Diterbitkan 20 Oct 2023

Mengenal Hama Tikus dan Gejala Serangannya

Agri Edu

Siapa yang tidak geli ketika kata tikus disebutkan? Perasaan geli muncul karena tikus sering dijumpai di kehidupan sehari-hari, bahkan tikus hidup berdampingan dengan manusia. Tikus sering muncul di rumah-rumah hingga lahan pertanian. Di dalam rumah saja, tikus mampu membawa penyakit seperti salmonella dan hantavirus yang berbahaya bagi manusia, bagaimana jika berada di lahan pertanian?

Dikenal dengan pemakan segala, tentunya tikus membawa kerugian. Pada sektor pertanian, tikus sudah menjadi musuh bebuyutan para petani. Itulah mengapa tikus menjadi salah satu hewan yang merugikan di lahan pertanian. 

Tikus Sebagai Hama pada Sektor Pertanian

Hama tikus (Rattus argentiventer) merupakan hama yang paling terkenal menyebabkan banyak kerusakan di lahan pertanian hingga menyebabkan kerugian yang besar. Apabila OPT pada umumnya menyerang secara spesifik misalnya menyerang saat tanaman masih belum menghasilkan atau tanaman yang usia masih muda. Tikus menyerang tanaman pada semua fase pertumbuhannya dan lebih invasif ketika menyerang pada fase generatif. 

Tikus yang berasal dari famili muridae memilki kemampuan bereproduksi yang sangat tinggi. Satu tikus betina mampu melahirkan 120 tikus saat awal musim. Populasi 75% tikus muda menghabiskan waktunya di dalam persembunyian di tepi sawah dan menginjak dewasa menghabiskan 65% waktunya di lahan. 

Hama tikus tidak menyukai tempat yang luas dan terbuka karena keberadaannya mengundang predator dan juga manusia. Habitat tikus berada di lubang yang digali di sekitar rerumputan yang jaraknya cukup dekat dengan saluran air utama, pengairan sawah, kebun desa, dan di daerah selain lahan/ladang yang tertutup. Biasanya aktivitas hama ini sering dilakukan pada malam hari dan puncak aktivitasnya terjadi pada senja dan subuh. Pada siang hari, tikus biasanya ditemukan di antara vegetasi, gulma, dan tanaman lainnya yang terdapat pada satu ekoistem lahan. 

Serangan Hama Tikus

Hewan tikus menyerang hampir menyerang semua lahan pertanian, utamanya padi dan kelapa sawit – 3 Cara Pengendalian Hama Tikus pada Bibit Kelapa Sawit. Hama tikus menyerang tanaman dengan cara memotong atau mencabut tanaman yang baru ditanam. Pada fase pembenihan, hama tikus biasanya memotong benih dengan cara memakan tunas tanaman yang sedang berkembang. Selain itu, gejala serangan hama tikus yang dapat dilihat antara lain:

  1. Kerusakan pada batang
  2. Benih hilang
  3. Kematangan benih tertunda

Pengendalian Hama Tikus

Pada lahan pertanian, pengendalian hama tikus tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja, melainkan dilakukan oleh sekelompok petani dan melibatkan tokoh masyarakat. Karena hama tikus menyerang pada semua fase pertumbuhan, maka pengendaliannya juga dilakukan sejak sebelum tanam dimulai hingga menjelang panen. Pengendalian hama tikus secara terpadu biasanya dilakukan dengan cara:

  1. Membuat bentangan pagar plastik dengan tujuan mencegah tikus masuk ke area lahan pertanian. 
  2. Dilakukan secara manual, masyarakat menyebutnya dengan gepyokan massal. Gepyokan adalah aktivitas berburu tikus di lahan pertanian secara bersama-sama
  3. Pestisida juga digunakan apabila serangan tikus terbilang mengkhawatirkan.
  4. Melakukan sanitasi di sekitar lahan pertanian agar tikus tidak bisa membuat sarangnya. 
  5. Mengatur pola tanam – terutama pada sawah irigasi– dengan cara menanam tanaman secara bergantian, misalnya padi-padi-palawija, padi-padi-beda.
  6. Penanaman dilakukan secara serentak pada satu petak lahan untuk mengurangi rusaknya tanaman. 
  7. Mengatur jarak antar tanaman tidak terlalu rapat dan tidak terlalu renggang dengan pola tanam jajar legowo. Pengaturan jarak bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tidak disukai oleh tikus.
  8. Menggunakan musuh alami seperti burung hantu, ular, anjing, dan kucing.
  9. Memasang perangkap TBS (Trap Barrier System) dan LTBS pada lahan persemaian tanaman. Perangkap TBS berukuran 20x 20 m dan dipagari dengan plastik setinggi 60 cm yang ditegakkan dengan bambu setiap jarak 1 m. Perangkap TBS bekerja dengan cara menarik tikus dari lahan menuju luar lahan.

Jika serangan hama tikus mulai terlihat, segera lakukan pengendalian agar tidak menimbulkan banyak kerugian. Alat dan rodentisida yang dibutuhkan bisa didapatkan di Mitra Gokomodo. Jangan lewatkan pengetahuan tentang OPT yang merugikan sektor pertanian hanya di website Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin