Diterbitkan 19 Oct 2023

Apa Saja yang Harus Dilakukan dalam Pemeliharaan Tanaman Kakao

Tips / Tutorial
pemeliharaan tanaman kakao

Proses budidaya kakao tidak berhenti setelah proses penanaman selesai. Perlu adanya pemeliharaan tanaman kakao dari segala aspek. Dengan pemeliharaan yang tepat, tanaman akan tumbuh dengan subur dan memiliki peluang besar untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas baik. Pemeliharaan tanaman kakao dibagi menjadi beberapa aspek. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Penyiangan 

Dalam budidaya kakao, penyiangan atau pengendalian gulma dilakukan dengan membabat habis tanaman pengganggu hingga sekitar 50 cm dari pangkal batang. Selain cara manual, kamu juga bisa menggunakan herbisida sebanyak 1,5–2,0 liter/ha yang telah diencerkan dengan 500–600 liter air. Selain dua cara tersebut, cara penyiangan yang paling aman adalah dengan mencabut tanaman pengganggu secara satu persatu. 

Penyiangan memiliki tujuan untuk mencegah persaingan tanaman utama dan tanaman pengganggu dalam penyerapan air dan unsur hara. Selain itu, penyiangan juga bermanfaat untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, pemberantasan gulma harus dilakukan secara rutin atau minimal satu bulan sekali.

2. Pemangkasan 

Berbeda dengan penyiangan, pemangkasan merupakan cara pemeliharaan kakao untuk menjaga atau mencegah serangan hama atau penyakit ke tanaman. Pemangkasan juga bertujuan untuk membentuk pohon dan memacu produksi tanaman. Dari tujuan-tujuan tersebut, pemangkasan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Pemangkasan bentuk

Pada fase muda, pemangkasan dilakukan pada saat tanaman berumur 8–12 bulan. Caranya dengan membuang cabang yang lemah dan mempertahankan 3–4 cabang yang letaknya merata ke segala arah untuk membentuk jorquette (percabangan).

Sumber: IStock

Sementara pada fase remaja, pemangkasan dilakukan pada saat tanaman berumur 18–24 bulan. Caranya dengan membuang cabang primer sejauh 30–60 cm dari jorquette (percabangan).

  • Pemangkasan pemeliharaan 

Pemangkasan ini dilakukan dengan cara membuang tunas yang tidak diinginkan, cabang kering, cabang melintang, serta ranting-ranting yang membuat tanaman terlalu rimbun.

  • Pemangkasan produksi

Tata cara pemangkasan ini memiliki tujuan untuk mendorong tanaman agar memiliki kemampuan produksi yang maksimal. Pemangkasan produksi ini dilakukan dengan cara mengurangi kelebatan daun.

3. Pemupukan 

Agar tanaman dapat tumbuh subur, maka dibutuhkan pemupukan dengan dosis yang tepat. Berikut adalah dosis pemupukan tanaman yang belum berproduksi (gram/tanaman).

  • Umur 2 bulan: ZA=50 gram/pohon.
  • Umur 6 bulan: ZA=75 gram/pohon; TSP=50 gram/pohon; KCl=30 gram/pohon; Kieserit=25 gram/pohon
  • Umur 12 bulan: ZA=100 gram/pohon
  • Umur 18 bulan: ZA=150 gram/pohon; TSP=100 gram/pohon; KCl=70 gram/pohon; Kieserit=50 gram/pohon
  • Umur 24 bulan: ZA=200 gram/pohon

Adapun dosis pemupukan tanaman yang telah berproduksi (gram/tanaman) yaitu:

  • Umur 3 tahun: ZA = 2 x 100 gram/pohon, Urea = 2 x 50 gram/pohon, TSP = 2 x 50 gram/pohon, KCl = 2 x 50 gram/pohon.
  • Umur 4 tahun: ZA = 2 x 100 gram/pohon, Urea = 2 x 100 gram/pohon, TSP = 2 x 100 gram/pohon, KCl = 2 x 100 gram/pohon.
  • > 5 tahun: ZA = 2 x 250 gram/pohon, Urea = 2 x 125 gram/pohon, TSP= 2 x 125 gram/pohon, KCl = 2 x 125 gram/pohon. 

Pemupukan ini dilakukan dengan cara membuat alur sedalam 10 cm dengan diameter kira-kira ½ tajuk di sekeliling batang kakao. Untuk waktunya, pemupukan sebaiknya dilakukan di awal musim hujan dan akhir musim hujan.

Sumber: IStock

4. Penyemprotan Pestisida 

Sebagai upaya antisipasi dan penanganan serangan hama, perlu dilakukan penyemprotan pestisida secara menyeluruh – Mengenal Penyakit Busuk Buah Kakao. Pertama adalah penyemprotan yang bersifat pencegahan yang dilakukan sebelum diketahui ada hama yang benar-benar menyerang. Sedangkan penyemprotan tahap kedua adalah usaha pemberantasan hama. 

Sebagai contoh, untuk pemberantasan hama, digunakan insektisida berbahan aktif seperti Sipermetrin (Cymbush 5 EC), Metomil Nudrin 24 WSC/Lannate 20 L), Dekametrin (Decis 2,5 EC), Sihalotrin (Matador 25 EC), dan Fenitron (Karbation 50 EC).  

5. Penyiraman 

Pemeliharaan lain yang perlu dilakukan adalah penyiraman. Agar tanaman cokelat dapat tumbuh dengan baik, maka kondisi tanah juga harus diperhatikan. Hindari pemberian air yang berlebihan karena akan menyebabkan kondisi tanah menjadi sangat lembap. Lebih baik, penyiraman ditujukan untuk pohon cokelat yang masih muda, terutama yang tidak diberi pohon pelindung.

Lima cara pemeliharaan di atas memang sangat penting untuk dilakukan apabila kamu ingin terjun dalam budidaya kakao. Dengan pemahaman yang baik, bukan hal yang mustahil jika pohon cokelat milikmu akan menghasilkan biji yang berkualitas dan bernilai jual tinggi. Baca artikel menarik lainnya di website Gokomodo, yuk!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin