Tips Pemupukan Padi Terbaik yang Wajib Kamu Coba

Pemupukan merupakan salah satu upaya penting dalam usaha budidaya untuk memastikan tanaman memperoleh nutrisi yang cukup. Namun proses ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan sebab ada banyak pilihan jenis pupuk dan dosis anjuran yang berbeda-beda.
Jika proses pemupukan dilakukan dengan benar maka padi akan tumbuh dengan baik dan memberikan hasil terbaik dan berkualitas. Sebaliknya, jika terjadi kesalahan dalam pemupukan padi tentu akan berdampak buruk pada tanaman maupun lingkungan – Seluk Beluk Pupuk Padi: Jenis, Manfaat, dan Keunggulannya bagi Tanaman
Oleh karena itu, pastikan telah mencari informasi yang lengkap dan terpercaya sebelum melakukan pemupukan padi untuk mendapatkan pedoman yang tepat. Simak ulasan berikut agar makin paham mengenai tips mudah pada pemupukan padi agar hasil panen melimpah.
Pahami Kebutuhan Tanaman
Sebelum melakukan pemupukan padi, pastikan telah mengetahui kebutuhan tanaman dengan mengukur kondisi tanah terlebih dahulu. Dengan melakukan uji tanah, petani akan mengetahui kriteria tanah sehingga dapat menentukan jenis pupuk dan dosis yang tepat.
Umumnya padi membutuhkan tiga unsur hara utama, yaitu Nitrogen, Fosfor, dan Kalium. Kombinasi ketiganya akan mendorong pertumbuhan vegetatif, mendukung perkembangan akar dan pembungaan, serta meningkatkan ketahanan tanaman.
Unsur-unsur tersebut dapat diperoleh dari pupuk NPK majemuk maupun beberapa pupuk tunggal seperti Urea untuk memenuhi kebutuhan Nitrogen. Sementara itu, pupuk TSP atau SP-36 dapat dipilih sebagai sumber fosfor, dan KCL untuk Kalium.
Namun terkadang, dalam kondisi tertentu tanaman padi juga memerlukannya unsur lain yang tak kalah penting. Seperti Magnesium, Kalsium, dan Sulfur untuk menunjang proses fisiologis dan memperkuat tanaman.
Kombinasi Tips Pemupukan Padi
Tak hanya mengandalkan pupuk kimia, petani juga dianjurkan melakukan kombinasi dengan jenis pupuk lain seperti pupuk organik dan pupuk kompos. Penggunaan pupuk ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan.
Pupuk organik yang mengandung mikroorganisme ini berperan dalam meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Selain itu, pupuk organik juga dapat memperbaiki tanah dengan meningkatkan daya serap air sehingga mengurangi risiko degradasi tanah.
Cara dan Waktu Pemupukan yang Tepat
Penentuan dosis dan jenis pupuk selanjutnya perlu dieksekusi dengan cara dan waktu aplikasi yang tepat agar pemupukan lebih optimal dan tidak boros. Lakukan pemupukan dasar saat persiapan lahan atau seminggu sebelum masa tanam untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Saat padi berusia 7-15 hari setelah tanam, lakukan pemupukan pertama menggunakan pupuk Urea 75 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, dan KCL 50 kg/ ha. Pemupukan kedua bisa mulai dilakukan saat padi berusia 21 HST menggunakan pupuk Urea sebanyak 150 kg/ha. Lalu saat umur 42 HST, aplikasikan pupuk Urea 75 kg/ha dan KCL 50 kg/ha.
Lakukan Efisiensi Pemupukan
Setelah melakukan beberapa tips dasar pemupukan padi, jangan lewatkan upaya tambahan yang bisa dilakukan agar pemupukan bisa lebih efisien. Misalnya dengan penerapan pemupukan bertahap saat musim hujan untuk mengurangi resiko kehilangan nutrisi akibat pencucian oleh air hujan.
Pemupukan Berbasis Teknologi
Seiring berkembangnya aneka teknologi saat ini ternyata sangat membantu aktivitas budidaya tanaman, termasuk saat pemupukan. Jangan lewatkan untuk menggunakan berbagai pilihan teknologi seperti drone untuk mewujudkan pemupukan presisi sekaligus.

Gunakan pula sensor tanah untuk mengetahui kondisi tanah secara real-time sehingga dapat menentukan jenis dan dosis pupuk yang tepat. Penggunaan teknologi selama proses pemupukan ini tidak hanya dapat menghemat waktu dan tenaga tetapi juga untuk mengurangi pemborosan pupuk.
Selain mempelajari tips pemupukan padi, kamu juga perlu bijak dalam memilih jenis pupuk yang akan digunakan. Dapatkan rekomendasi pupuk padi terbaik dengan mengunjungi gerai GokoMart terdekat. Belanja sekarang juga!



