Diterbitkan 11 Apr 2023

Indonesia Perkuat Ekosistem Start-Up untuk Menghadapi Tech Winter yang Melanda

Agri Edu
start up

Perkembangan Start-Up di Indonesia mengalami dinamika yang beragam setiap tahunnya. Sepanjang tahun 2020, Start-Up di Indonesia berada di masa suram disebabkan banyaknya Start-Up kesulitan melanjutkan bisnisnya. Tahun 2021 disebut-sebut menjadi titik balik bangkitnya ekosistem Start-Up di Indonesia. Kabar baiknya, Indonesia menempati posisi kedua dalam Top 100 Emerging Startup Ecosystem menurut Global Startup Ecosystem Report.

Baru-baru ini dunia Start-Up diuji dengan bangkrutnya Silicon Valley Bank (SBV) sebagai bank yang menaungi sebagian besar Start-Up di dunia hingga berujung pada kondisi “Tech Winter”. Tech Winter merupakan sebuah keadaan meningkatnya modal yang diperlukan untuk Start-Up sehingga memaksa investor untuk memperketat pendanaan. Tech Winter juga dipicu oleh perang Rusia-Ukraina dan kondisi makro ekonomi Indonesia yang tidak stabil.

Upaya menjaga ekosistem Start-Up di Indonesia tetap bertahan:

Dukungan pemerintah untuk ekosistem Start-Up di Indonesia

Pemerintah berupaya untuk membangun industri berkelanjutan sesuai dengan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Salah satunya membangun industri kelapa sawit melalui kolaborasi dan kemitraan melalui Start-Up. Salah satu contoh partisipasi Start-Up dalam program pemerintah yaitu Konferensi Sawit IPOC 2022 Sukses Digelar, Gokomodo Kenalkan Fitur Andalannya kepada Ribuan Pengunjung

Kolaborasi pelaku ekonomi dan penyedia jasa

Pentingnya kolaborasi pelaku ekonomi seperti investor dan perusahaan besar dengan pendiri Start-up sebagai penyedia jasa  dapat membantu menjaga ekosistem Start-Up di Indonesia. Investor memberikan suntikan dana dengan harapan membantu pengembangan teknologi Start-Up menjadi lebih baik. Kerjasama antar Start-Up yang sudah matang dengan Start-Up yang baru merintis juga membantu terjaganya ekosistem Start-Up di Indonesia.

Inovasi dan pengembangan teknologi

Start-Up dituntut untuk selalu melakukan pengembangan teknologi agar menjawab tantangan sosial dan ekonomi yang dialami oleh masyarakat. Pada akhirnya, investor akan lebih tertarik dengan Start-Up yang mampu menciptakan teknologi atau model bisnis yang dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi dan sosial yang ada ditengah masyarakat. 

Pada tahun 2023, banyak Start-Up yang berpotensi dalam keberlanjutan ekosistem seperti sektor Fintech, Artificial Intelligence, Agritech, Healthtech, Edutech, Foodtech, dan Logistik. Gokomodo sebagai Start-Up dalam bidang agritech dan logistik berperan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem Start-Up di Indonesia tahun 2023. Pantau partisipasi Gokomodo dalam berbagai kegiatan digitalisasi pertanian melalui website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin