Jangan Biarkan Produktivitas Menurun! Ini Solusi Hama Tanaman Sawit yang Ampuh

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan Indonesia, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Produktivitas sawit tentu harus dijaga dan jangan sampai serangan hama maupun penyakit menyebabkan produksi komoditas ini menurun – Manfaat Minyak Kernel Sawit, Si Kecil Cabe Rawit
Ada banyak jenis hama yang kerap kali menyerang perkebunan kelapa sawit, seperti kumbang tanduk, ulat api, antraknosa, dan masih banyak lagi. Segera kendalikan serangan ini agar dampaknya tidak makin parah dengan mengikuti solusi hama tanaman sawit berikut.
Mengenal Jenis-jenis Hama dan Penyakit Tanaman Sawit
Sebelum mencari tahu tentang solusi pengendalian hama tanaman sawit, langkah awal yang penting dilakukan adalah mengidentifikasi apa saja hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman satu ini. Berikut beberapa hama dan penyakit yang seringkali dijumpai:
Ulat Api
Setothosea asigna atau yang sering dikenal sebagai ulat api sering kali ditemukan pada daun kelapa sawit. Gejala awal ditunjukkan dengan daun kelapa yang perlahan berlubang akibat dimakan oleh larva ulat ini. Apabila dibiarkan terlalu lama maka dapat menyebabkan tanaman menjadi gundul dan menghambat pertumbuhannya.
Kumbang Tanduk

Serangan kumbang tanduk atau Oryctes rhinoceros cukup mudah dikenali sebab makhluk ini cukup besar. Kumbang tanduk biasanya menyerang pelepah muda, tepat pada titik tumbuh tanaman. Jika gejala makin parah, keberadaan kumbang tanduk akan menghambat pertumbuhan kelapa sawit.
Antraknosa
Antraknosa merupakan salah satu penyakit yang cukup umum menyerang tanaman dengan gejala bercak hitam pada daun. Penyakit ini disebabkan oleh Colletotrichum gloeosporioides yang menyerang tanaman muda. Saat serangan makin menyebar maka daun akan kesulitan untuk melakukan proses fotosintesis.
Penggerek Tandan Buah
Hama penggerek tandan buah ditandai dengan adanya bekas gerekan ulat pada bagian dalam inti buah sehingga menyebabkan kecacatan saat panen. Serangan baru ditunjukkan dengan bekas gesekan yang berwarna merah muda. Namun jika tidak segera dibasmi maka akan muncul benang-benang liur larva sehingga menyebabkan warna tandan berubah coklat.
Solusi Hama Tanaman Sawit
Beberapa solusi di bawah ini bisa kamu coba guna meningkatkan produktivitas tanaman sawit agar tetap menghasilkan panen optimal:
Pemantauan Rutin
Meskipun sudah mendapatkan nutrisi yang cukup dari pupuk dan berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, terkadang serangan hama dan penyakit masih ada. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memantau kebun sawit untuk mendeteksi gejala awal serangan sehingga dapat melakukan penanganan dengan cepat dan tepat.
Sanitasi Lahan
Sembari melakukan inspeksi, lakukan juga sanitasi lahan dengan membersihkan sisa tanaman, gulma, maupun sisa tandan sawit. Selain dapat menyebabkan persaingan nutrisi tanaman sawit dengan gulma, area lahan yang kurang bersih juga dapat menjadi tempat persembunyian hama.
Pemangkasan Pohon Terinfeksi
Serangan hama atau penyakit pada fase awal dapat dikendalikan dengan cara memangkas pohon yang terinfeksi. Pisahkan bagian yang terinfeksi tersebut dari area tanam dan segera musnahkan dengan cara membakarnya. Cara ini mungkin efektif jika gejala serangan masih belum meluas tetapi tetap perlu dilakukan pemantauan pada pohon lain di sekitarnya.
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu
Jika ditemukan gejala serangan hama atau penyakit lebih parah, segera lakukan pengendalian secara alami maupun kimia. Misalnya serangan ulat api dapat dikendalikan dengan memanfaatkan musuh alami parasitoid Brachymeria sp., tapi jika gejala serangan makin parah maka segera aplikasikan insektisida biologis berbasis Bacillus thuringiensis.
Aplikasi Pupuk Terintegrasi
Pemberian pupuk pada tanaman sawit sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi agar pertumbuhannya maksimal. Tidak hanya itu, pupuk yang diaplikasikan pada sawit juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman. Namun perlu diingat, aplikasi pupuk harus berdasarkan dosis dan cara yang tepat agar tidak menimbulkan toksisitas pada sawit.
Solusi di atas bisa menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit, baik sebagai solusi pencegahan maupun solusi pengendalian. Dapatkan informasi menarik lainnya seputar dunia pertanian dengan membaca artikel di website Gokomodo, yuk!



