Diterbitkan 8 Jul 2024

3 Cara Pengendalian Hama Kutu Putih yang Perlu Kamu Tahu!

Agri Edu
Hama Kutu Putih

Keberadaan hama pada tanaman perlu dideteksi sejak dini agar dapat segera dilakukan pengendalian dan tidak menimbulkan dampak yang parah. Penting untuk mengenal gejala keberadaan hama seperti saat ada serangan Phenacoccus manihoti atau yang sering dikenal dengan kutu putih.

Seperti namanya, hama kutu putih akan menimbulkan bintik putih mirip serat kapas putih pada tanaman. Jika dibiarkan terlalu lama, kumpulan kutu putih ini dapat merusak tanaman dan mengurangi kualitas hasil panen. Oleh karena itu, simak ulasan berikut untuk mengenal hama kutu putih dan usaha pengendaliannya.

Mengenal Hama Kutu Putih

Hama kutu putih (Phenacoccus manihoti) atau dikenal pula dengan sebutan mealbug merupakan hama yang bersifat partenogenetik telitoki. Artinya, hama ini mampu bereproduksi tanpa melibatkan perkawinan jantan sehingga tingkat perkembangbiakannya cukup tinggi karena setiap kutu mampu menghasilkan keturunan.

Sebelum dikenal di daerah Asia Tenggara, kutu putih telah lebih dulu menyerang kawasan Amerika Selatan. Kutu putih dewasa memiliki tubuh berbentuk oval yang tertutup oleh tepung putih berlilin dan membuatnya cukup mudah dikenali. Siklus hidup kutu putih rata-rata dari telur hingga dewasa berkisar 28 hari tergantung dengan kondisi lingkungan.

Saat menyerang tanaman, kutu putih biasanya menempel pada daun dan batang tanaman untuk menghisap sari tanaman melalui probisis. Bagian yang masih muda dan lembut sering menjadi sasaran sehingga proses menghisap menjadi mudah. Akibatnya, jaringan tanaman mengalami kerusakan bahkan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.

Sumber: iStock

Usaha Pengendalian Kutu Putih

1. Usaha Pengendalian Hayati

Sebagaimana hama lain, kutu putih juga punya musuh biologi yang dapat dimanfaatkan untuk membasmi keberadaannya. Para petani bisa memanfaatkan berbagai serangga pemangsa alami seperti kepik, kelompok coccinellidae, atau larva parasitoid.

2. Usaha Pengendalian Kimiawi

Pengendalian menggunakan pestisida kimia sintetis biasanya dilakukan ketika serangan hama sudah parah dan harus segera diatasi. Usaha terakhir ini perlu dilakukan berdasarkan penggunaan dengan hati-hati sesuai petunjuk dalam kemasan.

3. Usaha Pengendalian Alami

Ada banyak cara alami yang dapat dilakukan untuk membasmi keberadaan kutu putih, salah satu yang paling populer adalah dengan minyak mimba. Insektisida nabati ini efektif mengendalikan kutu putih karena minyak mimba akan mengganggu pertumbuhan dan aktivitas kutu putih.

Pilihan lainnya bisa menggunakan 10 siung bawang putih segar yang dilarutkan dalam air selama beberapa jam kemudian disaring dan disemprotkan pada tanaman. Larutan bawang putih ini mengandung senyawa allicin yang dapat mengusir kutu putih. 

Selain itu, kamu juga bisa menggunakan air cabai yang dibuat dengan mencampurkan satu sendok makan bubuk cabai dengan satu liter air. Kemudian, tambahkan beberapa tetes sabun cair bebas pewangi dan semprotkan pada tanaman yang terkena kutu putih. 

Demikian tiga cara yang bisa kamu lakukan untuk membasmi hama kutu putih yang merugikan. Baca juga artikel Yuk, Kenali Kutu Putih Bemisia tabaci yang Meresahkan Para Petani! di website Gokomodo untuk menambah wawasanmu. 

Nah, jika kamu tertarik mencoba cara pengendalian kimiawi, kamu bisa langsung mengunjungi gerai GokoMart terdekat. Kunjungi sekarang juga dan dapatkan berbagai produk pestisida berkualitas dengan harga terjangkau!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin
Blog terbaru
Pengetahuan agrikultur, tips, dan sumber daya dari tim kami.