Diterbitkan 14 Aug 2023

Mengenal Penyakit Busuk Buah Kakao

Agri Edu
penyakit busuk buah kakao

Serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat kegiatan pertanian. Begitu pula dalam budidaya tanaman kakao, penyakit busuk buah yang disebabkan jamur Phytophthora palmivora akan membuat para petani mengalami kerugian antara 30%-50%.

Penyakit busuk buah akan menyerang hampir di seluruh areal yang ditanami kakao. Hal ini karena jamur penyebab penyakit busuk buah dapat mempertahankan hidupnya selama bertahun-tahun. Bahkan pada musim kemarau, spora jamur di dalam tanah akan tumbuh dengan dinding tebal.

Gejala Serangan Penyakit Busuk Buah Kakao

Perlu diketahui, jamur yang menyerang buah kakao dapat bersumber dari tanah, buah atau batang yang sakit, maupun tumbuhan inang lainnya. Serangan tersebut muncul pada berbagai rentang umur buah, yakni sejak buah masih sangat muda hingga buah menjelang masak. 

Gejala tanaman kakao terserang penyakit ini dapat dilihat dari warna buah yang mulai berubah dari ujung buah atau area tangkai ke seluruh bagian buah. Akibatnya, buah kakao akan membusuk dalam waktu 14-22 hari dengan warna yang berubah menjadi hitam. 

Selain itu, akan muncul lapisan berwarna putih bertepung di permukaan buah yang sakit. Itu merupakan jamur-jamur sekunder dalam jumlah banyak yang membentuk spora. Jamur pun akan masuk ke dalam buah dan biji akan segera membusuk.  

Upaya Pengendalian Penyakit Busuk Buah

Sama seperti pengendalian hama lainnya, kamu bisa mengendalikan penyakit busuk buah pada tanaman kakao dengan konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

a. Memperbaiki Sanitasi 

Perbaikan sanitasi dapat dilakukan dengan memetik semua buah busuk bersamaan dengan pemangkasan atau saat panen setelah itu, buah busuk harus dibenamkan ke dalam tanah hingga kedalaman 30 cm – 3 Metode Pemangkasan Kakao yang Perlu Dipelajari

b. Membuat Rorak

Rorak merupakan sebuah galian yang dibuat di sekitar pokok tanaman. Selain digunakan untuk menempatkan pupuk organik, rorak juga dapat menjadi lubang drainase. Kamu dapat mengisinya dengan serasah, sisa hasil pangkasan, buah busuk, serta kulit buah kakao hingga penuh dan menutupinya dengan tanah.

c. Aplikasi Serasah sebagai Mulsa

Area pangkal batang yang terlindungi mulsa dari serasah akan terjaga dari percikan air yang membawa tanah yang mengandung jamur. Mulsa juga akan meningkatkan kegiatan jasad renik saprofit yang antagonis terhadap Phytophthora.

d. Aplikasi Jamur Trichoderma spp.

Semprotkan jamur Trichoderma spp. pada buah kakao sehat dengan dosis 200 kg/ha dengan volume semprot 500 l/ha. Kamu juga bisa menyemprot rorak dengan Jamur Trichoderma spp. untuk menekan perkembangan spora dari kulit atau buah yang berada disana.

e. Aplikasi Metabolit Sekunder Agensia Pengendali Hayati (MS APH)

Cara lain yang bisa digunakan adalah mengaplikasikan senyawa organik MS APH. Senyawa ini akan melindungi pertumbuhan awal tanaman, menghambat perkecambahan spora patogen, merangsang pembentukan zat pengatur tumbuh, menyediakan pasokan nutrisi, serta melindungi dan memperkuat jaringan.

Itu dia sekilas informasi mengenai penyakit busuk buah pada tanaman kakao dan cara pengendaliannya. Bagi kamu yang mencari informasi menarik seputar kakao, segera kunjungi website Gokomodo, ya! 

whatsapp
twitter
facebook
linkedin