Diterbitkan 8 Nov 2023

Inilah Hal Penting yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Ulat Grayak Jagung

Agri Edu
ulat grayak

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang dijadikan sebagai alternatif makanan pokok di Indonesia selain nasi – Ketahui 5 Tanaman Pangan Pengganti Nasi. Tingkat konsumsi jagung yang tinggi mengharuskan persediaan jagung yang selalu ada. Namun, produktivitas jagung akan terganggu akibat adanya serangan OPT, salah satunya yaitu ulat grayak.

Mengenal Ulat Grayak dan Ciri-cirinya

Sumber: Republika

Ulat grayak merupakan OPT yang berasal dari daerah tropis yang tersebar di Amerika Serikat hingga Argentina. Tidak hanya menyerang jagung saja, ulat grayak mampu menghabiskan tanaman padi, tebu, sayuran, dan kapas. Penyebaran OPT ini tergolong cepat hingga sampai di Indonesia dan tersebar di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan. Ulat grayak memilki ciri fisik berdasarkan siklus hidupnya. Ciri fisik yang dapat diamati dari ulat grayak yaitu:

  1. Pada fase larva stadia awal, ulat grayak memiliki warna pucat yang dapat berubah warna menjadi coklat atau hijau.
  2. Larva stadia akhir memilki ciri memiliki tujuh pasang kaki, bentuk tubuh lonjong dengan warna hijau muda bercampur hitam, dan pada salah satu bagian perutnya terdapat empat titik hitam. Ciri khasnya terletak pada kepalanya memiliki garis berbentuk huruf Y terbalik.

Siklus Hidup Ulat Grayak

Siklus hidup ulat grayak diawali dengan telur yang diletakkan oleh imago betina secara berkelompok di bawah atau atas permukaan daun. Saat diletakkan, telur berwarna putih bening atau hijau pucat. Keesokan harinya, warna tersebut berubah menjadi hijau kecoklatan, dan berwarna cokelat saat memasuki fase menetas.

Setelah telur menetas, barulah larva keluar. Larva atau ulat terdiri dari 6 stadia instar. Ulat grayak pada saat instar 1-5 berwarna pucat dan berubah warna menjadi cokelat hingga hijau muda, serta berubah warna menjadi lebih gelap pada tahap perkembangan akhir. Ulat instar akhir (stadia 6) atau instar 3 adalah stadia ulat yang paling mudah diidentifikasi. Lama stadia ulat sekitar 12-20 hari. Pada fase inilah yang biasanya menyerang tanaman jagung.

Akhir fase larva ditandai dengan mulai terbentuknya pupa atau kepompong. Ulat grayak akan membuat pupa berwarna cokelat gelap. Pupa ulat grayak diletakkan di permukaan tanah. Pada fase pupa berlangsung selama 12-14 hari sebelum tahap hewan dewasa muncul.

Ketika masa pupa selesai, pupa akan menetas dan muncullah imago atau ngengat (hewan dewasa muda). Imago memiliki bentangan sayap selebar 3-4 cm dengan sayap bagian depan berwarna cokelat gelap, sedangkan sayap bagian belakang berwarna putih keabuan. Ngengat biasanya bertahan hidup selama 2-3 minggu sebelum mati. Sebelum mati, ngengat betina – dalam satu siklus hidupnya – akan bertelur hingga 1000 telur.

Gejala Serangan Ulat Grayak Jagung

Sumber: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi

Sesuai dengan namanya, ulat grayak menyerang tanaman jagung dengan cara menggerek daun jagung. Biasanya tanaman jagung yang diserang oleh ulat grayak masih berusia 1-3 minggu. Ketika populasi ulat grayak pada satu tanaman terbilang cukup banyak, serangan dapat merambat hingga bagan tongkol jagung. Fantastisnya lagi, jika ditemukan populasi ulat grayak dengan kepadatan 0.2-0.8 ulat per tanaman mampu menurunkan produksi jagung sebanyak 10-20%. Ciri tanaman jagung yang sudah terserang oleh ulat grayak yaitu:

  1. Adanya bekas gerekan yang ditemui sepanjang daun tanaman jagung
  2. Ditemukan serbuk kasar mirip bekas gergaji pada permukaan atas daun atau pucuk tanaman jagung.

Setelah mengetahui seputar ulat grayak, tentunya pengendalian dapat segera dilakukan. Cara efektif mengendalikan ulat grayak dapat dilakukan dengan membunuh larva dan telurnya, menggunakan predator alami, dan agen pengendali hayati. Dapatkan informasi tentang OPT yang mungkin menyerang tanaman di sekitarmu melalui artikel di website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin