Diterbitkan 12 Dec 2023

5 Langkah Mudah dalam Budidaya Tomat, Simak!

Tips / Tutorial
Budidaya Tomat

Tomat (Solanum lycopersicum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, berasal dari Amerika Tengah dan Selatan yang memiliki siklus hidup singkat. Tanaman tomat dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter di tanam di dataran rendah sampai tinggi sebagai tanaman tumpang sari atau rotasi pada lahan sawah. Tomat banyak dikonsumsi sebagai sayur dan buah segar ataupun di olah sebagai produk tertentu. Tomat berwarna merah, kaya akan kandungan vitamin A dan C yang bermanfaat untuk menjaga sistem imun tubuh. 

Sumber: Halodoc

Syarat tumbuh budidaya tomat

Tomat merupakan tanaman yang bisa tumbuh di segala tempat. Tanaman tomat dapat tumbuh baik di dataran tinggi (lebih dari 700 mdpl), dataran medium (200-700 mdpl), dan dataran rendah (kurang dari 200 mdpl). Untuk pertumbuhan yang baik, budidaya tomat dapat memerhatikan syarat berikut : 

  1. Budidaya tomat baiknya dilakukan di atas tanah yang subur, gembur, porus, dengan kadar kemasamaan tanah (pH) 5-7, tanah sedikit mengandung pasir, mengandung humus, serta pengairan yang teratur dan cukup.
  2. Curah hujan 750 – 1.250 mm/tahun dengan kelembaban relative 25%
  3. Budidaya tomat akan tumbuh dengan baik pada temperature 20-27C untuk menghasilkan warna buah tomat merah merata, dan hindari temperature>30C atau <10C karena berpengaruh kurang baik terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas buah tomat. 
  4. Budidaya tomat memerlukan intensitas cahaya matahari sekitar 10-12 jam tiap hari.

Lima Langkah Mudah Budidaya Tomat 

  1. Persiapan lahan. Untuk mendapatkan jumlah tanaman tomat sekitar 25.000-30.000 tanaman tomat per hektar. Pertama, lahan dibersihkan agar terhindar dari gulma dan rumput liar, kemudian dibajak supaya tanah menjadi gembur. Kedua, membuat bedengan dengan lebar 1-1,2 m dan panjang yang disesuaikan dengan kondisi lahan, tinggi bedengan 20-40 cm untuk lahan kering. Pada lahan sawah dibuat lebih tinggi 50-60 cm untuk pengendalian drainase. Ketiga, membuat lubang tanam dengan jarak lubang antar barisan sekitar 60-80 cm dan jarak lubang dalam barisan 40-50 cm.
  2. Penyemaian. Pertama, pilih benih  varietas unggul yang tahan terhadap penyakit layu bakteri. Kedua, menyiapkan tempat semai benih. Persemaian dilakukan didalam kotak pesemaian (tray) dengan menggunakan media campuran tanah, arang sekam, dan pupuk kandang. Ketiga, benih direndam terlebih dahulu selama 5-6 jam dan ditiriskan. Keempat, semai benih ke dalam tray satu per satu. 
  3. Penanaman. Bibit tomat bisa dilakukan pindah tanam setelah berusia 25-30 hari setelah semai. Penanaman dilakukan pada sore hari agar tanaman tidak layu dan dapat beradaptasi pada lahan yang ditanami.
  4. Pemeliharaan. Beberapa tahapan pemeliharaan yang dapat dilakukan meliputi penyulaman, penyiangan, penyiraman, dan pemupukan susulan. (1). Penyulaman dilakukan jika terlihat adanya tanaman tomat yang mati atau dimakan hama. (2). Penyulaman dilakukan hingga tanaman berusia 15 hst. (3). Penyiangan dilakukan agar budidaya tomat tidak terganggu oleh gulma dan rumput liar. Lakukan penyiraman secukupnya agar tidak kekeringan. (4). Pemupukan susulan dilakukan agar tanaman tumbuh subur dan berbuah banyak.
  5. Panen. Budidaya tomat dapat dipanen pertama kali setelah berumur 90 hari sejak pindah tanam. Selanjutnya, panen dapat dilakukan setiap 3-5 hari sekali hingga buah habis. Tomat yang akan dipasarkan dalam jarak jauh sebaiknya dipanen pada tingkat keemasan 75% yaitu ketika tomat masih hijau atau kira-kira 5 hari lagi menjadi merah, sedangkan untuk jarak dekat tingkat kemasakan 90% yaitu ketika tomat berwarna kuning kemerah-merahan.

Pengendalian hama penyakit pada budidaya tomat

Beberapa hama dan penyakit tanaman yang sering menyerang tanaman tomat anatara lain:

  1. Ulat Buah (Heliothis armigera hubner). Cara pengendalian ulat buah adalah pertama, menggunakan perangkap cahaya di malam hari. Kedua, pengumpulan telur dan ulat dewasa kemudian di matikan. Ketiga, sanitasi lingkungan (dengan pembersihan gulma di sekitar pertamaan tomat). Keempat, penyemprotan insektisida.
  2. Kutu Kebu. Tanaman budidaya tomat akan tampak seperti diselimuti tepung berwarna putih dan apabila di pegang akan bertebangan. Kutu tebu menyebabkan tanaman menjadi kerdil, daun tumbuk tidak normal, mengecil dan menggulang ke atas. Cara pengendalian kutu tebu dapat dilakukan dengan sanitasi tanaman dan lingkungan, memasang mulsa jerami/plastic, eradikasi dengan mencabut tanaman tomat yang terserang dan membakarnya, atau dengan penyemprotan pestisida.
  3. Kutu daun Thrips, menyebakan tanaman tampak berwarna putih perak, daun menjadi kering dan mati. Cara pengendaliannya dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan, control irigasi, dam penyemprotan dengan insektisida. 

Nah itulah Cara Budidaya Tomat. Kamu juga dapat menemukan informasi Bagaimana Manfaat dan Cara Pemberian Pupuk Kalsium untuk Cabai? dan produk yang kamu cari dengan mengunjungi website website GokoBiz sekarang juga!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin