Diterbitkan 9 Aug 2023

Inilah 5 Dampak Positif Penerapan IPTEK Sektor Agrikultur

Agri Edu
iptek sektor agrikultur

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memang tidak ada matinya, terlebih di zaman digital seperti saat ini. Semua sektor, termasuk pertanian, bertumpu pada pengembangan IPTEK untuk menyesuaikan perkembangan zaman dan teknologi. Perkembangan IPTEK sektor agrikultur ini banyak dipelajari oleh generasi muda, padahal dalam sektor pertanian masih banyak generasi senior yang baru mengenal literasi digital. Untuk itu Sudah Saatnya Generasi Muda Membantu Digitalisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan. Jika banyak petani sudah mengenal literasi digital, akan mudah sekali menerapkan IPTEK dalam sektor pertanian.

Apa saja IPTEK sektor agrikultur?

Penggunaan IPTEK di lapangan tentu membawa harapan agar produktivitas lahan meningkat. Dengan IPTEK, produktivitas lahan dapat meningkat dengan cara:

a. Membuat tanah menjadi subur

Suburnya tanah tidak lepas dari pemberian pupuk kimia maupun organik. Dari waktu ke waktu, pengembangan pupuk dilakukan dengan memanfaatkan IPTEK, sehingga pupuk yang dihasilkan lebih efisien dan lebih ramah lingkungan

b. Meningkatkan kualitas bibit

Dengan memanfaatkan IPTEK, peneliti bisa meningkatkan kualitas bibit dengan cara rekayasa genetika. Informasi terkait bibit dapat dengan mudah diakses di internet dan jurnal ilmiah yang tersedia. Adanya bibit unggul ini tentu berdampak dengan bertambahnya produktivitas lahan.

c. Irigasi menjadi lebih mudah

Penerapan Internet of Things dan IPTEK bisa membuat sistem irigasi menjadi lebih mudah. IPTEK memudahkan petani untuk membangun irigasi meskipun jauh dengan sumber air. Manfaat dari mudahnya sistem irigasi yaitu petani tidak perlu mengkhawatirkan iklim dan cuaca yang tidak menentu.

d. Hasil panen berkualitas

Ujung tombak dari proses produksi bahan pangan yaitu hasil panen. Hasil panen tanaman dengan bibit unggul tentu tidak perlu diragukan lagi kuantitas dan kualitasnya. Melalui IPTEK, petani bisa mengetahui cara menghasilkan panen berkualitas seperti biji jagung berukuran besar, anggur tanpa biji, dan masih banyak lagi.

e. Efisiensi pengerjaan lahan

Alat pertanian modern yang ada saat ini merupakan hasil dari pengembangan IPTEK, contohnya alat pembajak sawah adalah bentuk modern dari sapi pembajak sawah. Bahkan untuk memantau lahan secara real time, petani dapat memanfaatkan pesawat tanpa awak (drone) yang dikendalikan dari rumah.

Hebat kan dampak IPTEK pada sektor pertanian? Dengan adanya IPTEK di masa depan, sangat mungkin produktivitas lahan lebih meningkat dan resiko gagal panen berkurang drastis. Sudah saatnya seluruh petani melek teknologi dan literasi digital demi kemajuan pertanian Indonesia. Bekali diri dengan artikel pertanian digital yang bisa dibaca di website Gokomodo setiap harinya.

whatsapp
twitter
facebook
linkedin