Diterbitkan 11 Jan 2024

Ketahui Jenis Sistem Hidroponik Sebelum Mulai Budidaya Tanamannya

Agri Edu
jenis sistem hidroponik

Meskipun terlihat modern, budidaya tanaman dengan sistem hidroponik sudah dikenal di Indonesia mulai tahun 1980-an. Mulai saat itu juga budidaya tanaman tanpa tanah perlahan diminati oleh masyarakat. Salah satu keunggulan menggunakan hidroponik yaitu hasil tanaman yang lebih baik serta proses dari pembibitan hingga panen tidak perlu memakan waktu yang lama. Nah inilah yang perlu kamu ketahui tentang berbagai jenis sistem hidroponik yang digunakan. 

Komponen Hidroponik

Diklaim sebagai budidaya tanaman tanpa tanah, lalu apa saja yang dibutuhkan untuk budidaya hidroponik? 

  • Media tanam

Media tanam hidroponik yang sering digunakan antara lain serabut kelapa, pelet tanah liat, sure to grow, oasis cubes, perlite, dan masih banyak lagi. 

  • Pompa udara beserta gelembung oksigen

Kedua komponen ini tidak dapat dipisahkan dalam budidaya hidroponik. Pompa udara membantu persebaran gelembung oksigen untuk tanaman, sehingga tanaman mendapatkan oksigen yang cukup untuk melakukan pertumbuhan. 

  • Pot berlubang

Tentu saja semua komponen yang sudah disiapkan perlu diletakkan dalam sebuah wadah. Pada budidaya hidroponik, wadah tanaman dapat menggunakan pot berlubang maupun pipa. 

  • Air

Komponen utama terletak pada air sebagai pengantar nutrisi untuk tanaman. Jumlah air yang dibutuhkan tidak terlalu banyak karena air dapat diputar kembali pada sistem hidroponik. Sehingga budidaya dengan cara hidroponik termasuk budidaya tanaman yang hemat air. Setelah mengetahui jenis komponen hidroponik, berikut jenis sistem hidroponik yang biasa digunakan.

Hidroponik NFT

Sumber: Grow Without Soil

Salah satu jenis hidroponik yaitu hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Hidroponik ini termasuk jenis hidroponik yang sederhana. Cara kerja sistem ini yaitu saluran air dibuat sedikit miring, sehingga memudahkan pemompaan dan pengaliran larutan nutrisi pada tanaman. Dengan menggunakan hidroponik ini, akar tanaman akan menyerap lebih banyak oksigen dari air karena ujung akar yang bersentuhan dengan nutrisi. 

Hidroponik DFT

Sumber: Agritech Tomorrow

Hidroponik Deep Flow Technique (DFT) merupakan salah satu jenis hidroponik NFT. Perbedaannya hanya pada sistem yang lebih panjang dibandingkan teknik NFT. Sistem hidroponik DFT tergolong lebih aman karena akar masih disuplai apabila terjadi kegagalan pompa. Meskipun dinilai lebih aman, sistem ini jarang digunakan karena rangkaiannya lebih panjang atau lebih besar, sehingga supply oksigen yang dapat diserap tanaman berbeda-beda. Penyerapan oksigen yang berbeda berdampak juga pada pertumbuhan tanaman hidroponik yang tidak seragam. 

Hidroponik Drip

sistem hidroponik
Sumber: Eden Green

Sesuai dengan namanya, hidroponik jenis ini mengalirkan larutan nutrisi dengan cara drip atau tetes. Hidroponik drip juga dinilai sebagai sistem yang mudah digunakan, diatur, dan dapat disesuaikan dengan beberapa sistem lainnya. Ditambah lagi, penggunaan sistem hidroponik ini dapat diaplikasikan ke bermacam-macam jenis tanaman. Cara kerja sistem ini yaitu memompa larutan nutrisi melalui tabung langsung ke pangkal tanaman. Aliran larutan nutrisi yang bisa diatur menyesuaikan kebutuhan tanaman dan media tumbuh.

Sistem hidroponik drip terbagi menjadi sub-sistem yang bekerja spesifik, yaitu sistem yang tidak bersirkulasi dan bersirkulasi. Proses hidroponik tidak bersirkulasi bekerja dengan cara menetes perlahan supaya larutan nutrisi diberikan secara konsisten dan cukup memenuhi kebutuhan tanaman. Sistem yang bersirkulasi bekerja dengan cara larutan nutrisi diteteskan lebih sering sehingga nutrisi berlebih akan mengalir kembali ke reservoir

Hidroponik Pasang Surut

Sumber: Humboldts Secret

Hidroponik dengan sistem pasang surut dikenal sebagai ebb and flow menjadi salah satu sistem hidroponik yang sering digunakan. Sistem ini bekerja dengan cara membanjiri media tanam dengan larutan nutrisi dengan interval tertentu. Larutan nutrisi yang telah diberikan akan mengalir kembali ke reservoir. Pompa yang digunakan untuk memompa larutan nutrisi terhubung pada pengatur waktu, sehingga proses pemberian larutan nutrisi akan otomatis pada waktu yang ditentukan. 

Hidroponik Sumbu

Hidroponik dengan sistem sumbu merupakan sistem hidroponik yang paling sederhana dan tidak memerlukan listri, pompa, maupun aerator. Penggunaan sistem hidroponik sumbu sebaiknya pada tanaman kecil yang tidak membutuhkan banyak air dan larutan nutrisi. Kunci suksesnya sistem hidroponik sumbu yaitu menggunakan media tumbuh yang mampu mengangkut air dan larutan nutrisi dengan baik. Media tumbuh yang biasa digunakan yaitu sabut kelapa, perlite, maupun vermiculite.

Sudah tertarik untuk budidaya tanaman hidroponik? Pastikan alat budidaya hidroponik kamu dapatkan melalui GokoBiz maupun Mitra Gokomodo terdekat ya. Jangan skip artikel tentang budidaya hidroponik yang bisa diakses melalui blog Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin