Diterbitkan 28 Dec 2023

Ingin Menggunakan Pestisida Alami? Cari Tahu Keunggulan dan Kekurangannya, Yuk!

Agri Edu
pestisida alami

Sekarang ini, banyak orang sudah mulai sadar tentang pentingnya menjaga ketahanan lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan adanya pertanian organik yang menghasilkan produk yang aman dikonsumsi oleh manusia. Tidak hanya itu saja, selama memproduksi produk pertanian pun tidak menggunakan bahan kimia. Salah satunya penggunaan pestisida sebagai penjunjang perawatan pertanian organik. 

Apa Saja yang Termasuk Pestisida Alami?

Pestisida alami merupakan pestisida yang  terbuat dari bahan alami serta mudah didapat. Pestisida ini memilki fungsi yang sama dengan pestisidsa non-organik yaitu untuk mengendalikan hama dan penyakit  tanaman. Perbedaannya terletak pada dampak dan bahan yang dilakukan terhadap lingkungan. Sebelum memutuskan menggunakan pestisida, ada baiknya untuk mengetahui keunggulan dan kelemahannya terlebih dahulu.

Keunggulan Pestisida Alami:

Ramah lingkungan

Dalam pembuatannya, pestisida hanya membutuhkan bahan baku yang sudah tersedia di alam. Selain itu, sifatnya yang mudah terurai dengan tanah mengurangi kemungkinan adanya pencemaran tanah oleh bahan kimia. Meskipun pada penggunaannya menyisakan residu, hal ini termasuk aman pada lingkungan dibandingkan dengan residu pestisida non-organik. 

Lebih terjangkau

Tak hanya bahan baku yang mudah dijangkau, peralatan yang digunakan untuk membuat pestisida alami pun juga termasuk masih mudah dijangkau oleh petani. Bahkan, dengan peralatan dan bahan seadanya petani sudah mampu membuat pestisida – Inilah Pestisida Alternatif dengan Bahan yang Mudah Kamu Temui di Rumah!

Lebih menyehatkan tanaman

Meskipun pestisida nabati bersifat racun, penggunaannya masih bisa ditolerir oleh tanaman. Penggunaan pestisida nabati tidak mengenal istilah overdosis, karena pemberian dosis pestisida nabati tidak mengikat seperti halnya pestisida non-organik. Tanaman lebih sehat, maka manusia dan hewan yang mengonsumsinya pun juga turut sehat.

Kekurangan Pestisida Alami

Dinilai kurang efektif

Jika dibandingkan dengan pestisida sintetis atau non-organik, maka jelas pestisida alami dinilai kurang efektif. Hal ini didasari dari kemampuan pestisida yang lebih rendah dibandingkan pestisida non-organik. Pengaplikasiannya juga harus berulang agar terlihat hasilnya, tentu saja berbeda dengan pestisida non-organik yang hasilnya terlihat dalam hitungan hari saja. 

Bahan cepat rusak

Ya, namanya saja pestisida yang mudah terurai oleh tanaman dan mudah rusak karena faktor alam maupun lingkungan. Dari sifat inilah sebaiknya pemberian pestisida dilakukan saat sore ataupun pagi hari ketika panas matahari tidak terlalu menyengat. Panas matahari dapat merusak racun tanaman.

Harus dibarengi dengan pengendalian OPT lainnya

Apabila hanya mengandalkan pestisida, tentu saja pekerjaan petani tidak dapat selesai dengan tepat waktu. Penggunaan pestisida harus dibarengi dengan pengendalian OPT dengan metode yang lain, seperti memasang perangkap, menggunakan varietas benih yang tahan penyakit dan hama, serta masih banyak metode lainnya yang tidak perlu menggunakan pestisida. 

Pestisida alami saja tidak cukup

Meskipun OPT telah dikendalikan dengan berbagai cara termasuk cara manual, fisika, dan biologi namun masih tetap menyerang, maka sudah saatnya untuk menggunakan pestisida. Eits, ada konsekuensi menggunakan pestisida, salah satunya rutin mengawasi lahan. Pengawasan lahan tentu ada tujuannya yaitu dapat mengetahui secara langsung apabila ditemukan hama dan bisa mulai dibasmi saat itu juga. 

Setelah mengetahui keunggulan dan kekurangan pestisida alami, tentu kamu bisa membandingkannya dengan penggunaan pestisida non-organik. Jika ingin menggunakan pestisida, simak beberapa artikel tentang pembuatan pestisida di website Gokomodo, ya! Jika kamu ragu untuk membuat pestisida alami, kamu bisa membelinya melalui Mitra Gokomodo terdekat.

whatsapp
twitter
facebook
linkedin