Serba-Serbi Investasi Sawit, Perhatikan 10 Hal Ini

Tips / Tutorial
Bagikan

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting di pasar dunia. Penggunaan minyak sawit dan minyak inti sawit dalam berbagai produk olahan juga membuat permintaan pasar melambung tinggi, sehingga pilihan dalam berinvestasi di komoditas kelapa sawit merupakan hal yang menjanjikan.

Dalam melakukan investasi di komoditas tersebut, ada beberapa faktor yang perlu kamu perhatikan. Dengan riset yang mendalam, peluang kesuksesan di masa datang menjadi semakin besar. Untuk itu, simak beberapa tips investasi sawit dari petani berikut ini.

10 Tips Investasi Sawit yang Aman

1. Pahami Konflik Vertikal

Konflik vertikal merupakan konflik yang terjadi dengan negara sebagai pemangku kawasan hutan. Agar terbebas dengan konflik ini, kamu bisa mengunduh aplikasi pintar GPS di ponsel maupun langsung berkoordinasi ke Dinas Kehutanan atau Perkebunan.

Kamu harus mengetahui status kawasan kebun sawit yang akan dibeli. Apakah kebun tersebut berada di kawasan hutan atau di non-kawasan hutan. Langkah ini sangat penting dilakukan untuk menghindari adanya denda penanaman dalam kawasan hutan atas dasar keterlanjuran.

2. Ketahui Konflik Horizontal

Konflik horizontal merupakan konflik yang terjadi antara petani dengan petani, petani dengan masyarakat adat, maupun petani dengan pemegang izin Kawasan Konsesi/HGU/HPH. Konflik ini dinilai lebih rumit.

Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa melakukan survey ke aparat desa terkait ataupun bertanya ke tetangga kebun. Sementara untuk menghindari konflik dengan pemegang konsesi, disarankan untuk bertanya langsung ke Dinas Perkebunan atau Kehutanan.

3. Lihat Lokasi Kebun ke Jalan Umum

Hal lain yang perlu kamu ketahui adalah lokasi kebun ke jalan umum. Pilihlah kebun yang jaraknya tidak terlalu jauh ke jalan umum untuk mempermudah mobilitas. Bila kebun berlokasi jauh di pedalaman, kamu harus bersiap untuk menyediakan biaya, seperti biaya pembuatan jalan, perawatan, dan biaya tambahan jika melewati jalan perkampungan.

4. Cek Lokasi Kebun ke PKS (Pabrik Kelapa Sawit)

Jarak lokasi kebun ke PKS (Pabrik Kelapa Sawit) juga harus diperhatikan dengan baik. Hal ini dapat menambah biaya produksi yang cukup banyak bila jarak kebun ke PKS lebih dari 10-20 km.

5. Perhatikan Surat Kepemilikan Kebun

Kamu perlu memperhatikan surat kepemilikan kebun dari pemilik sebelumnya. Adanya SKGR (Surat Keterangan Ganti Rugi) atau SKT (Surat Keterangan Tanah) bisa dijadikan dokumen yang sah karena ditandatangani oleh para sempadan tanah serta oleh aparat desa/kelurahan. Perhatikan letak posisi tanah di SKT dan SKGR, sebab peletakan posisi tanah seringkali mengalami kesalahan. 

6. Pahami Jenis Tanah

Sebelum membeli lahan sawit, pahami jenis tanah pada kebun kelapa sawit tersebut. Usahakan untuk memilih tanah yang sangat subur (S1) atau minimal tanah yang subur dengan sedikit pembatas (S2). Jenis tanah akan mempengaruhi hasil panen yang kamu dapatkan di masa depan.  

7. Hindari Lahan Rawan Banjir

Kamu juga perlu menghindari lahan yang rawan banjir dengan mendeteksinya melalui GPS (leveling), maupun melihat jenis vegetasi yang dominan di tanah lahan yang akan dibeli. 

8. Sesuaikan Luasan Tanah dengan Kebutuhan

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah kesesuaian luas lahan dengan kebutuhan. Bila kamu ingin menjadikan berkebun sawit sebagai pekerjaan utama, sarana penambah penghasilan, dan tidak tinggal di kompleks kebun, maka kamu bisa membeli lahan dengan luas 6 hingga 25 hektar. Sementara itu, bila kamu hanya ingin mengerjakannya sendiri dan tinggal di sekitar kebun, kamu bisa membeli lahan seluas kurang lebih 4 hektar.

9. Perhatikan Asal dan Bibit Sawit

Bila kamu ingin membeli kebun yang sudah ditanami pohon sawit, maka kamu juga harus memperhatikan asal dan bibit sawit yang ditanam. Kamu bisa bertanya ke pemilik kebun mengenai sertifikat sumber bibit atau kecambah bila masih ada. Cara lainnya adalah melakukan sampling brondolan TBS. Bibit sawit yang tidak asli hanya akan menghasilkan 30% dari produksi normal selama 25 tahun masa produktif sawit.

10. Lihat Aspek Agronomis Kebun

Hal terakhir yang perlu kamu lihat adalah aspek agronomis kebun, yakni perawatan kebun oleh pemilik sebelumnya. Apakah kebun secara rutin dipupuk, berapa jarak tanam antar tanaman, berapa populasi tanaman per hektar, dan seberapa besar jalan panen. 

Itulah 10 tips aman yang perlu kamu perhatikan bila ingin berinvestasi sawit. Bila kamu tertarik dengan informasi seputar kelapa sawit lainnya, kunjungi website Gokomodo untuk mendapatkan berbagai artikel menarik yang lain. Selamat membaca!

Bagikan Artikel ini
Share