Header GokoUp dan GokoZone
Agri Edu

ZPT: Solusi Nyata untuk Tanaman Lama Berbuah

Diterbitkan 9 Jan 2026, 13:37

Pernahkah kamu berfikir bagaimana tanaman bisa tumbuh dengan cepat dan berbuah lebat? Kalau kamu menjawab melalui pemberian pupuk, jawaban tersebut kurang lengkap. Pupuk menyediakan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman, seperti pembesaran tanaman, pembuahan, dan pembungaan. Sama halnya dengan manusia, nutrisi saja tidak cukup untuk pertumbuhan optimal. Baik manusia maupun hewan, sama-sama memiliki hormon pertumbuhan untuk tumbuh dengan baik. Nah, kalau kamu masih asing dengan hormon pada tanaman, Gokomodo ada sedikit penjelasan tentang ZPT. 

Sumber: Anna Tarazavich on Pexels

Pengertian ZPT dan Fungsinya

Zat Pengatur Tumbuh, yang kemudian dikenal dengan sebutan ZPT, merupakan senyawa kimia atau senyawa organik berfungsi untuk memodifikasi, mempercepat, atau memperlambat pertumbuhan tanaman/ Dengan menggunakan Zat Pengatur Tumbuh diharapkan tanaman bisa muncul bunga, buah, serta pematangan buah dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan tanaman yang tidak diberikan.

Ada beberapa orang yang menyamakan ZPT dengan hormon. Apakah keduanya sama? ZPT bekerja seperti hormon tanaman (fitohormon) dan terbagi menjadi beberapa golongan utama, diantaranya auksin, giberelin, etilena, dan asam absisat. Zat Pengatur Tumbuh bisa didapatkan secara alami maupun sintetik – Bahan Alami yang Dapat Digunakan sebagai ZPT .Berikut penjelasan singkat masing-masing jenis fitohormon yang biasanya digunakan pada ZPT. 

Middle GokoUp dan GokoZone

Auksin

Auksin merupakan hormon yang berfungsi sebagai pengatur pembesaran dan pemanjangan sel di daerah belakang meristem. Secara alami, hormon ini ditemukan di bagian akar, ujung batang, dan bunga. 

Sitokinin

Sitokinin merupakan hormon pemicu pembelahan sel tumbuhan. Ada juga senyawa hormon lainnya yang memiliki fungsi yang sama yaitu kinetin dan zeatin. Kinetin ditemukan pada ekstrak sperma burung bangkai dan zeatin secara alami ditemukan pada biji jagung muda dan air kelapa. 

Giberelin

Giberelin, yang juga dikenal sebagai asam giberelat, merupakan hormon yang sifatnya menyerupai sitokinin dan bisa ditemukan pada hampir semua siklus hidup tanaman. Secara alami, giberelin bisa ditemukan di tanaman paku-pakuan/pakis, jamur, lumut. gymnospermae dan angiospermae yang ada pada biji muda, pucuk batang, ujung akar, dan daun muda. 

Pemberian Zat Pengatur Tumbuh tentu ada fungsinya tersendiri. Beberapa keuntungan yang dapat terlihat diantaranya:

  1. Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun.
  2. Meningkatkan pembungaan dan pembentukan buah
  3. Mempercepat pematangan dan merontokkan buah apabila diperlukan. 
  4. Menghambat pertumbuhan tunas atau cabang yang tidak diinginkan dan memfokuskan nutrisi pada pertumbuhan bunga dan buah. 

Sebelumnya sudah disinggung mengenai Zat Pengatur Tumbuh alami yang bekerja menyerupai hormon tanaman. Lalu, bagaimana dengan ZPT sintetik atau ZPT buatan? Berbeda dengan pupuk buatan yang berasal dari bahan kimia dari alam, Zat Pengatur Tumbuh sintetis dibuat oleh manusia dengan memanfaatkan kultur jaringan dan diproduksi secara komersial dengan tujuan merekayasa perkembangan tanaman, misalnya untuk memperbanyak bunga, tunas, cabang, maupun memperbanyak anakan. Ternyata Zat Pengatur Tumbuh sintetik jauh lebih efektif dan lebih terjangkau apabila diberikan pada tanaman, terlebih untuk tanaman komersil. 

Ada lagi hormon ZPT yang diproduksi oleh mikroorganisme yang hidup disekitar tanaman. Berdasarkan asalnya, yang berasal dari mikroorganisme dibagi menjadi 2 kelompok yaitu hormon asli (hormoin endogen) dan hormon yang berasal dari luar jaringan tanaman (hormon eksogen). 

Cara Menggunakan ZPT

Pemberian Zat Pengatur Tumbuh jauh lebih fleksibel dibandingkan pupuk. Ada berbagai cara mengaplikasikan pada tanaman, diantaranya:

  1. Dicampurkan, berarti mencampurkan ZPT dengan air.
  2. Disemprotkan, ZPT yang sudah dicampurkan bisa diaplikasikan pada tanaman dengan cara disemprotkan.
  3. Direndam, dengan cara merendam anakan tanaman yang ingin dipercepat pertumbuhannya ke dalam larutan ZPT. 
  4. Dikocorkan, larutan ZPT yang sudah dilarutkan dapat langsung dikocorkan pada tanaman. Dengan cara ini lebih cepat diserap tanaman. 

Perbedaan ZPT dan Pupuk

Terkadang masih banyak yang sulit membedakan Zat Pengatur Tumbuh dan pupuk. Bahkan beberapa pupuk ada yang dilengkapi dengan ZPT, sehingga membuat kesulitan membedakan diantara keduanya. Jadi, apakah keduanya sama? Ada beberapa faktor yang membedakan keduanya, yaitu:

Tujuan

Pupuk dan ZPT memiliki tujuan yang berbeda, meskipun secara umum mereka sama-sama memenuhi nutrisi untuk tanaman. Pemberian pupuk biasanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan tanaman, kesehatan, dan produktivitas tanaman secara keseluruhan, Sedangkan pemberian Zat Pengatur Tumbuh ditujukan untuk mengoptimalkan dan mempercepat fase pertumbuhan tertentu, dalam hal ini biasanya fase generatif. 

Kandungan

Kandungan pupuk terdiri dari unsur hara makro primer, makro sekunder, dan unsur hara mikro. Unsur hara itulah yang memenuhi kebutuhan nutrisi pada tanaman. Sedangkan ZPT mengandung senyawa yang menyerupai, bahkan ada yang menggunakan hormon tanaman secara alami, seperti auksin, giberelin, dan masih banyak lagi. 

Jumlah pemberian

Baik pupuk maupun ZPT sama-sama diberikan sesuai dengan dosisnya, namun secara takaran, pemberian pupuk lebih banyak dibandingkan ZPT. Pupuk diberikan dalam jumlah cukup banyak, tergantung jenis tanaman dan luas lahan. Sedangkan Zat Pengatur Tumbuh, yang bertindak sebagai hormon, diberikan dalam jumlah yang sedikit. 

Ternyata hormon pada tanaman memang sangat berpengaruh pada pembentukan bunga dan buah. Hormon tanaman yang ada pada Zat Pengatur Tumbuh lebih mudah dan lebih cepat untuk merangsang hormon pertumbuhan yang ada di tanaman. Nah, sudah saatnya kamu membeli ZPT di GokoMart terdekat, ya. Jangan lupa kumpulkan poin untuk ditukarkan dengan hadiah menarik di aplikasi Gokomodo! Baca artikel lainnya seputar nutrisi tanaman dan pupuk hanya di blog Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin
Footer Gokoup Dan GokoZone
Sehari Jadi Petani Episode 2