Anti Gagal, Panen Berkualtas dengan Cara Budidaya Tanaman Bawang Putih Berikut Ini!

Bawang putih merupakan salah satu komoditi yang ketersediaannya sangat penting di Indonesia. Kualitasnya pun tidak diragukan lagi. Tentu bawang putih berkualitas dihasilkan dari budidaya yang tepat. Penasaran bagaimana cara budidaya tanaman bawang putih hingga menghasilkan bawang putih berkualitas? Nih, Gokomodo spill cara budidaya tanaman bawang putih sampai selesai.

Cara Budidaya Tanaman Bawang Putih
Memenuhi syarat tumbuh tanaman bawang putih memang penting, namun ada hal yang lebih penting yang bisa dilakukan. Budidaya bawang putih juga harus dilakukan dengan baik hingga menghasilkan bawang putih berkualitas. Nah, pastikan kamu mengikuti cara budidaya tanaman bawang putih berikut ini, ya.
Persiapan benih
Benih yang digunakan untuk budidaya bawang putih biasanya didapatkan dengan cara vegetatif atau menggunakan umbi bawang putih yang sudah ada. Umbi yang dijadikan benih sebaiknya berasal dari tanaman unggul yang berusia 100-120 hari. Gunakan umbi yang disimpan dalam jangka waktu 5-8 bulan, diluar rentang waktu tersebut sebaiknya tidak digunakan. Umbi yang baik memiliki kulit yang mengkilap dan bebas dari hama dan penyakit. Ciri fisik benih bawang putih yang harus diperhatikan yaitu:
- Bagian pangkal batang padat (berisi penuh dan padat)
- Bentuk siung licin, tegas, dan tidak kisut.
- Tunas terlihat segar apabila siung dipatahkan.
- Berat siung berkisar 1,5-3 gram dengan bentuk normal
- Bebas hama dan penyakit
- Benih sudah melewati masa dormansi.
- Belum nampak tunas berwarna hijau dari ujung siung.
Pemberian pupuk dasar
Tanah yang gembur sebagai habitat tanaman bawang putih harus tersedia nutrisi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan sejak dini. Biasanya pupuk yang digunakan sebagai pupuk dasar yaitu pupuk kandang atau pupuk kompos dengan jumlah 10 ton/ha lahan. Pemberian pupuk cukup disebar pada bedengan dan diaduk rata dengan tanah. Setelah dipastikan semua bedengan diberi pupuk, biarkan lahan selama 2 minggu. Bisa diberikan pupuk dolomit atau kapur pertanian apabila setelah pemupukan pH tanah bertambah masam.
Setelah 15-30 hari dari pemupukan dasar, tambahkan pupuk SP36 sebanyak 375 kg/ha lahan dan pastikan diberikan sebelum memulai tanam, ya. Cara pemberiannya sama dengan pupuk dasar dengan cara ditaburkan di bedengan, namun perlu dicampur dengan tanah bagian atas.
Mulai menanam bawang putih
Setelah lahan siap dan dipenuhi dengan nutrisi esensial tanaman, penanaman benih bisa langsung dimulai. Penanaman benih bawang putih dilakukan dengan cara menancapkan siung dengan bagian yang tumpuk di bawah dan harus tertimbun tanah setinggi 3-4 cm. Cara lainnya bisa dengan membuat lubang dengan tugal sedalam 3-4 cm dan ditanami 1 siung tiap lubangnya. Pastikan siung dalam posisi tegak saat ditanam dan tidak terlalu dalam.
Perhatikan jarak tanam antar benih bawang putih sepanjang 12,5 cm x 12,5 cm untuk benih yang berukuran besar dan 10 cm x 10 cm untuk benih berukuran kecil. Waktu tanam paling ideal pada akhir musim hujan atau saat hujan mulai berkurang dan masih tersinari matahari sepanjang hari.
Pemeliharaan tanaman
Benih yang ditanam lambat laun akan tumbuh menjadi tanaman dewasa. Saat tanaman bertambah besar dan tumbuh dengan baik, perlu dipelihara untuk memastikan tidak ada hambatan saat pertumbuhanya. Pada fase ini, ada beberapa pemeliharaan tanaman yang bisa dilakukan seperti:
Pemberian mulsa
Pemberian mulsa bisa dilakukan sebelum atau setelah benih ditanam pada bedengan, tergantung pada jenis mulsa yang digunakan. Apabila menggunakan mulsa plastik, dipasang sebelum mulai menanam benih. Apabila menggunakan mulsa jerami bisa diberikan setelah benih ditanam. Penggunaan mulsa juga disesuaikan dengan musim–saat musim hujan menggunakan mulsa plastik dan mulsa jerami saat musim hujan.
Irigasi
Irigasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cairan pada tanaman bawang putih serta mengoptimalkan pertumbuhannya. Frekuensi dan jumlah air yang diberikan pada tanaman bawang putih sangat bergantung dengan iklim. Tidak perlu pengairan terlalu sering saat musim hujan atau bisa dilakukan selama 3 hari sekali. Sedangkan saat musim kemarau, pengairan dilakukan sehari dua kali. Terlalu banyak pengairan bisa mengundang tumbuhnya cendawan yang merugikan pertumbuhan tanaman bawang putih.
Pemberian pupuk
Sama halnya dengan tanaman budidaya lainnya, tanaman bawang putih juga memerlukan nutrisi tambahan yang berasal dari pupuk. Sebelumnya sudah dibahas pemupukan dasar yang dilakukan sebelum tanam. Nah, setelah pupuk dasar diberikan, barulah pupuk lanjutan diberikan.
Pupuk susulan diberikan sebanyak 4 kali, saat tanaman berusia 21, 35, 49, dan 63 hari setelah tanam. Rekomendasi pupuk yang bisa diberikan yaitu 286 kg/ha pupuk ZA dan 50 kg/ha pupuk KCl. Pupuk bisa diberikan dengan cara ditabur di sela-sela barisan tanaman.
Pengendalian gulma
Selain penyakit yang menyerang tanaman bawang putih, ada juga gulma yang tumbuh dan merugikan tanaman bawang putih. Serangan gulma memicu kerugian panen hingga 80% dan bisa lebih merugikan lagi apabila pemberian mulsa kurang baik. Setidaknya perlu empat kali pengendalian gulma yang dilakukan sebelum tanam, 25-30 hari setelah tanam, 50-60 hari setelah tanam, dan 70-80 hari setelah tanam. Jenis gulma yang sering tumbuh di areal perkebunan bawang putih yaitu rumput teki, rumput kekawatan, dan bayam liar.
Nah, itulah langkah-langkah cara budidaya tanaman bawang putih yang menghasilkan bawang putih berkualitas. Selain mengetahui caranya, kamu harus punya perlengkapan budidaya yang mumpuni serta saprodi yang berkualitas. Tenang saja, kamu bisa mampir ke GokoMart terdekat sebelum memulai budidaya tanaman bawang putih, ya. Tertarik cari tahu cara budidaya tanaman lainnya? Coba cek artikel Panduan Lengkap Budidaya Bawang Merah Mudah dan Gampang dan artikel lainnya di blog Gokomodo, ya!
Punya Pohon Mangga di Rumah? Coba Aplikasikan Pupuk Mangga Sesuai Dosis Berikut






