Diterbitkan 26 Dec 2023

Hama Non-Serangga dan Cara Efektif Mengatasinya

Tips / Tutorial
hama non serangga

Hama pertanian merupakan organisme yang merugikan atau merusak tanaman, mengakibatkan penurunan hasil panen atau kualitas tanaman. Tak hanya serangga, berbagai macam organisme lain seperti hewan pengerat dan gulma yang tidak diinginkan juga didefinisikan sebagai hama pertanian.

Salah satu cara hama merusak tanaman adalah dengan menghancurkan jaringan tanaman. Serangan hama ini dapat menyebabkan kerusakan struktural pada tanaman, seperti daun yang tergerus atau batang yang terkoyak, hingga berpotensi menghancurkan pertumbuhan tanaman. Mengingat dampak serangan hama yang sangat merugikan, penting untuk memahami jenis-jenis hama yang dapat menyerang tanaman. Selain serangga yang cukup populer, berikut daftar hama lainya yang perlu kamu waspadai.

Tikus (Mamalia)

Tikus merupakan salah satu hama non serangga dari golongan mamalia. Hama tikus dapat menyebabkan kerugian signifikan bagi para petani karena mampu menimbulkan kerusakan yang cukup besar, baik pada fase persemaian, saat panen, maupun ketika tanaman disimpan di gudang. 

Tikus sawah memiliki kecenderungan merusak tanaman padi dengan cara memulai serangannya di tengah petak, kemudian meluas ke arah pinggir, dan akhirnya hanya menyisakan 1-2 baris padi di sepanjang pinggiran petakan. Dalam kasus serangan yang parah, petani berisiko menghadapi gagal panen. 

Untuk mengatasi hama tanaman ini, terdapat beberapa metode yang bisa diterapkan, seperti melaksanakan gropyokan secara kolektif, memasang pagar listrik, memanfaatkan predator seperti burung hantu, dan menggunakan rodentisida.

Cacing (Nematoda) 

Nematoda adalah mikroorganisme berbentuk cacing yang memiliki tubuh simetris bilateral dan kebanyakan spesiesnya bersifat parasit pada tumbuhan. Salah satu jenis nematoda berbahaya adalah Nematoda Puru Akar (NPA) atau Meloidogyne graminicola

NPA termasuk dalam kategori nematoda yang memiliki tanaman inang yang luas salah satunya tanaman padi. Gejala umum yang muncul pada tanaman padi yang terinfeksi NPA meliputi daun yang menguning, pertumbuhan tanaman yang terhambat atau tidak merata, tanaman menjadi kerdil, mudah tercabut, layu, dan terbentuknya puru pada akar.

Secara umum, NPA memiliki kemampuan untuk menginfeksi akar tanaman padi di tanah berlempung. Selain itu kondisi musim kemarau juga dapat meningkatkan populasi NPA di jaringan akar. Untuk mengendalikan patogen ini dengan efektif, beberapa langkah dapat dilakukan, seperti penggenangan padi hingga masa panen, memberikan bahan organik seperti kompos yang cukup, melakukan rotasi tanaman, menggunakan kapur pertanian saat pengolahan lahan, dan memanfaatkan agen antagonis untuk menghambat perkembangannya.

Siput (Gastropoda)

Kelompok hewan ini ditandai dengan perut yang berfungsi sebagai organ gerak, dan umumnya memiliki cangkang pelindung. Kebanyakan siput akan merusak tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan, memakan daun juga daging buah yang sudah ranum. Hama non serangga siput menimbulkan dampak berupa adanya lubang-lubang tidak teratur pada daun tanaman. 

Sumber: Pinterest

Kehadiran hama ini sangat merugikan, khususnya karena kerusakan yang ditimbulkannya pada bagian daun yang hendak dipanen. Siput biasa bersembunyi di bawah daun, di batang, atau di tanah yang lembab dan akan memakan semua bagian tanaman yang basah dan mengandung air. 

Untuk mengatasi mereka secara efektif, beberapa tindakan dapat diambil, seperti menggunakan garam. Garam berfungsi menarik cairan dari tubuh siput hingga mengering. Namun penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak berdampak negatif pada kualitas tanah.

Burung (Aves)

Burung adalah kelompok hama yang termasuk dalam kelas unggas (aves) yang mengonsumsi biji-bijian. Salah satu hamanya yaitu burung pipit, sebagai salah satu contoh hama tersebut, umumnya menyerang malai pada tanaman padi dengan tujuan mengonsumsi biji atau bulir padi. Akibatnya, petani sering mengalami kerugian mencapai 30–50 persen dari hasil produksi mereka. 

Untuk mengendalikan hama burung ini, petani umumnya menerapkan beberapa cara, seperti melakukan penanaman serentak, menanam tanaman berwarna mencolok, menggunakan benda-benda mengkilap, dan memasang jaring perangkap.

Itu dia jenis-jenis hama yang menyerang tanaman pertanian. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan semakin menambah wawasanmu. Baca juga artikel Inilah Jenis Hama Ulat Api yang Sering DItemui di Indonesia di website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin