Diterbitkan 13 Feb 2023

Sektor Agrikultur Semakin Berkembang dengan Digital Farming

Agri Edu
Agrikultur dengan digital farming

Pengembangan sektor agrikultur agar menjadi digital farming menjadi suatu hal yang cukup diperhatikan beberapa tahun belakangan karena persaingan dan gencarnya pertumbuhan dalam Industri 4.0. Hal yang diperlukan untuk ketahanan agrikultur pada Industri 4.0 ialah kualitas data yang baik dan alat untuk implementasi data. 

Adanya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), membuat sektor agrikultur dapat mengembangkan teknologi digital farming. Sederhananya, teknologi ini mengadopsi AI yang diimplementasikan dalam pengelolaan pertanian dan peternakan serta proses lain terkait dengan budidaya dan pengelolaan sumber daya pangan.

Adanya digital farming diharapkan dapat membantu petani dan pelaku sektor agrikultur lainnya dalam beberapa hal berikut:

Kemudahan pengolahan dan dokumentasi data

Diharapkan dengan digital farming, pengumpulan data menjadi lebih efektif dan efisien dengan menggunakan teknologi RFID dan komputasi berbasis seluler lainnya sehingga mengurangi pengumpulan dan proses data secara manual. 

Pemantauan secara real-time

Digital farming tentunya membutuhkan internet agar berfungsi dengan baik, dengan menggunakan alat sensor yang terkoneksi dengan internet, para petani dan pelaku sektor agrikultur lainnya bisa dengan mudah mengetahui kondisi lahan, melihat keadaan tanah, hingga melakukan perencanaan penanaman benih secara real-time. Tidak berhenti disitu saja, hasil pemantauan ini juga berguna untuk memprediksi keberhasilan strategi yang digunakan oleh petani. 

Informasi dan keputusan yang terpusat

Setelah informasi terdokumentasikan dalam suatu sistem, maka secara otomatis akan menghasilkan big data yang digunakan sebagai sumber informasi sekaligus penyelesaian masalah terkait penanaman, panen, penjualan, hingga distribusi hasil panen. Big data pun juga membantu membuat keputusan dengan lebih baik. 

Efisiensi tenaga dan materi

Adanya teknologi GPS dan literasi digital turut berkontribusi dalam membantu petani dan stakeholder agrikultur lainnya untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi pekerjaan, sehingga biaya yang dikeluarkan bisa di minimalisir atau berkurang dari sebelumnya begitu pula dengan tenaga yang disalurkan.

Sampai saat ini, inovasi digital farming masih terbatas pada penggunaan aplikasi yang berbasis seluler dan laptop serta infrastruktur tanpa kabel. Harapannya, semakin banyak inovasi teknologi yang dapat diterapkan pada sektor agrikultur. Yuk, simak artikel agrikultur lainnya melalui website Gokomodo!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin