Diterbitkan 8 Aug 2023

BUPK: Wadah Generasi Muda untuk Berirausaha Bidang Pertanian

Agri Edu
Generasi muda

Untuk meningkatkan produktivitas lahan, pemerintah rela menggelontorkan banyak uang agar hasil panennya tidak menurun. Ditambah lagi, beberapa komoditas berharga seperti kelapa sawit dan karet mulai menciptakan proses hilirisasi yang menghasilkan produk turunan – Pentingnya Hilirisasi dalamIndustri Kelapa Sawit. Dengan adanya produk turunan, hasil dari perkebunan bisa langsung dinikmati oleh konsumen. Untuk itu, diperlukan metode dan wadah agar mampu membuat produk olahan serta memasarkannya.

Wirausaha bidang pertanian untuk generasi muda

Sekarang ini banyak generasi muda yang tertarik untuk memulai bisnis. Biasanya bisnis yang diminati generasi muda seperti coffeeshop, retail, trading, dan masih banyak lagi. Sayangnya, masih sedikit sekali yang berminat untuk berbisnis di bidang pertanian. Padahal dari pertanian lah manusia dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, yaitu kebutuhan pangan.

Melihat kondisi yang seperti itu, pemerintah melalui Kementan meluncurkan program Badan Usaha Pertanian Kampus (BUPK). Menteri Pertanian, BUPK merupakan sarana menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda khususnya mahasiswa. BUPK dikelola bersama dengan Polbangtan/PEPI di lingkup Kementerian Pertanian dan perguruan tinggi mitra. Selain mahasiswa aktif, alumni perguruan tinggi dapat berpartisipasi dalam BUPK. 

Tujuan dibentuknya BUPK ialah regenerasi petani untuk menjawab tantangan pangan di masa depan, mengingat kurangnya generasi muda yang menggeluti bidang pertanian. Kegiatan BUPK meliputi bisnis pertanian, produksi, pascapanen, pemasaran dengan melibatkan ahli dibidangnya. BUPK juga dilengkapi dengan fasilitas berupa smart green house.

Baru-baru ini BUPK merambah di dua perguruan tinggi yaitu Universitas Hasanuddin dan Polbangtan Gowa. Ketiga instansi tersebut membentuk kerjasama wirausaha pertanian. BUPK Kementan menjadi pembina UKM berbasis pertanian. BUPK Universitas Hasanuddin berperan sebagai offtaker produk dari Go Ago-Rise dan berlaku sebaliknya. Selain itu, Go Ago-Rise menyediakan bahan baku, marketplace, dan model bisnis lainnya pada BUPK Universitas Hasanuddin. Kedua perguruan tinggi tersebut sepakat untuk meluncurkan produk hasil UKM keduanya. 

Besar harapan dengan adanya BUPK menjadi lahirnya banyak mahasiswa muda berjiwa bisnis pertanian. Ada beberapa alumni mahasiswa IPB yang sukses menjadi wirausaha agribisnis dengan menanam cabe Katokkon dengan omzet mencapai Rp 1,5 – 2 miliar per hektar. Ada lagi agrowisata strawberry yang dikelola petani milenial asal Bali, yang menghasilkan Rp 300 juta tiap bulannya. Apa kamu tertarik untuk berwirausaha bidang pertanian? Simak tips memulainya dengan membaca artikel dari Gokomodo, ya!

whatsapp
twitter
facebook
linkedin