Diterbitkan 21 Mar 2024

Ketahui Bakteri Penyerang Tanaman Padi Yang Merugikan Petani

Agri Edu
Bakteri Penyerang Tanaman Padi

Padi merupakan tanaman pangan utama karena menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia – Cara Memilih Benih Padi Terbaik sesuai Kebutuhan. Perannya yang sangat penting ini tentu membuat petani harus lebih ekstra dalam meningkatkan produksinya, termasuk dengan mencegah adanya penyakit.

Salah satu penyebab penyakit pada tanaman padi yang cukup populer adalah Hawar Daun yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang padi. Berikut penjelasan mengenai penyakit Hawar Daun Bakteri sekaligus melakukan upaya pengendaliannya.

Sekilas Mengenai Penyakit Hawar Daun Bakteri

Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) pada tanaman padi merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campestris pv. Oryzae. Bakteri tersebut mengandung xanthomonadin sehingga menghasilkan pigmen warna kuning. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menurunkan hasil panen hingga 30% sehingga sangat merugikan.

Bakteri Xanthomonas yang menginfeksi tanaman padi menyebabkan lupa pada daun dan stomata daun sehingga dapat masuk ke klorofil dan merusak daun. Daun tanaman selanjutnya akan mengalami kendala pada proses fotosintesis sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Gejala awal ditunjukkan dengan adanya garis dari pinggir daun yang kemudian meluas dan membuat daun menjadi kuning. Oleh karena itu, penyakit HDB perlu segera dikendalikan dengan tepat agar tidak menyebar dan menginfeksi padi pada lahan pertanian secara keseluruhan.

Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri

Pra Tanam

  • Pada tahap ini, petani perlu memilih varietas yang berkualitas memiliki ketahanan sesuai sebaran ras.
  • Melakukan sanitasi yang cukup.

Persemaian

  • Penting untuk menggunakan benih yang sehat dan bebas penyakit.
  • Bibit padi yang ditanam tidak dipotong pada bagian ujungnya.
  • Jarak tanam jangan terlalu rapat, sebisa mungkin menggunakan cara tanam jajar legowo.
  • Mulai dilakukan sanitasi pada saluran irigasi.
  • Sebisa mungkin untuk menghindari penggenangan yang terlalu dalam dan lakukan pengairan berselang (intermiten).

Tanaman Muda

  • Perlu dilakukan pemupukan berimbang sesuai anjuran agar tanaman padi memiliki nutrisi yang cukup yang berbanding lurus dengan ketahanannya pada serangan bakteri.
  • Sanitasi rerumputan sumber patogen.
  • Pengeringan secara berkala, yaitu 1 hari diairi dan 3-4 hari dikeringkan, terutama pada daerah endemik serangan penyakit.

Pengendalian HDB dengan Bakteri Antagonis Corynebacterium sp.

Keberadaan bakteri Antagonis Corynebacterium sp. diharapkan dapat menekan agen penyebab penyakit HDB dan menghambat perkembangan infeksinya. Aplikasi efektif perlu dilakukan sebanyak 3 kali, yakni saat perlakuan benih, 28 hst, dan 42 hst. Sementara itu, untuk dosis yang diperlukan yaitu 5 cc per liter, kepadatan populasi bakteri 106 cfu/cc dicapai tingkat penghambatan sebesar 90.6 %. 

Pengendalian HDB dengan Bakterisida

Untuk mencegah maupun menangani penyakit Hawar Daun Bakteri bisa menggunakan bakterisida tepat guna seperti Kuproxat 345 SC. Dosis atau konsentrasi untuk tanaman padi adalah 2-3 ml/liter, diaplikasikan apabila terdapat gejala serangan dengan interval 7-10 hari. Penggunaan bakterisida ini umumnya dilakukan saat intensitas penyakit melebihi 20%.

Setelah membaca informasi di atas, kamu pastinya sudah bisa mengenai apa itu penyakit hawar daun bakteri dan bagaimana cara pengendaliannya. Bila kamu membutuhkan cara pengendalian penyakit tanaman lainnya, baca berbagai artikel menarik di Gokomodo, yuk!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin