Diterbitkan 8 Feb 2023

Program Biodiesel B35 Berdampak Positif bagi Industri Sawit

Agri Edu

Seiring dengan berkurangnya bahan bakar dari minyak bumi, pemerintah mulai berupaya untuk mendorong penggunaan energi terbarukan. Sejalan dengan hal tersebut, maka sejak 1 Februari 2023 penerapan program biodiesel B35 mulai diberlakukan. Melalui program ini, pemerintah akan meningkatkan persentase campuran bahan bakar nabati (BBN) ke dalam BBM berjenis minyak solar. Dari yang awalnya hanya 30% saja (B30), kini akan diperbanyak menjadi 35% (B35).

Secara historis, penerapan program B30 di sepanjang tahun 2021 ternyata juga memiliki dampak positif terhadap emiten CPO. Hal tersebut bisa dilihat dari meningkatnya pendapatan emiten yang ada. Indonesia tidak hanya bertindak sebagai produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia, namun juga menjadi konsumen terbesar di dunia. Sehingga market penjualan CPO menjadi terserap semua di Indonesia sendiri.

Kenaikan porsi BBN yang akan menjadi 35% akan mendongkrak permintaan CPO dalam negeri bahkan tidak menutup kemungkinan permintaan bisa lebih tinggi lagi. Adanya program biodiesel B35 ini, para petani sawit tentunya akan mendapatkan keuntungan yang semakin besar dan industri sawit bisa jadi investasi menguntungkan di masa yang akan datang.

Implementasi program biodiesel B35 akan memiliki dampak yang positif bagi emiten perkebunan. Hal ini karena produk utama emiten sawit bisa lebih banyak diserap untuk mewujudkan B35 tersebut. Dampak positif tidak hanya diterima oleh bagi pemilik kebun namun juga para pekerja di perkebunan sawit.

Demikian informasi seputar program biodiesel 35 yang perlu kamu ketahui. Bila kamu tertarik dengan informasi seputar pertanian lainnya, kamu juga bisa mengunjungi website Gokomodo. Yuk, tambah wawasan bersama kami!

ARTIKEL LAINNYA: Eropa Melempem Ingin Bekukan Kelapa Sawit Indonesia

whatsapp
twitter
facebook
linkedin