.

Panen selektif semacam ini hanya bisa dilakukan apabila pemeliharaan tanaman kopi dilakukan secara baik dan teratur, tidak berlaku apabila tanaman dibiarkan tumbuh secara bebas.

Tips Setelah Panen Kopi Arabika

Setelah dipanen, segera masukkan buah kopi merah ke dalam keranjang atau karung yang bersih dan kering. Selain itu, pastikan karung tidak tercemar bahan-bahan asing yang dapat mengkontaminasi, baik bau, rasa hingga kesehatan.

Apabila tidak memiliki karung baru, kamu bisa menggunakan karung bekas pupuk yang telah dicuci bersih dan dikeringkan. Dengan begitu, karung tidak akan menyisakan rasa dan bau yang dapat mencemari buah kopi.

Selanjutnya, lakukan sortasi buah kopi. Ini merupakan tahapan yang penting sebelum buah kopi diolah. Sortasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memisahkan biji kopi berwarna hijau, buah berwarna kekuningan, dan buah berwarna hitam yang ikut terpetik. 

Sortasi juga dilakukan untuk memisahkan buah kopi matang dari ranting, daun, dan kotoran lain yang terikut saat pemetikan. Tak hanya menggunakan tangan secara manual, sortasi juga dilakukan dengan menggunakan air yang dikenal dengan istilah perambangan. Cara ini bertujuan untuk memisahkan buah kopi yang hampa dengan buah kopi yang bernas atau berisi.

Demikian informasi seputar panen kopi arabika yang penting untuk diketahui. Simak juga 5 Cara Memilih Biji Kopi Berkualitas untuk Diseduh di website Gokomodo untuk menambah wawasanmu, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin