Diterbitkan 11 Oct 2023

Apakah Kamu Tahu, Tahun Ini Telah Dilaksanakan Sensus Pertanian 2023, Lho!

Agri Edu
sensus pertanian 2023

Indonesia memiliki jumlah penduduk sebanyak 273,8 juta jiwa. Untuk memperoleh jumlah tersebut, pemerintah melakukan sensus yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik. Hingga bulan Februari 2023, sebanyak 40,69 juta penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, tentu perlu untuk digali dan dikelompokkan data-data guna kepentingan negara. Perolehan data seputar pertanian dapat dilakukan dengan cara melakukan sensus pertanian 2023 – Apa Itu Sensus Pertanian? Ini Penjelasan Singkatnya!

Sumber: detik.com

Dasar dan Tujuan Pelaksanaan Sensus Pertanian 2023

Sensus pertanian merupakan sensus yang ditujukan untuk:

  1. Mengumpulkan data statistik pertanian di Indonesia yang lengkap dan akurat.
  2. Mendapatkan kerangka sampel yang menjadi dasar pengambilan sampel untuk survei pertanian mendatang.
  3. Memperoleh informasi lebih komprehensif tentang populasi rumah tangga pertanian, rumah tangga petani gurem, luas tanaman pangan, jumlah pohon serta hewan ternak, distribusi penguasaan lahan menurut luasnya, dan hal-hal lainnya yang masih berkaitan dengan pertanian. 

Pelaksanaan sensus pertanian memilki dasar hukum yang diatur dalam UU Republik Indonesia No. 16 Tahun 1997 dan mengacu pada program Badan Pangan Dunia atau FAO (Food Agriculture Organization).

Sensus Pertanian 2023 

Menurut UU Republik Indonesia No. 16 Tahun 1997, Sensus pertanian dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan dilaksanakan pada tahun yang berakhiran angka 3. Sensus pertanian pertama kali dilakukan pada tahun 1963 dan terakhir dilaksanakan pada tahun 2013.

Pada tahun 2023, sensus pertanian dijadwalkan pada bulan Mei sedangkan pelaksanaannya dimulai pada 1 Juni – 31 Juli 2023. Sensus pertanian 2023 dengan tema “Menyediakan Informasi untuk Masa Depan Petani yang Lebih Baik” mencakup tujuh subsektor pertanian, antara lain tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa pertanian. 

Sensus pertanian dilaksanakan seperti sensus penduduk. Petugas BPS kabupaten/kota mendatangi satu persatu sample populasi untuk verfikasi dan pengumpulan data. Sebelum pe seelaksanaan, tentunya pihak BPS telah berkoordinasi dengan RT/RW setempat. BPS juga mengumpulkan data dari Usaha Pertanian Perorangan (UTP), Usaha Pertanian Berbadan hukum (UPB), dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL).

Sumber: Kompas

Metode pengumpulan data pada tahun 2023 lebih kompleks dibandingkan sensus pertanian 2013. Metode yang digunakan yaitu 3 cara interview, antara lain Paper assisted Personal Interviewing (PAPI), Computed Assisted Personal Interviewing (CAPI), dan Computed Assisted Web Interviewing (CAWI). Tujuan penggunaan metode ini agar bisa mencakup responden yang lebih banyak daripada sensus pertanian sebelumnya.

Jumlah Sensus Pertanian 2013

Seiring berjalannya waktu, jumlah petani di Indonesia berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pada sensus pertanian tahun 2013, setidaknya ada 31,7 juta orang yang berprofesi sebagai petani. Dari jumlah tersebut, didapati 24,36 juta orang petani laki-laki dan 7,34 juta orang petani perempuan. Hasil sensus pertanian 2013 adalah sebagai berikut:

  1. Pada subsektor pertanian, masih didominasi oleh petani laki-laki. Dominasi yang paling mencolok ada pada subsektor perikanan, dimana 93,72% dikerjakan oleh petani laki-laki.
  2. Jumlah rumah tangga usaha pertanian menurun dibandingkan sensus pertanian tahun 2003. Pada tahun 2013, jumlah rumah tangga usaha pertanian sebanyak 26.14 juta rumah tangga dengan Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi yang memilki jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak. Rumah tangga usaha pertanian setidaknya menggunakan lahan sekitar 0,2 – 0,49 hektar per 6,73 juta rumah tangga.

Harapan Adanya Sensus Pertanian 2023

Dengan adanya sensus pertanian 2023, diharapkan BPS dapat menghasilkan data yang lebih lengkap dibandingkan sensus pertanian tahun 2013. Hasil sensus pertanian 2023 yang diharapkan meliputi:

  1. Data pokok pertanian nasional 2023
  2. Petani yang memiliki atau menyewa lahan kurang dari 0.5 hektar (Petani Gurem)
  3. Pemenuhan indikator SDGs pada sektor pertanian
  4. Jumlah petani kecil sesuai dengan standar FAO
  5. Data statistik pertanian dalam bentuk tabular maupun spasial.

Agar menghasilkan data yang valid, perlu adanya pengolahan data yang dilaksanakan pada Agustus-Oktober 2023 dan finalisasi data pada November-Desember 2023. Hasil sensus pertanian diperkirakan terbit pada Desember 2023 yang mencakup angka sementara sebaran UTP, UTL, dan UPB per wilayah serta akan ada diseminasi lebih mendalam pada tahun 2024.

Meskipun sensus pertanian 2023 hanya berlangsung selama 2 bulan, sensus ini tidak dirancang dalam waktu yang singkat. Persiapan sensus pertanian dilakukan satu tahun sebelumnya. Dengan pengumpulan data yang akurat, kedepannya akan mempermudah pendataan sekaligus bekal Indonesia menghadapi pertanian digital di masa yang akan datang. Dukung pertanian Indonesia melalui literasi agrikultur lainbya di website Gokomodo!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin