Diterbitkan 4 Dec 2023

Hal yang Perlu Kamu Tahu Seputar Jarak Tanam Sawit

Agri Edu
Jarak Tanam Sawit

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membuat sawit dapat tumbuh dengan baik. Mulai saat penyemaian, pemeliharaan bibit, pembuatan lubang tanam, waktu menanam, hingga penentuan pola tanam. Pola pengaturan tanam ini termasuk jarak tanam sawit, yang terdiri dari baris dan deret yang akan mempengaruhi produktivitas tanaman sawit. Simak ulasan dari Gokomodo berikut untuk mengetahui jarak yang ideal agar pohon sawit yang sedang dibudidaya dapat tumbuh dengan baik. 

Pentingnya Jarak Tanam Sawit

Pengaturan jarak tanam sawit memang perlu diperhatikan karena berhubungan langsung dengan iklim dan lama penyinaran matahari. Jarak tanam yang terlalu rapat dapat menyebabkan tingginya kelembaban udara sehingga menimbulkan penyakit pada tanaman.

Sumber: IStock

Kerapatan jarak tanam sawit juga berhubungan dengan adanya potensi persaingan antar tanaman dalam memperoleh unsur hara dan sinar matahari. Kurangnya penyinaran matahari dapat berakibat tanaman mengalami etiolasi dimana hormon auksin akan meningkat akibat kurangnya intensitas cahaya matahari.

Pelepah dapat saling menutupi batang pohon yang bersebelahan dan akan mengganggu proses penyerbukan maupun perkembangan tandan buah. Jika kondisi ini terus berlangsung, bakal buah bisa gugur sebelum waktunya, serta batang pohon menjadi lebih kecil dan tidak kokoh.

Jarak tanam yang terlalu jauh juga berdampak negatif, sebab proses evaporasi tanah dan penyinaran matahari dapat dimanfaatkan oleh gulma. Tumbuhnya gulma diantara tanaman sawit selanjutnya dapat mengganggu kesuburan sawit karena adanya potensi persaingan antara gulma dan tanaman.

Jarak Tanam Sawit Yang Ideal

Sebelum menentukan jarak tanam, kamu harus memperhatikan elevasi lahan dan topografi lahan. Tingkat kesuburan tanah, jenis dan karakteristik bahan tanam, serta kondisi setempat juga perlu dipertimbangkan saat merencanakan manajemen lahan.

Ada banyak pilihan pola tanam dengan jarak yang berbeda pada proses menanam. Salah satu yang cukup populer yaitu 8 x 9 m karena dianggap ideal dan dapat membuat sawit tumbuh dengan baik. Jarak penanaman ini sangat cocok digunakan terutama pada jenis sawit yang memiliki pelepah panjang. 

Sedangkan jika kebun sawit berada di area berbukit maka membutuhkan jarak 1,5 m dari sisi lereng dan dibuat teras melingkari bukit. Selanjutnya, jarak tanam sawit juga bisa ditambahkan tanaman berkayu dengan pola tanam yang bermacam-macam. 

Pada pola baris bergantian (alternate rows), tanaman sawit ditanam dalam baris berselang seling dengan tanaman berkayu. Jarak tanam baris pada pola ini yaitu 12 – 16 m dengan jarak tanam 7 – 9 m dalam satu baris. Sedangkan jarak antar pohon berkayu dalam satu baris yaitu 3,5 – 4,5 m dengan jumlah yang disesuaikan pada luas lahan.

Pola Tanam Alley Cropping Untuk Pengaturan Jarak Tanam Sawit

Terdapat pula teknik pola tanam Alley cropping atau lorong dimana tiap dua baris sawit diselingi dua baris pohon berkayu. Jarak tanam sawit dalam satu baris yaitu 7 – 9 m sedangkan jarak antar pohon berkayu dalam satu baris hanya 3,5 – 4,5 m.

Jika menggunakan pohon berkayu yang toleran dan tumbuh dengan baik di bawah naungan maka dapat menggunakan teknik sisipan. Jarak yang diperlukan tiap tanaman bisa pada 8 x 8 m dengan memperhatikan pertumbuhan kedua jenis tanaman. Yakni dengan melakukan tindakan silvikultur dengan membuka naungan dengan memangkas pelepah sawit.

Selain itu, terkadang pekebun dihadapkan dengan adanya sawit yang tidak produktif dengan jumlah yang bervariasi. Untuk memaksimalkan lahan, pekebun biasanya akan mengganti tanaman sawit dengan tanaman berkayu dengan metode seleksi.

Itu dia pentingnya mengenal jarak tanam sawit agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Selain itu, kamu juga perlu mengetahui jenis-jenis pupuk yang penting untuk pertumbuhan kelapa sawit – Apa Saja Pupuk Wajib Kelapa Sawit? Simak Selengkapnya! yang bisa kamu baca di website Gokomodo. Selamat membaca! 

whatsapp
twitter
facebook
linkedin