Agri Edu

Atabela: Alat Tanam Padi Dengan Teknologi Yang Bikin Petani Makin Untung

Diterbitkan 7 Jun 2025, 17:11
Atabela

Meningkatkan hasil panen padi tidak hanya bergantung pada kualitas benih atau pemupukan, tetapi juga pada teknik budidaya yang digunakan. Salah satu tahap paling menentukan adalah proses penanaman. Penggunaan benih yang berlebihan, tenaga kerja yang banyak, hingga waktu tanam yang lama sering menjadi tantangan bagi para petani. Namun, kini telah hadir solusi praktis, murah, dan efisien yang semakin populer di berbagai daerah: Alat Tanam Padi atau yang biasa disebut Alat Tanam Benih Langsung (Atabela).

Alat tanam padi (Atabela) merupakan inovasi alat tanam padi secara tabela (tanam benih langsung) yang dikembangkan Kementerian Pertanian. Alat ini dirancang untuk mengatasi pemborosan benih sekaligus menghemat tenaga dan biaya penanaman. Menariknya, alat ini tidak hanya cocok bagi petani di lahan irigasi, tetapi juga lahan tadah hujan, rawa, hingga lahan kering. Bentuk dan mekanismenya sederhana, sehingga mudah dioperasikan bahkan bagi petani yang baru pertama kali mencobanya.

Alat Tanam Padi Tipe Dua Baris

Saat ini terdapat dua jenis atabela yang telah mendapatkan paten dari Kemenkumham. Pertama adalah Mesin Tanam Bibit Padi (Rice Transplanter) Tipe Dua Baris, hasil karya peneliti BPTP Provinsi Sulawesi Tenggara (Paten IDS000002494). Alat ini cocok untuk sistem tanam jajar legowo 2:1 dan telah dimodifikasi menggunakan paralon 3–4 inch sebagai poros roda. Benih dijatuhkan melalui lubang-lubang pada paralon sesuai kebutuhan tanam. Roda alat dibuat dari busa sterofoam sehingga lebih ringan saat ditarik sesuai dengan kondisi lahan sawah yang berlumpur.

Secara ekonomi, penggunaan atabela memberikan keuntungan yang signifikan. Jika metode tanam tradisional menggunakan sistem tapin dapat menelan biaya hingga Rp2–3 juta per ¾ hektar, maka dengan atabela biaya tersebut bisa ditekan hanya menjadi Rp150–200 ribu. Penghematan ini tentu sangat berarti bagi petani. Selain lebih murah, penggunaan benih juga jauh lebih hemat yakni hingga 40 kilogram per hektar. Atabela juga mampu mempercepat waktu tanam, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, dan memudahkan pengendalian gulma karena barisan tanaman lebih rapi.

Alat Tanam Padi Langsung Multiguna

Jenis kedua adalah Alat Tanam Benih Langsung Multiguna, yang juga telah dipatenkan (Paten IDS000003542). Inovasi ini merupakan versi lebih modern dengan penarik traktor. Terbuat dari besi yang kokoh, alat ini tidak hanya menanam padi tetapi juga jagung, kedelai, dan kacang hijau. Jarak tanam serta jumlah biji bisa diatur dengan mudah sehingga lebih efisien. Alat tanam multiguna ini memiliki empat komponen utama: pembuat alur tanam, pengatur biji, penutup alur, dan roda. Kelebihan inilah yang membuatnya dapat digunakan pada berbagai tipe lahan dengan hasil yang seragam.

Cara kerja atabela cukup sederhana. Operator hanya perlu menarik stang kendali, kemudian putaran roda akan menggerakkan rol penakar benih. Rol ini memiliki lubang-lubang kecil berjumlah sekitar 54 lubang, yang masing-masing memuat satu butir benih. Saat alat berjalan, lubang-lubang ini melewati kuas penyapu benih, lalu benih jatuh secara gravitasi ke dalam alur tanah yang telah dibuat oleh pembuka alur. Prosesnya cepat, presisi, dan tidak menguras tenaga.

Persiapan dan Perawatan Alat Tanam Padi

Sebelum digunakan, ada beberapa langkah persiapan yang perlu dilakukan. Tanah harus diolah hingga rata dan lembab. Benih direndam selama 12 jam dan kemudian diangin-anginkan 12 jam berikutnya. Rol penakar benih perlu dikalibrasi terlebih dahulu agar setiap satu putaran roda dapat mengeluarkan 50–60 butir benih. Ketika dioperasikan, petani cukup mengenakan sabuk penarik di pundak, mengatur posisi stang agar nyaman, lalu berjalan lurus mengikuti garis panduan.

Perawatan atabela pun mudah. Petani hanya perlu membersihkan sisa benih dalam hopper, mencuci alat hingga bersih, mengeringkannya, lalu melumasi bagian-bagian yang rawan berkarat jika alat akan disimpan dalam jangka panjang.

Melihat banyaknya manfaat hemat biaya, hemat benih, mudah digunakan, fleksibel untuk berbagai komoditas, hingga cocok untuk semua jenis lahan tidak heran jika atabela semakin dilirik petani di seluruh Indonesia. Dengan pengembangan lebih lanjut oleh produsen alsintan, atabela memiliki potensi besar meningkatkan efisiensi budidaya dan mendorong produktivitas pertanian nasional. Sebuah teknologi sederhana, namun memberikan dampak nyata bagi masa depan pertanian Indonesia.

whatsapp
twitter
facebook
linkedin