Diterbitkan 6 Jul 2023

Menjaga Kualitas Saat Proses Panen dan Pasca Panen Cokelat

Tips / Tutorial
panen dan pasca panen cokelat

Kualitas hasil pertanian tidak hanya bertumpu pada proses tanam, namun saat panen dan pasca panen juga perlu diperhatikan. Banyak sekali kerusakan hasil panen disebabkan karena kurangnya kehati-hatian saat pasca panen. Tentu hal ini akan merugikan terlebih tanaman yang dibudidayakan termasuk komoditi yang menjanjikan, seperti buah kakao. Kesalahan saat panen dan pasca panen sama halnya dengan kurang waspada dengan invasi hama – Kenali Hama Tanaman Kakao Sebelum Melakukan Pengendalian Hama.

Kakao termasuk komoditi ekspor dan kegunaannya sangat penting. Tidak hanya untuk bahan makanan, kakao bisa digunakan pada industri farmasi. Agar hasil panen banyak dan terjaga kualitasnya, sangat perlu mengikuti prosedur panen dan pasca panen yang benar.

Prosedur panen

Sebelum melakukan panen, perhatikan tanda buah kakao yang siap dipanen. Buah kakao yang siap dipanen biasanya mengalami: perubahan warna alur kulit dari warna hijau menjadi jingga sebanyak 50% dari bagian buah; poros buah kering dan terdapat rongga antara biji dan kulit buah; buah biasanya berbunyi jika digoyangkan. 

Setelah yakin dengan keadaan buah yang siap panen, proses pemetikan bisa segera dilakukan. Gunakan pisau tajam untuk memotong buah dari ranting pohon kakao. Proses pemetikan sebaiknya dilakukan rotasi setiap 7-14 hari. Jika ditemukan buah yang busuk atau terkena invasi OPT, kubur buahnya di dalam tanah pinggir kebun dengan kedalaman 50 cm sehingga tidak menularkan penyakit pada tanaman yang masih sehat. Perhatikan sekitar buah yang dipetik dan pastikan untuk tidak merusak batang tanaman atau bantalan buah. 

Prosedur pasca panen

Setelah buah hasil panen terkumpul, proses selanjutnya yaitu sortir. Buah kakao mengalami penyortiran sebanyak 2 kali. Penyortiran pertama tentu memilih buah-buah yang sehat dan matang sempurna. Penyortiran kedua memilih buah yang terserang ulat buah, salah petik buah kokoa, biji buah sortiran pertama yang tercampur tanah, dan biji tercecer di tanah yang telah dimakan oleh hewan. 

Dari sortir buah kakao maka didapatkan kualitas buah yang baik. Buah yang terpilih selanjutnya melewati proses pemecahan. Untuk menghasilkan cokelat, setelah buah dipecahkan lanjut proses fermentasi. Proses fermentasi cukup panjang hingga memakan waktu 6 hari dan menghasilkan biji kakao berwarna cokelat. Setelah selesai proses fermentasi, kemudian biji kakao perlu dikeringkan untuk mengurangi kandungan air pada biji. Pengeringan biji kakao dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara buatan maupun alami menggunakan sinar matahari. 

Setelah mengenal proses panen dan pasca panen yang benar, dapat dipastikan hasil panen akan baik dan meminimalisir kerugian. Simak artikel seputar perkebunan dan komoditi ekspor Indonesia lainnya melalui website Gokomodo

whatsapp
twitter
facebook
linkedin