Diterbitkan 24 May 2023

4 Perbedaan Kopi Robusta dan Arabika

Agri Edu
kopi robusta

Dua jenis kopi populer yang banyak beredar di pasaran adalah kopi robusta dan arabika. Kedua jenis kopi tersebut tidak hanya memiliki citarasa yang nikmat, namun juga memiliki karakteristik yang khas. Tak heran, kedua jenis kopi ini memiliki tempat khusus di hati masyarakat Indonesia.

Meski dari namanya sudah terlihat berbeda, banyak orang awam yang menganggap keduanya sama. Padahal, menurut informasi dari Wiliam Heuw, pemilik brand Kopi Kange, kopi robusta dan arabika memiliki perbedaan yang nyata. Baik dari segi rasa, lokasi dan daerah tumbuh, kualitas biji, maupun proses pengolahan bijinya.

1. Lokasi dan Kondisi Daerah Tumbuh

Kopi robusta dan arabika merupakan dua jenis kopi yang berasal dari dua pohon berbeda. Perbedaan tersebut juga mencakup lokasi dan kondisi daerah tumbuh keduanya, dimana kopi robusta biasa tumbuh di lahan dengan ketinggian kurang dari 1.000 mdpl, sedangkan arabika di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.000-2.000 mdpl.

Di Indonesia, perkebunan kopi robusta lebih berkembang jika dibandingkan dengan kopi arabika. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, seperti kemampuan kopi robusta untuk tumbuh di ketinggian yang rendah, kemampuan adaptasi pada iklim panas dengan air yang sedikit, lebih mudah ditanam dan dirawat, serta cenderung lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

2. Rasa Kopi

Perbedaan lokasi dan daerah tumbuh kopi rupanya juga berkaitan dengan rasa kopi yang dihasilkan. Hal ini sesuai dengan artikel yang menyatakan bahwa Beda Ketinggian Tanam Ternyata Beda Rasa Kopi yang Dihasilkan.

Dilihat dari kacamata umum, rasa kopi robusta yang tumbuh di dataran rendah masih kalah nikmat jika dibandingkan dengan rasa kopi arabika yang tumbuh di daerah pegunungan.

Rasa kopi arabika didominasi oleh rasa asam sedikit pahit dengan kandungan kafein sekitar 0,8-1,4%. Sementara itu, rasa kopi robusta cenderung lebih pahit karena mengandung kafein antara 1,7-4%. Namun, kenikmatan rasa kopi ini tetap kembali pada selera masing-masing.

3. Kualitas Biji 

Perbedaan berikutnya dilihat dari kualitas biji yang dihasilkan. Menurut sebagian pecinta kopi, biji kopi arabika dinilai lebih berkualitas daripada biji kopi robusta. Hal ini karena kopi arabika mendapatkan perawatan yang lebih ekstra, dimana tanah dataran tinggi cenderung lebih gembur dan bebas dari kontaminasi pestisida.

4. Proses Pengolahan Biji Kopi 

Proses pengolahan biji kopi juga menjadi poin pembeda antara kopi robusta dan arabika. Semakin rumit prosesnya, maka akan semakin tinggi harga jual biji kopi yang dihasilkan. Dalam hal ini, kopi arabika memiliki harga yang cenderung lebih mahal karena bijinya memiliki kulit sensitif yang membuat proses pengolahannya lebih rumit. 

Sementara itu, kopi robusta memiliki proses pengolahan biji yang sangat sederhana sehingga harganya lebih rendah. Di kalangan para petani, biji kopi robusta cenderung diproses secara natural, yakni setelah dipetik dari pohon, biji kemudian dikuliti dan dikeringkan menggunakan oven. 

Itu dia 4 perbedaan antara kopi robusta dan arabika selain dilihat dari bentuk bijinya yang perlu kamu tahu. Semoga informasi dari Gokomodo ini dapat menambah wawasanmu, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin