Diterbitkan 11 Jan 2024

Tanaman Serealia Asing Berikut Ini Dapat Tumbuh dengan Baik di Indonesia

Agri Edu
tanaman serealia asing

Setiap negara memilki makanan pokoknya masing-masing. Makanan pokok diambil dari tanaman yang dapat hidup di wilayah tersebut. Misalnya saja di Indonesia yang makanan pokoknya adalah nasi berasal dari padi yang tumbuh sangat baik di iklim tropis. Di beberapa negara barat, mungkin berbeda pula makanan pokoknya, seperti oat, quinoa, havermut, dan masih banyak lagi. Semua makanan pokok tersebut termasuk dalam golongan serealia.

Mengenal Tanaman Serealia

Serealia merupakan rumput yang ditanam dan dimanfaatkan bijinya sebagai bahan makanan. Kata serealia berasal dari kata ceres yang artinya Dewi Pertanian dalam sejarah Romawi. Tanaman serealia asing pertama kali dibudidayakan di Timur Tengah, lebih tepatnya di antara Sungai Eufrat dan Tigris. 

Biji-bijian serealia mengandung banyak energi makanan dibandingkan jenis makanan lainnya. Secara umum, serealia biasanya mengandung vitamin, mineral, karbohidrat, lemak, minyak, serta protein. Oleh karena itu, serealia banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok di beberapa negara. Berikut ini beberapa seralia yang juga termasuk dalam Tanaman Pangan yang Populer di Indonesia.

Sorghum

Sumber: Healthline

Sorghum (Sorghum spp.) merupakan salah satu tanaman rerumputan yang masih sejenis dengan padi, jagung, dan gandum sekaligus menjadi serealia asing yang dapat tumbuh dengan baik di Indonesia. Sehingga hasil dari tanaman sorghum dapat dikonsumsi manusia sebagai makanan pokok. Namun, di Indonesia sorghum biasanya dikonsumsi oleh hewan ternak. Di beberapa daerah, sorghum juga dikenal sebagai cantel atau gandrung.

Sebagai salah satu alternatif makanan pokok, sorghum mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Dalam sorghum terdapat niacin, riboflavin, dan tiamin. Biji sorghum juga tak kalah bergizi karena mengandung alium, zat besi, tembaga, magnesium, serta fosfor.

Padi

Sumber : Vecteezy

Sebagai orang asia, tentu tidak bisa lepas dari nasi, kan? Nasi yang sering dijadikan makanan pokok berasal dari tanaman padi. Padi (Oryza sativa) ternyata bukan berasal dari Indonesia, tetapi sangat tumbuh subur di Indonesia. Sebagai makanan pokok, tentu saja padi mengandung banyak zat dan mineral yang menyediakan sumber kekuatan bagi siapapun yang mengkonsumsinya. Beras mengandung karbohidrat yang tinggi, serat, kalsium, zat besi, sodium, dan masih banyak lagi. 

Jagung

Sumber: Pexels

Di pedesaan, masih sering dijumpai penduduk setempat menjadikan jagung sebagai makanan pokok yang disulap menjadi nasi jagung. Jagung (Zea mays) juga termasuk dalam tanaman serealia yang dapat tumbuh dengan baik di Indonesia. Apabila ada negara yang tidak bisa menanam padi, maka jagung bisa dijadikan alternatif sebagai makanan pokok. Hal ini dikarenakan kandungan jagung paling banyak yaitu karbohidrat, kemudian disusul dengan kandungan penting yang lain seperti kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, dan air. 

Jali

Tanaman serealia asing
Sumber: iStock

Jali (Coix lacryma-jobi) merupakan salah satu tanaman serealia yang bukan berasal dari Indonesia namun dapat tumbuh dengan baik di Indonesia. Jali sudah tersebar di berbagai ekosistem lahan pertanian dan beberapa pulau besar di Indonesia. Bagi yang belum tahu, jali memilki cangkang keras berwarna putih, berbentuk oval, dan biasanya dapat dimanfaatkan sebagai hiasan manik-manik. 

Tanaman serealia satu ini juga mampu menjadi alternatif nasi. Jali juga mengandung sumber pangan pokok, seperti karbohidrat, protein, lemak nabati, dan kalsium yang tidak jauh berbeda dengan beras. Biasanya jali digunakan sebagai campuran bubur, tapai, dan masih banyak makanan lainnya. 

Sebagai makanan pokok yang kandungan karbohidratnya tinggi, konsumsi serealia sebaiknya dibatasi untuk mengindari beberapa masalah kesehatan seperti diabetes. Serealia dapat dikonsumsi mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dengan memanfaatkan serealia sebagai alternatif makanan pokok, jadi tidak perlu lagi apabila terjadi kelangkaan beras. Tertarik dengan artikel edukasi seputar pertanian? Jangan lupa baca di blog Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin