Agri Edu

Khawatir Tanaman Terkena Jamur Saat Musim Hujan? Coba Beri Fungisida untuk Musim Hujan Berikut Ini!

Diterbitkan 30 Jun 2026, 00:29
Fungisida Untuk Musim Hujan

Saat musim hujan tiba, tentu keadaan sekitar lahan juga ikut berubah. Jika sebelumnya tanaman harus disiram agar tetap terhidrasi, saat musim hujan mungkin tidak perlu disiram lagi. Saat musim hujan pula intensitas matahari juga akan berkurang akibat awan tebal sebagai tanda akan turunnya hujan. 

Pemberian fungisida untuk musim hujan sangat penting karena kondisi lingkungan menjadi sangat ideal bagi perkembangan patogen penyebab penyakit, terutama jamur. Curah hujan tinggi meningkatkan kelembapan udara di atas 80%, sehingga permukaan tanaman dan tanah tetap basah dalam waktu lama.

Air hujan juga berperan sebagai media penyebaran patogen. Percikan air dari tanah atau antar daun dapat membawa spora jamur seperti penyebab penyakit, seperti bercak daun, embun tepung, hingga busuk buah ke seluruh bagian tanaman bahkan ke lahan lain. Drainase yang buruk juga memperparah kondisi karena akar menjadi lembap terus-menerus dan rentan terhadap serangan jamur tanah.

Minimnya sinar matahari selama musim hujan turut menghambat proses pengeringan alami pada tanaman, sehingga patogen memiliki waktu lebih lama untuk berkembang. Pada fase ini, tanaman juga cenderung mengalami stres lingkungan yang menurunkan daya tahan alaminya.

Oleh karena itu, aplikasi fungisida perlu dilakukan sebagai bentuk preventif (pencegahan). Hal ini dibutuhkan sebelum infeksi jamur meluas sekaligus penolong saat jamur tumbuh dalam jumlah yang banyak. 

Pemilihan jenis fungisida (kontak atau sistemik), dosis yang tepat, serta waktu aplikasinya merupakan kunci efektivitas pengendalian jamur. Dengan strategi ini, risiko serangan penyakit dapat ditekan, produktivitas tetap terjaga, dan kerugian petani dapat diminimalkan selama musim hujan.

Bahan Fungisida untuk Musim Hujan

Jenis fungisida untuk musim hujan sebaiknya menggunakan fungisida sistemik dan kontak. Selain jenisnya, perlu memperhatikan bahan aktif yang terkandung pada fungisida untuk musim hujan, diiantaranya: 

  • Tebukonazol

Merupakan fungisida sistemik golongan triazol yang cukup kuat apabila diaplikasikan saat musim hujan. Tebukonazol terkenal dengan mudah diserap oleh tanaman. Tebukonazol tidak mudah dicuci dengan air, sehingga sangat cocok diberikan saat musim hujan tiba. Bahan aktif ini juga bisa digunakan untuk berbagai penyakit jamur, seperti bercak daun, karat, busuk daun, dan antraknosa. 

  • Trifloksistrobin

Trifloksistrobin biasanya tidak digunakan sendirian, melainkan sebagai campuran dengan bahan tebukonazol untuk mengatasi jamur dan memberikan efek sistemik yang kuat. Cara kerjanya pun juga sama secara kontak dan sistemik. 

  • Mankozeb

Mankozeb merupakan bahan aktif fungisida yang bekerja secara kontak. Pemberian mankozeb saat musim hujan merupakan keputusan yang tepat karena bersifat protektif dengan membentuk lapisan pelindung pada tanaman. Mankozeb juga mengatasi berbagai jenis jamur penyebab penyakit pada tanaman. 

  • Klorotalonil

Fungisida dengan bahan aktif klorotalonil sangat efektif saat musim hujan karena bersifat kontak, spektrum luas, dan tidak mudah tercuci air hujan. Selain itu, klorotalonil juga bersifat protektif yang menghambat spora dan membentuk lapisan pelindung pada permukaan tanaman.

Rekomendasi Fungisida untuk Musim Hujan

Setelah tahu apa saja bahan aktif fungisida untuk musim hujan, kini kamu Gokomodo akan berikan beberapa rekomendasi fungisida untuk musim hujan. Tentunya ada yang bisa kamu dapatkan di GokoMart juga, lho!

Bion M 1/48 WP

Bion-M 1/48 WP merupakan fungisida kombinasi yang bekerja secara kontak dan sistemik yang efektif untuk mengendalikan penyakit akibat jamur maupun bakteri seperti busuk daun dan antraknosa pada tanaman cabai, tomat, serta kentang. Produk ini mengandung bahan aktif Mankozeb 48% dan Asibensolar-S-metil 1%, yang tidak hanya melindungi tanaman dari serangan patogen, tetapi juga membantu meningkatkan ketahanan alaminya. Umumnya dosis penggunaannya sebanyak 1,25–2,5 gram per liter air, diaplikasikan melalui metode penyemprotan dengan volume tinggi agar hasil pengendalian lebih optimal.

Tridium 70 WG

Tridium 70 WG merupakan fungisida yang bekerja secara sistemik dan kontak dengan tiga mekanisme sekaligus, yaitu protektif, kuratif, dan eradikatif. Produk ini efektif digunakan untuk mengendalikan berbagai penyakit seperti antraknosa (patek), busuk buah, dan bercak daun pada beragam jenis tanaman. Formulasinya mengandung kombinasi tiga bahan aktif, yaitu Mankozeb 59,7% dan Azoksistrobin 4,7%.

Nativo

Nativo 75 WG merupakan fungisida sistemik berspektrum luas yang diformulasikan dengan bahan aktif tebukonazol 50% dan trifloksistrobin 25%. Produk ini efektif dalam mengendalikan berbagai penyakit jamur seperti antraknosa, blas, dan bercak daun pada tanaman padi, cabai, maupun bawang merah. Selain berperan sebagai pelindung tanaman, fungisida ini juga memiliki fungsi sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus membuat tanaman tampak lebih hijau dan sehat.

Penerapan fungisida akan memberikan hasil yang lebih optimal jika dilakukan dengan teknik yang tepat, dengan cara penggunaan perekat, perata, dan penembus spreader-sticker sangat agar larutan tidak mudah terbilas air hujan dan dapat menempel sempurna pada permukaan tanaman. Selain itu, penting untuk melakukan pergantian bahan aktif, misalnya antara fungisida sistemik dan kontak, guna mencegah terjadinya resistensi jamur. Waktu aplikasi juga perlu diperhatikan, yaitu sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat cuaca cerah, sehingga bahan aktif memiliki kesempatan untuk terserap dengan baik sebelum terpapar hujan atau panas berlebih. Cek rekomendasi fungisida untuk musim hujan lainnya di artikel Inilah Bahan dan Merk Fungisida yang Mantap Digunakan Saat Musim Hujan dan artikel lainnya hanya di blog Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin