Diterbitkan 7 Sep 2023

Jasa Petani Kopi untuk Kemajuan Kopi Indonesia

Agri Edu
petani kopi

Jumlah ekspor kopi yang berasal dari Indonesia pada tahun 2022 berada di angka USD 1,15 miliar. Kopi dari Indonesia banyak di ekspor ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Mesir, Jepang, Spanyol, dan Malaysia. Kopi yang menjadi ciri khas Indonesia yaitu kopi robusta, sehingga hampir 94% ekspor kopi terdiri dari kopi robusta. Tentunya capaian ekspor kopi Indonesia tidak terlepas dari peran penting para petani kopi.

Peran Penting Petani Kopi dan Pengusaha Coffee Shop

sumber: https://unsplash.com/

Menjamurnya coffee shop sekarang ini membuat kopi banyak diminati di kalangan muda. Seiring dengan bertambahnya coffee shop semakin erat hubungan pemilik coffee shop dan petani.  Sebelum proses tanam, petani biasanya sudah menentukan jenis apa yang akan ditanam. Tidak berhenti di situ saja, pengusaha kopi harus teliti dalam penentuan lokasi penanaman karena tanaman perlu tumbuh dengan baik pada ketinggian tertentu – Beda Ketinggian Tanam Ternyata Beda Rasa Kopi yang Dihasilkan.

Pengusaha, melalui roaster atau barista, berinisiatif untuk mencari biji kopi langsung ke pembudidaya kopi. Dengan mengunjungi langsung ke pembudidaya kopi, maka rantai pasok bisa lebih pendek. Sebelumnya, pembudidaya kopi akan menjualkan biji kopi hasil panennya kepada pengumpul, kemudian pengumpul menjual kembali ke pabrik untuk diolah menjadi kopi siap minum. Pengusaha memiliki keuntungan dengan mendapatkan harga kopi tingkat petani sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani kopi. 

Petani Kopi Turut Andil dalam Ekspor Kopi Berkelanjutan

sumber: https://omahkopi.id/

Bisa dibayangkan apabila petani kopi tidak andil dalam perawatan tanaman kopi, mungkin nikmatnya kopi Gayo dan kopi khas Indonesia lainnya tidak mungkin bisa dinikmati seluruh masyarakat internasional. Bentuk keterlibatan petani Indonesia dalam ekspor berkelanjutan, seperti petani asal Aceh yang mendapatkan pendampingan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Aceh, Dinas Koperasi, dan UKM Kabupaten Bener Meriah.

Kerjasama tersebut menghasilkan sentralisasi produksi kopi di Desa Devisa Klaster Kopi Provinsi Aceh. Desa Devisa merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan potensi komoditas ekspor dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Diperkirakan 250 petani yang berada di 10 desa menjadi tumpuan utama ekonomi Desa Devisa Tersebut.

Adanya Desa Devisa berkat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan Pemerintah Provinsi Aceh yang menjalin kerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Bank Syariah Indonesia. Hasilnya, ekspor produk kopi asal Aceh menembus nilai ekspor sebanyak USD 47,6 juta atau Rp 701,4 miliar.

Sebanyak petani kopi di Kabupaten Subang berhasil melakukan ekspor 19,2 ton kopi ke Mesir (2023) dan 18 ton kopi arabika ke Arab Saudi (2021). Tentu saja petani Kabupaten Subang menjalin kerjasama dengan Koperasi Produsen Gunung Luhur dibawah naungan Desa Devisa Subang sebanyak 6 desa keseluruhan, dan LPEI. Kerjasama ini membuahkan hasil yaitu peningkatan pendapatan desa sebanyak 60%. 

Peran Petani Kopi dalam Mempromosikan Kopi Lokal

sumber: https://www.pexels.com/

Setiap daerah tentunya memliki jenis kopi tradisional yang belum dikenalkan pada khalayak umum. Untuk itu, diperlukan peran petani untuk mengenalkan kopi lokal yang masih asing, sehingga petani kopi dapat menambah produktivitas lahan kopi.

Salah satu pengusaha asal kota Malang yang sudah berusia 48 tahun mengikuti program Youth Entrepreneurship and Employment Service (YESS) yang diselenggarakan oleh Kementrian Pertanian.  Pengusaha tersebut menjual berbagai jenis kopi lokal seharga Rp 10.000 – Rp 15.000 tergantung dengan jenis kopi yang dipilih.

Kedepannya, pengusaha tersebut akan mengembangkan produk turunan dari kopi berupa sabun cair dan sabun batang serta varian teh yang terbuat dari daun kopi untuk orang-orang yang tidak bisa minum kopi. Selain kopi yang berkualitas, ternyata Indonesia juga memiliki aset berharga yaitu petani kopi. Besar harapan prestasi ini juga diteruskan oleh petani kopi milenial selagi peluang dalam industri kopi terbuka lebar. Ikuti perkembangan seputar kopi lebih dalam lagi melalui website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin